Sukses

5 Aktivitas Harian Ini Jauhkan Anda dari Demensia

Jauhkan diri Anda dari demensia dengan lima aktivitas harian di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Demensia begitu rentan menyerang seseorang saat memasuki fase lansia, meski gejalanya sudah terlihat sejak masih muda. Demensia adalah gangguan fungsi kognitif menyeluruh dari otak yang ditandai gangguan fungsi memori atau daya ingat.

Awalnya, memori jangka pendek yang terganggu, disusul ingatan jangka menengah dan panjang. Menurut dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, hal ini sangat tergantung pada tingkat keparahannya.

“Kondisi demensia disertai satu atau lebih gangguan fungsi kognitif lain. Di antaranya kemampuan berbahasa, orientasi atau kemampuan bertindak secara berencana dan mengambil keputusan, berhitung, serta pengenalan benda,” ujar dr. Nadia.

Faktanya, demensia bukanlah suatu penyakit, melainkan kumpulan gejala terkait dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, serta interaksi sosial, yang sangat mengganggu kualitas hidup dan fungsi sehari-hari.

Gangguan ini muncul akibat interaksi kompleks dari berbagai faktor, seperti usia, genetik, lingkungan, kebiasaan atau gaya hidup, dan riwayat penyakit yang dialami.

Faktor risiko seperti usia atau genetik memang tidak dapat diubah. Akan tetapi, faktor risiko lain yang berkaitan dengan kebiasaan atau gaya hidup, sangat bisa diperbaiki untuk menurunkan risiko demensia.

Aktivitas harian apa yang bisa menjauhkan Anda dari demensia? Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:

  1. Memperhatikan gaya hidup

Sebuah penelitian yang digagas Komisi Internasional Lancet tentang pencegahan dan perawatan demensia pada tahun 2017, menyimpulkan bahwa 35 persen kasus demensia dapat ditunda atau bahkan dihindari sama sekali.

Maria C. Carrillo, peneliti dari Alzheimer Association, menjelaskan pola gaya hidup adalah salah satu faktor yang dapat mengurangi risiko tersebut. Meskipun Anda tidak dapat mengubah gen yang diwarisi, sejumlah faktor risiko dapat diredam lewat gaya hidup sehat.

  1. Belajar sepanjang waktu

Para peneliti mengatakan saat melihat otak selama autopsi, mereka sering melihat tanda-tanda kerusakan bahkan ketika pasien tidak mengalami demensia. Oleh karena itu, para peneliti berteori bahwa para pasien tersebut memungkinkan otak mereka memiliki kapasitas ekstra yang cukup untuk tetap tajam meskipun ada kerusakan fisik.

Laporan Komisi Lancet menekankan hubungan antara kurangnya sekolah formal dan demensia, yang menunjukkan bahwa apa yang terjadi pada kita di awal kehidupan dapat membangun kapasitas ini.

Orang dengan status sosial ekonomi yang lebih tinggi selama masa kanak-kanak memiliki kecenderungan yang lebih kecil dalam mengembangkan demensia. Sementara itu, orang-orang yang pergi ke sekolah setidaknya melalui tingkat menengah juga lebih baik.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Jangan abaikan waktu tidur

Menurut laporan di Journal of the American Geriatrics Society, kurang tidur di bawah 5 jam atau sebaliknya, yakni sampai 10 jam, dapat meningkatkan risiko demensia dan kematian dini.

Jika Anda menderita insomnia yang berlangsung lebih dari beberapa hari atau minggu pada suatu waktu, spesialis tidur mungkin dapat membantu mengetahui cara mengatasinya. Jika Anda tidak cukup tidur semalam penuh, segera perbaiki demi kesehatan otak Anda.

  1. Rajin olahraga

Semakin sehat tubuh dan otak, semakin mumpuni pula Anda dalam menunda gejala penurunan kognitif yang dapat menyebabkan gangguan kognitif ringan, dan itu dapat menyebabkan jenis demensia, termasuk Alzheimer. The Lancet Commission melaporkan bahwa tingkat intensitas olahraga yang tinggi lebih protektif daripada rendah.

  1. Seimbangkan berat badan

Sebuah studi menganalisis rekam medis lebih dari 1 juta orang dewasa. Ditemukan bahwa mereka dengan indeks massa tubuh yang lebih besar pada usia paruh baya, lebih mungkin mengembangkan demensia beberapa dekade kemudian. Mempertahankan berat badan yang sehat akan membantu melindungi otak.

Selain itu, hindari juga kebiasaan-kebiasaan buruk lain untuk mencegah demensia sejak dini. Misalnya, merokok, begadang, minum minuman keras, hingga selalu menjaga keseimbangan kadar gula darah. Nah, hidup yang sehat dan berkualitas di masa mendatang selalu dimulai dengan kebiasaan baik di masa sekarang, bukan?

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar