Sukses

4 Penyakit Kulit yang Sering Dialami Pria

Kaum pria ternyata rentan terkena penyakit kulit karena cenderung cuek dengan kebersihan kulit.

Klikdokter.com, Jakarta Di negara-negara tropis, termasuk Indonesia, penyakit kulit masih sangat umum ditemukan. Faktornya bisa beragam, seperti lembapnya udara, lingkungan, bahkan dari kebersihan diri. Namun ternyata, ada beberapa penyakit kulit yang rentan diderita pria.

Pria ternyata rentan terkena penyakit kulit karena cenderung cuek dengan kebersihan kulit. Misalnya, terkait masalah kulit wajah. Banyak pria yang tidak terlalu memperhatikan kulit wajah mereka. Para wanita lebih aktif dalam membersihkan wajah menggunakan sabun khusus, sedangkan pria cenderung malas.

Kebanyakan, pria akan mencuci wajah mereka hanya dengan air. Mereka menganggap wajahnya sudah bersih, meski kenyataannya tidak. Kotoran, debu, bakteri, dan kuman tetap menempel di wajah mereka. Padahal, itu adalah beberapa penyebab utama penyakit kulit.

Berikut beberapa penyakit kulit yang sering diderita para pria.

1. Neurodermatitis

Menurut dr. Fiona Amelia dari KlikDokter, penyakit kulit yang sering diderita oleh pria adalah neurodermatitis. Neurodermatitis adalah suatu penyakit kulit yang terjadi karena suatu proses gatal-garuk. Itu biasanya terjadi di tengkuk, punggung tangan, dan punggung kaki. Ciri utamanya adalah makin digaruk, makin terasa enak.

"Tidak perlu ada 'bakat' alergi untuk terkena neurodermatitis, utamanya karena pemicunya stres," ujar dr. Fiona saat dikonfirmasi.

2. Kebotakan

Satu penyakit kulit yang juga sering dialami pria adalah kebotakan atau alopecia areata. Untuk kasus ini, kebotakan terjadi bukan karena jamur, tapi karena faktor genetik. "Itu memang kebanyakan gennya menurunnya pada pria," ungkap dr. Fiona.

Penyakit alopecia areata gejala awalnya adalah kerontokan rambut. Penderita penyakit ini akan menyadari rambut rontok pada bantal atau saat sedang mandi dan keramas. Kerontokan rambut umumnya menyerupai pulau kecil pada kulit kepala yang berukuran beberapa sentimeter atau lebih kecil yang biasanya disebut pitak.

3. Tinea cruris

"Ini adalah penyakit gatal pada kulit di selangkangan. Itu lumayan sering terjadi pada pria karena pria kan cenderung berkeringat lebih dan area pakaian dalam mudah lembap," kata dr. Fiona.

Keluhan utama dari tinea cruris adalah gatal-gatal dan biasanya kalau area selangkangan sudah berkeringat, gatalnya akan makin terasa.

Untuk menyembuhkan penyakit ini harus hati-hati. Sebab, dr. Fiona menyebut bahwa pemberian salep pengurang gatal yang biasa atau dijual bebas di pasaran, biasanya akan menyebabkan rasa gatal makin terasa atau jamurnya makin subur. Oleh karena itu, kalau merasakan gatal di selangkangan jangan diberi salep gatal, tapi pakai anti-jamur.

4. Jerawat

"Ini jelas, karena hormon pemicunya jerawat itu adalah hormon testosteron, yakni hormon yang lebih banyak ada di pria. Selain itu, untuk pria yang punya riwayat genetik jerawat cukup dahsyat dari keluarga itu bisa lebih parah," ungkap dr. Fiona.

Jerawat pada pria biasanya tidak cuma di wajah, tapi ada di punggung. Jerawat bisa timbul karena ada kombinasi faktor hormon, kuman, bakteri kulit, pori-pori tertutup, dan ada debu. Jika salah satu dari itu tidak ada, maka tidak akan timbul jerawat.

Jadi, Anda para pria, mulai sekarang harus benar-benar menjaga kebersihan kulit ya. Salah satu cara paling baik yang dapat Anda lakukan adalah menjaga kebersihan kulit dan tubuh secara keseluruhan. Tak lupa juga untuk rajin cuci tangan, mandi dua kali sehari, serta selalu mengenakan baju dan pakaian dalam yang bersih. Namun, jika Anda mengalami penyakit kulit yang tak  kunjung sembuh dan justru semakin parah, lebih baik segera temui dokter spesialis kulit.

[HNS/ RVS]

1 Komentar