Sukses

Tips Jitu Mengendalikan Emosi di Kantor

Amarah yang berlebihan akan merugikan diri sendiri dan lingkungan kantor Anda. Ini cara ampuh mengendalikan emosi di tempat kerja Anda.

Kantor dapat menjadi sumber emosi negatif Anda, seperti cemas, marah, dan sedih. Bahkan terkadang—saat mengendalikan emosi di tempat kerja sulit dilakukan—emosi negatif tersebut “meledak” di kantor. 

Banyak situasi yang bisa membuat Anda hilang kendali. Misalnya, tugas dan deadline yang menumpuk, pemotongan anggaran, PHK, ataupun target tidak tercapai. Mengelola emosi mungkin jauh lebih sulit dalam keadaan-keadaan ini. 

Namun, apa pun situasinya, Anda bebas memilih cara bereaksi terhadap sesuatu. Yang perlu diingat, meluapkan emosi di kantor dapat merusak reputasi profesional Anda. 

Selain itu, emosi yang tak terkontrol juga bisa mengganggu produktivitas dan mood Anda sepanjang hari. Bukannya menyelesaikan masalah, ini bisa-bisa malah menambah masalah baru!

Artikel lainnya: Begini Cara Emosi Pengaruhi Sistem Imun Anda

1 dari 2 halaman

Tips Mengendalikan Emosi di Tempat Kerja

Ketimbang Anda marah-marah tak terkendali, lakukan beberapa cara mengendalikan emosi di tempat kerja berikut.

  1. Rehat Sejenak

Hindari langsung bereaksi saat seseorang atau pekerjaan membuat Anda emosi di kantor. Meski terkadang sulit untuk berpikir jernih, paling tidak usahakan untuk berpikir secara logis. 

Posisikan diri Anda menjadi orang lain dan cobalah untuk melihat situasi yang Anda alami dari pandangan orang ketiga. Berikan diri Anda waktu untuk rehat sejenak jika sedang berada di situasi yang penuh emosi di kantor.

Anda bisa memesan makanan atau minuman favorit, seperti segelas es kopi susu; atau melakukan perawatan di salon sepulang kerja. Ini dapat membantu Anda untuk rehat sejenak. 

  1. Jangan Diambil Hati

Anda tidak pernah tahu stres atau masalah personal apa yang sedang dialami oleh klien, atasan, rekan kerja, atau bawahan. Masalah tertentu terkadang memengaruhi kinerja seseorang dalam pekerjaan.

Jangan terbawa suasana dan larut dalam emosi. Marah dan stres berlarut-larut hanya akan berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Seperti sakit kepala, tekanan darah tinggi, dan juga sulit tidur.

Artikel lainnya: Mengelola Emosi dengan Anger Management, Ini yang Perlu Anda Tahu

  1. Strategi “Mengotakkan Perasaan”

Strategi ini dapat Anda lakukan jika emosi Anda di kantor banyak dipengaruhi oleh stresor yang berasal dari rumah atau kehidupan pribadi Anda. Coba batasi diri dan tinggalkan permasalahan pribadi di rumah.

Gunakan waktu yang dihabiskan di perjalanan ke kantor untuk membebaskan dan mengosongkan pikiran dari permasalahan tersebut. Anda akan tiba di kantor dengan perasaan yang lebih ringan.

Hal sebaliknya dapat Anda lakukan, dengan tidak membawa “urusan” atau permasalahan yang ada di kantor kembali ke rumah. 

Strategi ini akan memberikan Anda waktu penuh di rumah untuk berelaksasi sebelum kembali menghadapi pekerjaan esok hari.

  1. Hindari Membuat Keputusan Saat Sedang Emosi

Jangan berkata membuat keputusan penting saat emosi sedang memuncak. Insting manusia saat emosi biasanya adalah membuka mulut dan mulai mengeluarkan kata-kata marah. 

Tapi tahan keinginan itu. Bisa jadi Anda melontarkan kalimat yang akan disesali nanti.

Lebih  baik, tarik napas panjang, lalu hitung sampai sepuluh. Berikan jeda beberapa saat untuk menjernihkan pikiran sebelum mulai berbicara. Jangan biarkan kemarahan atau emosi menguasai diri Anda.

Artikel lainnya: Tidak Bisa Mengontrol Emosi, Apakah Ada Gangguan Kepribadian?

  1. Alihkan pada Kegiatan Lain

Saat sedang emosi di kantor, cobalah alihkan pada kegiatan lain. Semisal jika rekan kerja sedang membuat emosi, cobalah jauhkan diri Anda. 

Cari ruangan yang tenang di kantor dan alihkan pada kegiatan lain. Anda juga bisa bekerja sambil mendengarkan musik yang menenangkan.

Anda juga bisa mengalihkan emosi negatif tersebut pada kegiatan yang positif, seperti berolahraga. Olahraga merupakan aktivitas yang baik untuk merangsang pengeluaran hormon endorfin dan memperbaiki mood.

  1. Berpikir Logis

Mengekspresikan emosi bukan berarti Anda melampiaskan kemarahan dan frustrasi tidak terkontrol. Ketika Anda sudah berpikir jernih, sampaikan kepada orang yang dimaksud dengan jelas dan langsung pada poin masalah dan hal yang menganggu pikiran.

Dibandingkan fokus pada hal-hal yang membuat Anda marah, cobalah pikirkan solusi yang terbaik agar kejadian yang sama tidak terulang. Misalnya, ada karyawan Anda baru saja melakukan kesalahan fatal dan membuat Anda kesal.

Dibandingkan langsung marah-marah, beritahu dengan baik apa yang seharusnya ia lakukan. Berikan pelatihan tambahan jika diperlukan. 

Artikel lainnya: Perlukah Remaja yang Mudah Emosi Minum Obat Penenang?

  1. Ketahui Pencetus Emosi Anda

Apa yang membuat Anda tersulut emosi saat sedang di kantor? Apakah atasan yang sering memarahi Anda, rekan kerja yang menyebalkan, pekerjaan yang menumpuk, atau sekadar meja kerja yang berantakan?

Ketahui pencetus emosi Anda saat di kantor. Usahakan untuk menghindari pencetus emosi tersebut. Jika tidak mungkin, paling tidak Anda dapat mengantisipasi ketika berhadapan dengan orang tersebut.

  1. Mempelajari Teknik Relaksasi

Baik itu meditasi, olahraga, atau hanya bernapas panjang dan dalam, penting untuk mengetahui dan mempelajari teknik relaksasi yang sesuai dengan diri Anda. Salurkan emosi melalui hal yang menenangkan diri.

Untuk teknik relaksasi singkat saat merasa emosi dan perlu menenangkan diri dengan cepat, Anda bisa menarik napas panjang, dan memejamkan mata. Selain itu, juga bisa berjalan keluar ruangan sebentar untuk mendinginkan kepala.

Untuk emosi yang lebih kompleks dan butuh relaksasi lebih panjang, Anda bisa belajar meditasi, yoga, atau menyalurkannya melalui olahraga. Hal-hal ini dapat membantu tubuh memproduksi endorfin sehingga mood menjadi lebih baik.

Itulah delapan tips jitu untuk mengendalikan emosi di kantor. Awalnya mungkin tidak mudah, terlebih saat banyak masalah di kantor. Tapi, cobalah untuk lebih sabar dan jernih berpikir dalam situasi apa pun. Cari tahu info lain terkait pengendalian emosi di aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

0 Komentar

Belum ada komentar