Sukses

Catat! 3 Vaksin Ini Penting untuk Wanita

Sebagai wanita, sudah sepatutnya Anda memperhatikan kesehatan diri dan lingkungan. Vaksin adalah salah satu cara yang efektif.

Klikdokter.com, Jakarta Bak peribahasa “sedia payung sebelum hujan”, vaksin berperan sebagai persiapan dini sebelum menghadapi penyakit yang serius. Nah, sebagai wanita, sudah sepatutnya Anda memperhatikan kesehatan diri dan lingkungan.

Dalam banyak kasus, memproteksi diri dengan vaksin jenis tertentu akan memberikan banyak manfaat di kemudian hari. Berikut ini adalah tiga vaksin yang sangat penting bagi para wanita:

  1. Vaksin HPV

Vaksin HPV mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Infeksi HPV atau Human Papilloma Virus sering ditemukan pada wanita yang beriwayat seksual aktif. Dalam beberapa kasus, infeksi HPV dapat menyebabkan kanker serviks. Kini, kanker serviks menjadi ketakutan setiap wanita karena penyebab kematian tersering pada wanita selain kanker payudara. Risiko seseorang terkena kanker serviks meningkat apabila ia memiliki riwayat keluarga yang memiliki kanker, riwayat seksual dimana melakukan hubungan seksual dari usia muda dan berganti-ganti pasangan, penggunaan kontrasepsi hormonal dalam jangka lama, merokok, dan gaya hidup yang tidak sehat.

Meskipun HPV memiliki banyak strain hingga ratusan, terdapat dua jenis yang memicu kanker, yaitu HPV 16 dan HPV 18.  Gejala yang timbul pada kanker serviks mungkin tidak terlalu jelas di stadium awal.

Biasanya seorang wanita mulai menyadari ada yang aneh saat kanker sudah masuk ke stadium lanjut. Beberapa gejala yang dapat diwaspadai antara lain, adanya flek atau pendarahan yang tidak normal dari vagina (di luar masa menstruasi maupun menopause), keluar darah setelah berhubungan seksual, nyeri saat berhubungan seksual, keluar cairan abnormal dan mungkin bercampur dengan darah dan berbau. Selain HPV 16 dan 18, terdapat HPV 6 dan 11 yang biasanya menyebabkan kutil di alat kelamin baik pada wanita maupun pada pria.

Infeksi virus HPV dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV. Terdapat dua jenis vaksin yang beredar, yaitu bivalent (untuk mencegah infeksi HPV 16 dan HPV 18) dan tetravalent/quadrivalent (untuk mencegah HPV 6, 11, 16, dan 18). Vaksin HPV sangat dianjurkan untuk dilakukan bagi wanita yang akan menikah, pernah ataupun akan melakukan kontak seksual secara aktif. Vaksin ini juga dianjurkan untuk wanita yang berisiko tinggi terinfeksi HPV, seperti memiliki partner seksual yang berganti-ganti dan akan melakukan hubungan seksual pertama di usia muda.

Jika Anda berencana melakukan vaksinasi HPV, perlu diingat bahwa dosis pemberian vaksin ini terbagi menjadi tiga dosis, yaitu 0, 2 dan 6 bulan. Jadi, pastikan Anda menandai kalender sehingga tidak melewatkan tanggal vaksinasi Anda.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Vaksin MMR

Tak cuma anak-anak, sakit campak (measles), gondongan (mumps), dan campak jerman (rubella) juga dapat menyerang orang dewasa, termasuk Anda. Jangan anggap remeh ketiga penyakit tersebut karena komplikasinya berbahaya.

Jika Anda berencana untuk menikah, tidak ada salahnya Anda melakukan vaksinasi MMR untuk mencegah infeksi ketiga penyakit tersebut, terutama infeksi campak jerman. Ketika kehamilan, campak jerman dapat mengakibatkan keguguran dan kecacatan pada janin.

Pemberian vaksin MMR terbagi menjadi 1-2 dosis dengan jeda 1 bulan. Vaksin MMR tidak boleh diberikan pada wanita hamil dan lanjutan dosis dapat diberikan segera setelah masa nifas selesai. Pemberian satu dosis vaksin MMR memiliki efektivitas 93 persen melawan campak, 78 persen melawan gondongan, dan 97 persen mampu melawan campak jerman.

  1. Vaksin Tetanus dan Difteri

Apabila Anda sedang mengurus berkas pernikahan di tingkat kecamatan, biasanya Anda akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana di rumah sakit daerah yang ditunjuk dan melakukan vaksinasi tetanus dan difteri (Td). Vaksin Td adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah infeksi tetanus toksoid dan difteri.

Vaksin ini diberikan 3 dosis, dimana dosis pertama dan kedua berjarak 4 minggu dan dosis ketiga diberikan 6-12 bulan setelah dosis kedua. Penguat untuk vaksin Td diberikan setiap 10 tahun sekali. Bagi Anda wanita hamil, Anda harus mendapatkan dosis vaksin DPT selama kehamilan, dengan tujuan untuk melindungi bayi dari pertusis (batuk rejan) dan infeksi tetanus (terutama pada saat melahirkan).

Masih banyak vaksin yang direkomendasikan untuk orang dewasa khususnya wanita. Anda bisa berkonsultasi dahulu kepada dokter sebelum memutuskan melakukan vaksinasi. Terapkan juga pola hidup sehat untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh. Ingatlah, mencegah lebih baik daripada mengobati!

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar