Sukses

Ibu Hamil Malas Makan, Ini Solusinya

Ada ibu hamil yang malas makan, tapi ada juga yang nafsu makannya bertambah. Jika Anda malas makan saat hamil, berikut ini solusinya.

Klikdokter.com, Jakarta Berbagai perubahan pada organ tubuh terjadi pada masa kehamilan. Salah satu sistem organ yang terpengaruh adalah sistem pencernaan, sehingga ini terkadang menyebabkan ibu hamil malas makan. Padahal, nutrisi sangat dibutuhkan untuk pembentukan organ tubuh janin sekaligus kesehatan sang ibu. Jika Anda sedang hamil dan malas makan, ada solusinya agar kondisi tersebut tak berlangsung terus-menerus.

Seperti yang Anda telah ketahui, kehamilan dibagi menjadi tiga fase: trimester pertama, trimester kedua, dan trimester ketiga. Biasanya, ibu hamil malas atau susah makan terjadi pada kehamilan trimester pertama. Meski tak menutup kemungkinan kondisi ini juga bisa dialami fase trimester kedua dan/atau ketiga.

Ibu hamil pada trimester pertama biasanya sedang mengalami mual dan muntah (morning sickness) hebat, sehingga makan pun jadi sulit. Belum lagi ada keluhan badan lemas. Meski kondisi ini bisa menyulitkan, tapi bukan berarti tak bisa diatasi.

Ibu hamil, ini dia solusi mengatasi malas atau sulit makan

Seperti yang disebutkan di atas, mual dan muntah saat kehamilan bisa berdampak pada nafsu makan. Dianjurkan oleh dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, konsumsilah jahe. Jahe diketahui sangat baik untuk mengatasi mual. Bahkan, jahe disarankan sebagai penanganan pertama bagi ibu hamil yang mual dan muntah.

Cara konsumsi jahe ini bisa dengan ditumbuk atau diseduh menjadi teh. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi permen jahe untuk membantu mengatasi keluhan.

“Jika mual dan muntah kerap terjadi saat hamil muda, lain lagi masalah pencernaan saat hamil tua. Anda yang sudah memasuki trimester tiga akan mengalami penekanan lambung dan usus karena rahim yang membesar,” kata dr. Sara.

Lebih lanjut, dr. Sara menjelaskan bahwa beberapa gejala yang dialami adalah rasa panas setelah makan akibat refluks, serta rasa kenyang terus karena waktu pengosongan lambung yang lama.

Untuk mengatasinya, makanlah dengan porsi yang kecil tetapi sering. Setelah makan, Anda disarankan untuk tidak langsung rebahan. Paling tidak tunggulah hingga sekitar 3 jam. Bila ingin berbaring, kepala bisa diganjal dengan beberapa bantal sehingga posisi seperti setengah duduk.

Masalah pencernaan lainnya yang sering menimpa ibu hamil adalah konstipasi yang kerap menyebabkan rasa begah, sehingga ini menyebabkan ibu hamil malas makan. Untuk menanganinya, ibu hamil disarankan banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan berserat. Catat, rekomendasi kebutuhan cairan bagi ibu hamil adalah sebanyak 2,6 liter per hari.

1 dari 2 halaman

Penuhilah kebutuhan gizi ibu hamil

Tengah berbadan dua, ibu hamil butuh asupan kalori yang lebih banyak serta komposisi makanan bergizi seimbang. Berdasarkan penjelasan dr. Fiona Amelia, MPH, dari KlikDokter, berikut ini adalah jenis makanan yang paling diperlukan ibu hamil.

1. Serealia dan polong-polongan

Serealia (gandum, beras merah) dan polong-polongan (lentil, kacang hijau, kacang merah, dan kedelai) kaya akan protein, besi, asam folat, kalsium, dan seng. Makanan-makanan ini juga mengandung serat sehingga dapat mengurangi sembelit saat hamil. Selain itu, konsumsi polong-polongan dapat menjaga tekanan darah dan gula darah ibu hamil.

2. Ikan

“Selain kaya akan protein dan vitamin B, ikan juga tinggi asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak dan mata janin. Salmon, tuna, dan sarden memang paling tinggi kandungan gizinya, tetapi secara umum Anda dapat mengonsumsi berbagai jenis ikan selama tidak memiliki alergi,” dr. Fiona menjelaskan.

3. Telur

Telur merupakan sumber protein yang menyediakan asam amino untuk pertumbuhan sel-sel bayi. Di samping itu, telur kaya akan vitamin D dan mineral, termasuk kolin yang diperlukan untuk perkembangan otak bayi. Selama hamil sebaiknya Anda mengonsumsi telur matang.

4. Yoghurt

Kandungan kalsium dalam secangkir yoghurt lebih banyak daripada dalam secangkir susu. Di samping itu, yoghurt juga tinggi protein. Untuk pilihan yang lebih sehat, Anda dapat mengonsumsi yoghurt rendah lemak dan tanpa rasa (plain).

5. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kale, selada, dan kailan kaya akan besi dan asam folat. “Sayuran hijau juga tinggi vitamin K, yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Penyerapan zat-zat ini lebih baik bila dikonsumsi secara alami dibandingkan melalui suplemen,” kata dr. Fiona.

Ibu hamil perlu memenuhi kebutuhan kalori 2.500-2.700 setiap harinya. Utamakanlah jenis makanan yang disebutkan di atas. Jangan lupa minum susu untuk memenuhi kebutuhan kalsium. Buah-buahan yang dianjurkan terutama yang mengandung vitamin C seperti jeruk, anggur, pepaya, atau sayur-sayuran seperti brokoli dan tomat. Jika Anda tak yakin bisa memenuhi kebutuhan kalori tersebut atau nutrisi esensial yang disebutkan saat hamil, Anda bisa mempertimbangkan konsumsi suplemen. Namun, ini mesti dikonsultasikan kepada dokter spesialis kandungan dan kebidanan Anda.

Satu hal yang juga tak kalah penting adalah memonitor perkembangan janin secara berkala. Jika Anda yang sedang hamil tak mengalami kondisi malas makan selama kehamilan, selamat! Namun, ibu hamil tetap harus mewaspadai kenaikan berat badan—jangan sampai berlebihan, ya!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar