Sukses

Rutin Olahraga Ternyata Bisa Memengaruhi DNA

Tak hanya bikin sehat, olahraga teratur ternyata juga bisa memengaruhi Anda hingga ke DNA, lho!

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga memiliki sejuta manfaat bagi tubuh manusia. Namun, tampaknya belum banyak yang tahu kalau olahraga tak hanya membuat tubuh sehat dan bugar, tapi juga dapat memengaruhi DNA. Apa maksudnya?

Hubungan olahraga dan DNA

Olahraga telah diketahui merupakan salah satu aktivitas yang mampu menjaga kebugaran tubuh melalui dampaknya pada cara kerja sel di tubuh. Rutin berolahraga dapat memengaruhi bagian sel yang berfungsi mencerna gula, sehingga membuat metabolisme menjadi lebih baik, optimal, dan efisien.

Berdasarkan hal tersebut, beberapa peneliti di Institut Karonlinska, Swedia, kemudian meneliti apakah dampak olahraga pada cara kerja sel ini bekerja hingga ke level DNA.

DNA merupakan ‘cetak biru’ sel dalam memproduksi berbagai komponen protein, termasuk protein yang terlibat dalam pelepasan energi. Mengetahui dampak olahraga pada DNA akan menjadi terobosan baru yang dapat memengaruhi persepsi dunia ilmiah dan masyarakat terhadap pentingnya olahraga secara rutin.

Perlu diingat, memengaruhi tidaklah sama artinya dengan mengubah. Olahraga tidak mengubah DNA seseorang, tapi disinyalir dapat memengaruhinya. Melalui studi ini, peneliti mencoba membuktikan apakah ada perbedaan ekspresi gen sebelum dan setelah olahraga pada subjek yang diteliti.

Peserta penelitian yang terdiri dari pria dan wanita pada kelompok umur rata-rata 25 tahun diminta untuk melakukan olahraga sepeda statis. Aktivitas ini didahului dengan berpuasa terlebih dahulu pada malam sebelumnya.

Peneliti kemudian menilai perubahan dengan mengambil sampel jaringan otot peserta sebelum dan sesudah olahraga. Selanjutnya para peneliti membandingkan metilasi DNA kedua sampel tersebut di laboratorium.

Metilasi DNA sendiri merupakan sebuah mekanisme perubahan ekspresi genetika yang disebabkan oleh adanya perubahan susunan DNA, pada kondisi ini yaitu adanya penambahan komponen metil pada DNA tersebut. Proses ini dapat berefek salah satunya pada kecepatan gen dalam memproduksi protein, yang akan memengaruhi fungsi metabolisme dalam tubuh seseorang.

Pada penelitian ini, ditemukan bahwa olahraga menurunkan metilasi DNA pada subjek yang diteliti. Penurunan proses metilasi ini kemudian meningkatkan fungsi berbagai gen yang memiliki peranan penting dalam kinerja sel-sel dalam tubuh. Salah satunya sel yang bertugas memproduksi energi.

Penelitian ini juga menemukan bahwa olahraga dengan intensitas yang lebih tinggi memiliki dampak yang lebih besar dalam penurunan proses metilasi tersebut. Dengan demikian, semakin rutin dan tinggi intensitas olahraga yang dilakukan, semakin besar energi yang dapat dihasilkan oleh sel-sel dalam tubuh.

Namun, pada pembacaan hasil lab jaringan 48 jam setelah olahraga, kondisi metilasi DNA kembali ke kondisi semula seperti saat sebelum olahraga. Hal ini membuktikan bahwa efek olahraga pada DNA hanya bersifat sementara. Jadi, terbukti olahraga tidak mengubah DNA, tapi hanya memengaruhinya saja.

Hasil penelitian ini tentunya semakin mendukung fakta bahwa olahraga membawa dampak yang baik bagi tubuh, bahkan hingga ke level DNA. Karena sifatnya yang hanya sementara, maka olahraga secara rutin dan konsisten diperlukan agar tubuh senantiasa berada pada kondisi yang optimal serta dapat terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Jadi, sudahkah Anda olahraga hari ini?

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar