Sukses

Ini Bedanya Muntah karena Kehamilan dan Penyakit

Bagi wanita, muntah sering jadi penanda datangnya kehamilan. Tapi, bagaimana cara membedakannya dengan muntah karena adanya penyakit?

Klikdokter.com, Jakarta Bagi wanita yang sedang menantikan buah hati terkadang muntah adalah salah satu kondisi yang ditunggu-tunggu karena menandakan kondisi kehamilan. Tapi, saat Anda merasa mual dan muntah, jangan senang dulu. Karena bisa jadi, muntah yang Anda alami justru merupakan gejala penyakit tertentu.

Muntah karena hamil atau sakit?

Mual dan muntah merupakan keluhan yang paling sering terjadi ketika memasuki masa kehamilan. Sebagian besar wanita yang sedang hamil biasanya akan mengalami hal ini atau yang biasa disebut morning sickness, terutama pada awal kehamilan.

Namun, muntah juga bisa terjadi pada orang yang sedang sakit. Hal ini tentu bisa membingungkan bagi wanita. Terutama, bagi wanita yang tengah mengharapkan momongan. Lalu, apa yang membedakan muntah karena hamil dengan muntah karena penyakit?

Secara garis besar, muntah untuk kedua alasan tersebut hampir mirip. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa membedakannya. Hal ini dijelaskan oleh dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter.

"Secara garis besar sih sama ya, karena muntah biasa terjadi karena adanya sesuatu di lambung. Tapi kalau muntah karena hamil biasanya disertai dengan terlambatnya menstruasi, lalu ada tanda-tanda kehamilan lainnya juga seperti mual, lemas, dan kadang payudaranya juga bengkak," ujarnya.

Berbeda dengan kondisi tersebut, muntah karena penyakit menurut dr. Devia biasanya hanya disertai perut kembung. “Yang jadi membedakan adalah masalah terlambatnya menstruasi dan tanda kehamilan lainnya," sambungnya.

Jadi bagi Anda wanita yang sudah menikah dan mengalami mual disertai muntah serta memiliki tanda-tanda yang disebutkan dr. Devia di atas, bisa jadi Anda sedang hamil. Namun untuk lebih jelasnya, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

1 dari 2 halaman

Muntah di awal kehamilan adalah wajar

Selain sebagai penanda Anda sedang hamil, mual dan muntah yang biasanya terjadi selama 12 minggu awal kehamilan adalah hal yang wajar bagi ibu hamil. Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, penyebab dari mual dan muntah pada kehamilan ini dikaitkan dengan peningkatan kadar hormon HCG (human chorionic gonadotropin) dan estrogen.

Meskipun demikian, mekanisme kedua hormon tersebut dapat menyebabkan  mual dan muntah selama kehamilan masih belum bisa dijelaskan. Lalu, bagaimana dengan ibu hamil yang merasakan mual dan muntah sampai trimester akhir kehamilan?

Walau kasus seperti ini sangat jarang terjadi, kondisi ini masih tergolong normal. Hanya sekitar 20 persen ibu hamil yang merasakan keluhan mual dan muntah dari awal hingga usia akhir kehamilan.

Bahaya muntah karena kondisi lainnya

Selain muntah sebagai tanda kehamilan, muntah kerap terjadi pada orang yang mengalami gangguan kesehatan atau adanya kondisi tertentu. Biasanya, muntah tidak berbahaya, tetapi bisa menjadi tanda penyakit yang lebih serius.

Menurut WebMD, beberapa contoh kondisi serius yang dapat mengakibatkan mual atau muntah termasuk gegar otak, meningitis (infeksi pada lapisan membran otak), penyumbatan usus, radang usus buntu, dan tumor otak.

Selain itu, bahaya muntah adalah membuat tubuh dehidrasi karena cairan dikeluarkan lewat mulut. Bagi orang dewasa, kondisi muntah sebenarnya tidak terlalu berbahaya karena sudah bisa mendeteksi gejala dehidrasi, seperti peningkatan rasa haus, serta bibir atau mulut kering.

Tetapi bagi anak-anak, muntah lebih berisiko membuat mereka mengalami dehidrasi, terutama jika mereka juga mengalami diare. Hal ini karena anak-anak belum paham seputar hal tersebut dan masih sulit mengomunikasikan gejala dehidrasi.

Sementara itu, muntah berulang dalam kehamilan dapat menyebabkan kondisi serius yang disebut hiperemesis gravidarum. Itu berarti ibu hamil bisa mengalami ketidakseimbangan cairan dan mineral yang dapat membahayakan nyawanya atau janinnya.

Bila muntah berlebihan, lapisan esofagus pun bisa robek. Kondisi ini juga dikenal dengan ‘air mata Mallory-Weiss’. Jika esofagus kemudian pecah, kondisi ini disebut sindrom Boerhaave, dan merupakan keadaan darurat medis.

Bagi wanita yang tengah menanti datangnya kehamilan, mual dan muntah bisa begitu membahagiakan. Meski demikian, gejala yang menyertainya harus diperhatikan agar Anda dapat membedakannya. Sebab, kondisi muntah ternyata juga dapat menandakan adanya penyakit tertentu. Jika muntah yang Anda alami dirasa sudah sangat mengganggu, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar