Sukses

Dampak Positif Nonton TV untuk Anak

Menonton TV tak selalu buruk untuk anak! Kegiatan ini juga bisa seru dan edukatif asal orang tua tahu panduannya.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak dapat dimungkiri bahwa di zaman sekarang, banyak sekali acara untuk anak-anak yang seru dan edukatif. Pastinya anak Anda punya tontonan atau karakter kartun favorit yang selalu ia “kunjungi” tiap hari. Namun, apakah orang tua dapat membiarkan anaknya menonton TV setiap waktu? Apakah semua acara anak-anak dapat ditonton dengan bebas tanpa bimbingan orang tua?

Menonton TV dan perkembangan anak

Bagi anak-anak, gambar yang bergerak dengan berbagai warna cerah dan mengeluarkan suara tentu lebih menarik dibandingkan dengan gambar-gambar yang tidak bergerak. Ini menjadi alasan mengapa anak-anak senang sekali menonton TV.

Namun, berdasarkan pengamatan para ahli perkembangan anak, menonton TV menunjukkan dampak negatif pada anak-anak usia dini, yaitu keterlambatan dalam perkembangan bicara. Saat menonton TV, anak-anak tidak dapat memberikan respons verbal secara dua arah. Hal ini dinilai menghambat anak-anak dalam belajar bicara.

Meski demikian, bukan berarti bahwa menonton TV tidak memberikan efek positif sama sekali. Menonton TV dapat membantu anak usia dini yang sedang belajar bicara, yakni dapat mengajarkan anak kosakata baru. Tentu saja dengan syarat bahwa acara yang ditonton oleh anak-anak adalah program  edukatif dengan pembicaraan yang mengajarkan kosakata baru.

Sedangkan untuk acara yang tidak menyertakan pembicaraan dan hanya gambar bergerak dengan suara musik, itu tidak dapat membantu anak dalam mengembangkan kosakata dalam berbicara.

Karena itu, agar menonton TV dapat memberikan manfaat optimal, orang tua perlu mendampingi anak saat aktivitas tersebut. Bila acara yang ditonton tidak menyertakan pembicaraan dan hanya berupa gambar bergerak dan suara musik, orang tua dapat mengajak anak berbicara dan mendiskusikan acara tersebut sehingga anak dapat berinteraksi secara dua arah sekaligus belajar berbicara.

Jika acara yang ditonton menyertakan pembicaraan, orang tua dapat mendampingi untuk menekankan kosakata tersebut. Orang tua bisa menstimulasi anak untuk mengatakan kosakata baru tersebut dan mengulang-ulang kosakata tersebut.

Batasan nonton TV pada anak

Setiap orang tua perlu memberikan batasan waktu kepada anak dalam menonton. Ini penting agar anak tetap dapat melakukan aktivitas yang lain. Rekomendasi dari Association of American Pediatrics, untuk anak-anak berusia 2-5 tahun yang sedang belajar berbicara, waktu menonton TV yang dianjurkan paling maksimal hanya 1 jam dalam sehari. Programnya juga harus berkualitas untuk anak-anak.

Sementara untuk anak-anak berusia di bawah 18-24 bulan, sebaiknya tidak terpapar dengan TV sama sekali. Orang tua juga perlu menyeleksi program acara TV yang akan ditonton, karena tidak semua acara TV memberikan manfaat yang baik. Simak terlebih dahulu acara anak-anak tersebut agar Anda dapat mengetahui manfaat yang dapat diperoleh si Kecil dari situ.

Menurut American Heart Association, terlalu banyak menonton TV akan menurunkan kualitas tidur dan kemampuan sosial, serta meningkatkan risiko masalah kesehatan yang berhubungan dengan duduk dalam jangka waktu lama, seperti obesitas. Bagi orang tua, penting juga untuk tidak memberikan anak gawai dan menggunakan gawai secara berlebih di depan anak.

Menonton TV dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi anak. Semuanya bergantung dari bagaimana orang tua mendampingi anak dalam menonton TV. Jadi pastikan Anda tidak lengah saat anak sedang menonton TV, ya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar