Sukses

PPOK, Penyakit Berbahaya Akibat Rokok

Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau PPOK merupakan masalah kesehatan yang dapat terjadi pada perokok dan orang yang terpapar asapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Bulan November menjadi waktu diselenggarakannya World Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Day atau Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) Sedunia. Pada tahun 2018, hari tersebut jatuh pada tanggal 21 November.

Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis Sedunia diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai PPOK, tanda dan gejalanya, serta bagaimana cara mencegahnya. Kondisi kesehatan yang satu ini terutama dapat terjadi pada individu yang memiliki kebiasaan merokok.

Kenali apa itu PPOK

PPOK merupakan penyakit peradangan paru jangka panjang yang menyebabkan hambatan pada aliran udara dari paru-paru. Terdapat dua kondisi tersering yang dapat timbul pada PPOK, yakni emfisema dan bronkitis kronis.

  • Emfisema merupakan suatu kondisi dimana kantung alveoli yang terdapat pada paru-paru mengalami kerusakan. Hal ini terjadi sebagai akibat dari ekspos terhadap asap rokok dan zat iritatif yang dikandungnya.
  • Bronkitis kronis merupakan kondisi peradangan pada lapisan bronkus yang menghantarkan udara dari dan ke alveoli paru-paru.

Sekitar 20–30 persen dari perokok jangka panjang dapat mengalami kondisi tersebut. Karena pada dasarnya, penyebab dari kondisi tersebut adalah paparan jangka panjang terhadap gas iritatif atau partikel yang terutama terdapat pada asap rokok. Namun di negara berkembang, PPOK juga dapat terjadi akibat sering terpapar asap dari bahan bakar yang digunakan untuk memasak dan menghangatkan di rumah-rumah berventilasi kurang baik.

Apa saja gejala dan diagnosis PPOK?

PPOK sering ditandai dengan adanya sesak napas, batuk yang disertai dahak, serta mengi. Umumnya, tanda dan gejala pada penyakit ini tidak timbul hingga terjadi kerusakan paru yang cukup parah, terutama apabila paparan terhadap asap rokok terus berlanjut.

Beberapa tanda dan gejala lain yang dapat timbul akibat PPOK, di antaranya:

  • Rasa berat pada dada
  • Kebiruan pada bibir atau kuku jari
  • Kekurangan energi
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
  • Bengkak pada pergelangan kaki, kaki, atau tungkai.

Diagnosis PPOK umumnya ditentukan dari hasil wawancara medis, pemeriksaan fisis dan penunjang. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penyakit tersebut meliputi:

  • Uji fungsi paru
  • Foto rontgen dengan sinar-X
  • Pemeriksaan computerized tomography (CT)
  • Analisis gas darah
  • Pemeriksaan laboratorium lainnya bila dibutuhkan.
1 dari 2 halaman

Mengatasi dan mencegah PPOK

PPOK umumnya dapat ditangani dengan berbagai cara, bergantung dari derajat keparahan dan faktor-faktor lainnya. Penanganan pertama yang paling penting adalah menghentikan kebiasaan merokok dan paparan terhadap asap rokok. Selain itu, dokter juga dapat meresepkan beberapa jenis pengobatan untuk membantu meredakan keluhan yang dialami.

Pada PPOK derajat sedang hingga berat, terapi paru mungkin diperlukan. Sebagai tambahan, pada individu dengan emfisema derajat berat yang tidak dapat ditangani dengan pengobatan, pembedahan dapat menjadi salah satu pilihan terapi yang mungkin dibutuhkan.

Lalu, bagaimana cara mencegah terjadinya PPOK? Karena sebagian besar kasus PPOK berhubungan secara langsung dengan merokok, cara terbaik untuk mencegah penyakit tersebut adalah menghindari rokok sama sekali dan berusaha agar tidak terpapar asap rokok.

Di samping itu, orang yang sedang merokok juga disarankan untuk berhenti merokok guna mencegah timbulnya PPOK dan dampak buruk lainnya. Sedangkan pada orang yang bekerja di lingkungan yang menggunakan bahan kimia, Anda sangat disarankan untuk menggunakan alat pelindung diri guna mencegah paparan terhadap zat tersebut.

Saat ini terdapat jutaan orang di dunia yang mengalami tanda dan gejala PPOK namun tidak menyadarinya. Dengan adanya Hari PPOK Sedunia, diharapkan bahwa pengetahuan mengenai penyakit ini dapat semakin meluas sehingga deteksi dan penanganan sedini mungkin dapat diterapkan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar