Sukses

Amankah Tren Detoks Tubuh dengan Activated Charcoal?

Sudah sempat mencoba detoks tubuh dengan activated charcoal? Apakah Anda tahu tentang tingkat keamanan dari metode yang satu ini?

Klikdokter.com, Jakarta Activated charcoal atau lebih dikenal dengan sebutan arang aktif semakin banyak digunakan dalam dunia kesehatan. Ini karena activated charcoal dapat berfungsi sebagai pembersih wajah, pemutih gigi dan sebagai campuran makanan. Karena sifatnya “membersihkan”, activated charcoal bahkan dianggap dapat digunakan untuk detoks tubuh!

Perlu Anda tahu, activated charcoal dibuat melalui pemanasan material yang kaya zat karbon. Arang jenis ini telah mengalami pemrosesan dengan pemanasan tinggi atau dengan menggunakan bahan kimia. Sehingga, pori-pori yang berukuran mikro akan terbuka dan mampu menyerap berbagai zat.

Activated charcoal di dunia kesehatan

Activated charcoal dalam dunia kesehatan digunakan untuk menangani kasus keracunan, terutama keracunan makanan atau obat. Saat seseorang mengalami keracunan, dokter akan memberikan activated charcoal untuk menyerap dan menetralisir racun yang masuk ke dalam saluran cerna. Racun yang sudah terserap tersebut nantinya akan dikeluarkan melalui feses, sehingga tidak diserap oleh tubuh.

Namun demikian, perlu diingat bahwa pori-pori mikro pada activated charcoal sebenarnya tidak selektif terhadap racun saja. Pori-pori tersebut juga dapat menyerap zat gizi atau obat, yang penting dan memang dibutuhkan oleh tubuh.

Sebagai contoh, jika Anda mengonsumsi obat penurun tekanan darah dan activated charcoal bersamaan, maka sebagian kandungan obat tersebut akan diserap oleh arang aktif. Hal ini akan mengurangi efek obat dalam menurunkan tekanan darah.

Lebih jauh, activated charcoal juga kerap digunakan dalam dunia kedokteran pada kasus diare dengan feses yang sangat cair. Ini karena activated charcoal dapat menyerap kelebihan cairan dalam saluran cerna, sehingga membuat tinja lebih padat.

Pada kasus diare, activated charcoal memang memberikan manfaat. Namun pada orang yang tidak mengalami diare, activated charcoal justru dapat menyebabkan BAB atau buang air besar keras sehingga sulit dikeluarkan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

Keamanan detoks dengan activated charcoal

Banyak anggapan yang menyebut bahwa activated charcoal beramanfaat untuk menurunkan kolesterol, meminimalkan gas, mencegah mabuk, hingga membantu detoks tubuh. Sayangnya, bukti klinis yang mendukung anggapan tersebut masih sangat terbatas.

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa penggunaan activated charcoal dalam dunia medis adalah untuk tujuan keracunan makanan atau obat, juga kasus diare yang parah. Itulah sebabnya, mengonsumsi activated charcoal setiap hari untuk detoks tubuh adalah tindakan yang tidak dianjurkan.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk membantu proses detoks dalam tubuh? Anda tidak perlu khawatir untuk yang satu ini. Pada prinsipnya, organ hati dan ginjal dapat menetralkan sejumlah kecil racun yang masuk ke dalam tubuh. Jika Anda ingin proses ini berlangsung lebih efektif, minumlah air putih dalam jumlah cukup dan konsumsilah buah-buahan yang mengandung antioksidan.

Sekarang Anda sudah tahu bahwa detoks dengan activated charcoal adalah hal yang tidak dianjurkan, apalagi bila melakukannya tanpa indikasi apa-apa. Mulai saat ini, Anda sebaiknya mulai menanggapi segala informasi dengan lebih bijak lagi. Jangan sampai sesuatu yang seharusnya bermanfaat malah menggiring Anda kepada malapetaka gara-gara salah informasi.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar