Sukses

Kiat Menjaga Kesehatan Tulang bagi Ibu Hamil

Ibu hamil wajib menjaga kesehatan tulang agar tetap kuat menanggung beban janin hingga waktu persalinan tiba. Berikut ini adalah kiatnya.

Klikdokter.com, Jakarta Ibu hamil wajib menjaga kesehatan tubuh untuk mendukung pertumbuhan janin yang dikandungnya, tak terkecuali juga menjaga kesehatan tulang. Pasalnya, tulang kuat akan membantu ibu hamil dalam menopang badan, sehingga tak mudah pegal dan cedera selama membawa si Kecil hingga masa persalinan tiba.

Selama kehamilan, janin yang tumbuh di rahim ibu membutuhkan banyak kalsium untuk mendukung pertumbuhan rangkanya. Namun, ibu hamil juga membutuhkan asupan kalsium untuk mendapatkan tulang kuat dan sehat. Dengan demikian, masa kehamilan akan dijalani dengan nyaman dan terhindar dari badan lemas.

Mengenai hal ini, dr. Irma Rismayanty dari KlikDokter memberikan penjelasan. “Saat hamil, tubuh membutuhkan mikronutrien dan makronutrien yang dapat bermanfaat untuk ibu maupun janin yang dikandungnya. Beberapa contoh vitamin yang perlu ditambah dalam jumlah cukup adalah vitamin A, vitamin D, vitamin B6, dan asam folat. Untuk mineral, ibu hamil membutuhkan kalsium, seng, dan zat besi,” ujarnya.

Pada beberapa kasus, seorang ibu bisa saja mengalami osteoporosis selama kehamilan, meskipun kondisi ini jarang terjadi. Kondisi osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang cukup serius, sebab dapat menyebabkan kerapuhan tulang dan berisiko meningkatkan risiko patah tulang.

Agar terhindar dari berbagai masalah tersebut, ibu hamil membutuhkan asupan yang sehat dan mencukupi kebutuhan nutrisi hariannya.

Dukung kehamilan lewat asupan sehat

Peran asupan nutrisi untuk mewujudkan kehamilan sehat amat besar, termasuk asupan kalsium. Sebagai mineral yang penting bagi kesehatan tulang, kalsium berfungsi dalam proses pembentukan gigi serta tulang janin. Lewat konsumsi kalsium yang cukup selama kehamilan, ibu hamil pun dapat terhindar dari osteoporosis.

Mengapa mengisi asupan kalsium sangatlah penting? Pasalnya, jika ibu hamil tidak memiliki kalsium yang cukup, maka kebutuhan janin akan kalsium akan diambil dari kalsium ibunya. Asupan kalsium bisa diperoleh dari makanan, minuman, atau suplemen kalsium.

Jumlah kalsium yang dikonsumsi tersebut hendaknya tidak melebihi batas maksimal. Berdasarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), kebutuhan kalsium per hari saat hamil adalah 1200 mg.

Dari berbagai jenis makanan, dr. Irma kemudian memaparkan berbagai jenis makanan sumber kalsium yang aman dikonsumsi ibu hamil.

“Sumber bahan makanan untuk menjaga kesehatan tulang ibu hamil yang mengandung kalsium di antaranya ikan laut, telur, bayam, keju, susu, yoghurt, brokoli, kacang-kacangan, tahu, tempe, sayur-sayuran, dan sebagainya,” terangnya.

Selain kalsium, kesehatan tulang dapat tetap terjaga apabila ibu hamil mencukupi kebutuhan vitamin D dari sayuran yang berwarna hijau, serta paparan dengan sinar matahari antara pukul 10.00–14.00 WIB dengan menghindari periode puncak paparan UV dari sinar matahari.

Selain kalsium, kesehatan tulang dapat tetap terjaga apabila ibu hamil mencukupi kebutuhan vitamin D. Vitamin D dapat dijumpai pada sayuran yang berwarna hijau, serta paparan dengan sinar matahari antara pukul 10.00–14.00 WIB.

Selain memperhatikan asupan nutrisi, ibu hamil juga tidak boleh melupakan olahraga. Aktivitas ini sangat vital dalam menjaga kesehatan tulang. Jenis olahraga yang disarankan adalah jalan-jalan di pagi hari, senam ibu hamil, yoga khusus ibu hamil, dan berenang.

1 dari 2 halaman

Yang harus dihindari ibu hamil

Tak ada ibu hamil yang menginginkan hal buruk terjadi pada dirinya dan bayi dalam kandungan. Menurut dr. Theresia Rina Yunita dari KlikDokter, agar kehamilan sehat dan janin tumbuh sempurna, pahami pantangan di masa kehamilan yang bisa berdampak buruk pada kesehatan ibu hamil dan janin. Beberapa hal yang harus dihindari oleh ibu hamil adalah:

1. Merokok

Sebuah jurnal medis yang menggabungkan hasil dari 43 penelitian membuktikan bahwa merokok atau sering menghirup asap rokok selama masa kehamilan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung bawaan pada bayi.

2. Konsumsi minuman beralkohol

Sebuah studi memaparkan bahwa konsumsi alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran janin, pertumbuhan wajah yang tidak normal, dan kematian pada bayi yang dilahirkan. Hal ini pun diamini oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

“Alkohol merupakan zat yang sulit diproses oleh tubuh. Saat ibu hamil mengonsumsinya, alkohol akan masuk melalui aliran darah plasenta. Karena sulit diproses, maka alkohol akan menghambat perkembangan sel janin. Kondisi ini yang kemudian mengganggu perkembangan otak dan bagian tubuh janin, termasuk wajah, tulang, dan organ tubuh lainnya,” jelas dr. Sepri.

3. Mengonsumsi kafein yang terlalu tinggi

Konsumsi minuman berkafein yang tinggi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kegagalan pertumbuhan janin atau tidak normal. Jumlah konsumsi kafein yang dikatakan aman per hari yaitu 300 mg.

Kehamilan adalah momen yang sangat dinanti bagi pasangan yang ingin memiliki momongan. Oleh sebab itu, ibu hamil wajib menjaga kesehatan tulang dan tubuhnya untuk mewujudkan tulang kuat dan kehamilan yang sehat. Dengan demikian, si Kecil pun akan tumbuh sehat tanpa kurang suatu apa un.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar