Sukses

Pria Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Transisi menjadi seorang ayah bisa menimbulkan depresi pasca melahirkan pada pria. Ini penjelasan lengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Depresi pasca melahirkan, atau disebut postnatal depression, identik dialami oleh wanita dalam 4 minggu setelah melahirkan. Berbeda dengan baby blues, gejala depresi pasca melahirkan jauh lebih kompleks dan berlangsung lama. Dan ternyata, pria juga dapat mengalami kondisi ini.

Menurut sebuah studi dari Swedia, sejumlah besar pria mengalami kesulitan saat masa transisi menjadi ayah, demikian dilansir The Guardian. Para peneliti mencoba untuk mengukur berapa banyak pria yang mengalami depresi pasca melahirkan. Hasil studi menunjukkan bahwa dari 477 ayah yang diamati, sebanyak 28% mengidap depresi ringan dan 4% mengidap depresi tingkat sedang.

Penyebab utama depresi pasca melahirkan pada pria belum diketahui. Namun, ada banyak faktor yang dapat berkontribusi, seperti riwayat depresi pada keluarga, tekanan menjadi seorang ayah, kekhawatiran finansial, memiliki anak kembar, stres di pekerjaan, kurang tidur, serta konflik dalam hubungan.

Lebih lanjut, sebuah studi yang dimuat di Asia-Pacific Psychiatry tahun 2015 menyebutkan bahwa ayah yang depresi akan lebih sedikit bermain dan tersenyum dengan anaknya. Kondisi ini dapat berpengaruh buruk pada anak, karena berisiko memunculkan masalah perilaku di masa depan.

Namun sayangnya, depresi pasca melahirkan pada pria sering tidak terdiagnosis. Hal itu diperkuat oleh miskonsepsi umum bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh perubahan hormon yang dialami ibu setelah persalinan. Padahal, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kadar testosteron pria menurun saat mereka menjadi ayah. Kedua, depresi pasca melahirkan tidak hanya tentang hormonal, tetapi juga faktor psikologis seseorang.

Gejala depresi pasca melahirkan pada pria

Gejala depresi dapat berbeda antara satu ayah dengan ayah lainnya. Ini beberapa gejala yang dapat dialami oleh pria yang mengalami depresi, seperti dikutip Baby Centre:

  • Energi rendah
  • Lesu
  • Menghindari bersosialisasi
  • Nafsu makan berkurang atau justru bertambah
  • Rasa sakit dan nyeri yang tak terjelaskan
  • Cemas dan khawatir
  • Susah berkonsentrasi
  • Masalah dalam tidur

Jika Anda memiliki beberapa gejala tersebut, perhatikan sudah berapa lama Anda merasakannya. Satu-dua hari mungkin tidak apa-apa. Namun bila sudah dua minggu atau lebih, ada kemungkinannya Anda mengidap depresi pasca melahirkan.

Menangani depresi pasca melahirkan

Jangan mengabaikan hal-hal kecil. Sebagai seorang ayah baru, atasi kondisi ini bersama pasangan Anda dengan cara:

  1. Berkomunikasi dengan pasangan

Luangkan waktu untuk mengobrol dengan pasangan Anda. Sampaikan kesulitan-kesulitan yang Anda alami, dan jangan merasa lemah hanya karena Anda merasakan kesedihan atau kecemasan. Jika merasa perlu, Anda juga dapat meminta bantuan kepada anggota keluarga lain.

  1. Jauhkan diri dari alkohol dan rokok

Seseorang yang depresi biasanya akan menjadikan rokok dan alkohol sebagai jalan keluar. Jika Anda seorang perokok atau peminum, mulailah untuk menjauhi kebiasaan tersebut. Pasalnya, merokok dan minum alkohol justru dapat menyebabkan perubahaan mood yang lebih parah, sehingga gejala depresi pasca melahirkan bisa semakin menjadi-jadi.

  1. Kunjungi psikolog atau psikiater

Gejala depresi ringan hingga berat memerlukan bantuan seorang psikolog atau psikiater. Konseling dan upaya penanganan medis lainnya dapat membantu Anda mengatasi kondisi depresi.

Depresi pasca melahirkan pada pria sering kali tidak terdiagnosis. Karena itu, penting bagi Anda untuk memahami gejala serta cara menanganinya, agar kondisi yang Anda alami tidak berlarut-larut.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar