Sukses

Kenali Leptospirosis dan Lakukan Pencegahan Sekarang Juga!

Indonesia menjadi salah satu negara endemis penyakit leptospirosis. Kenali gejalanya dan lakukan pencegahan sekarang juga!

Klikdokter.com, Jakarta Leptospirosis merupakan penyakit yang yang terjadi akibat infeksi bakteri Spiroseta. Bakteri tersebut dapat masuk ke tubuh manusia dan menyebabkan berbagai keluhan melalui urine hewan yang terinfeksi, terutama tikus.

Pada saat banjir, angka kejadian leptospirosis umumnya meningkat. Salah satu penyebabnya adalah kontak dengan air yang sudah terkontaminasi bakteri penyebab leptospirosis. Mengingat banjir masih sering terjadi di Indonesia, Anda dianjurkan untuk selalu waspada terhadap ancaman penyakit ini.

Fakta menyebutkan, leptospirosis adalah masalah kesehatan besar di Indonesia. Ketika Indonesia dilanda banjir besar Januari 2002 silam, terjadi outbreak leptospirosis terutama di Jakarta. Setelah itu, terdapat peningkatan jumlah kasus leptospirosis sejak tahun 2006. Memasuki tahun 2007, terdapat 667 kasus dan 93% dapat terkonfirmasi secara laboratorium.

Kenali gejala leptospirosis

Penyakit ini sering rancu dengan demam dengue akibat gejala yang hampir serupa. Bahkan, keduanya memang memiliki area penyebaran yang mirip, yaitu area dengan banyak genangan air.

Gejala leptospirosis itu sendiri bervariasi, mulai dari yang ringan hingga berat. Pada kebanyakan kasus, berikut adalah beberapa gejala yang sering ditemukan:

  • Demam hingga 38–40 derajat celcius
  • Nyeri kepala, nyeri belakang mata
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Nyeri otot, terutama betis dan pinggang
  • Mata merah
  • Batuk kering
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Kaku otot

Waktu antara masuknya bakteri ke tubuh hingga menimbulkan gejala berkisar antara 2 hari hingga 4 minggu.

Waspada penyebaran leptospirosis

Tikus dan mencit serta berbagai jenis hewan pengerat lain adalah inang yang paling sering dipilih bakteri Spiroseta. Kendati begitu, bakteri ini juga dapat menjangkiti hewan lain seperti anjing, rusa, kelinci, kerbau, domba, dan babi.

Manusia bisa tertular leptospirosis melalui kontak kulit terhadap air atau tanah yang mengandung urine dari hewan yang terinfeksi bakteri Spiroseta. Meski demikian, leptospirosis tidak menular dari manusia ke manusia.

Akan tetapi, leptospirosis dapat menjadi risiko bagi pekerjaan tertentu, terutama yang bekerja di lapangan atau bersama hewan - seperti petani, petambang, dokter hewan, peternak, nelayan, personel militer, dan lainnya. Penyakit ini juga diasosiasikan dengan kegiatan renang, kayak, dan arung jeram pada danau maupun sungai yang terkontaminasi. Risiko penyakit ini pun semakin tinggi pada daerah yang memiliki iklim tropis, termasuk Indonesia.

Mengatasi dan mencegah leptospirosis

Pada kasus yang berat, leptospirosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang melibatkan ginjal, hati, darah, dan otak. Namun pada kasus yang ringan, leptospirosis dapat sembuh dengan sendirinya. Hal terpenting dari pengobatan penyakit ini adalah meningkatkan daya tahan tubuh dengan cukup istirahat, konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, serta cukup mengonsumsi cairan. 

Dalam hal pencegahan, tindakan utama yang perlu dilakukan adalah menjaga sanitasi sebaik mungkin. Saat terjadi banjir, hindari berkontak dengan air yang menggenang. Selain itu, masak makanan hingga matang sepenuhnya agar tidak mengandung kuman. Konsumsi pula air matang atau air yang benar-benar bersih dan tidak terkontaminasi.

Bagi Anda yang memiliki pekerjaan dengan risiko tertular leptospirosis, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat dapat meminimalkan risiko tertular bakteri Spiroseta.

Terakhir, terapkanlah praktik higienitas yang baik, yaitu rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Lakukan hal ini, terutama sebelum makan, setelah beraktivitas, dan sehabis berkontak dengan air yang kemungkinan terkontaminasi.

Jangan biarkan bakteri penyebab leptospirosis terus bergerilya mencari mangsa. Terapkan gaya hidup bersih dan sehat sekarang juga, agar penyakit “kencing tikus” ini bisa musnah dari lingkungan sekitar Anda.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar