Sukses

Efek Diet Bebas Gluten pada Tumbuh Kembang Anak

Sebelum menerapkan diet bebas gluten kepada anak, baca dulu fakta-faktanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit orang tua memberikan diet bebas gluten kepada anaknya. Sebagian dipengaruhi oleh rumor bahwa jenis diet ini dapat menurunkan gejala hiperaktif pada anak. Apa itu benar?

Diet bebas gluten adalah diet yang menghilangkan protein gluten dari makanan sehari-hari. Protein gluten ditemukan pada sumber bahan makanan seperti gandum dan oat. Awalnya diet bebas gluten direkomendasikan untuk pasien dengan penyakit celiac dan kelainan ataksia. Namun belakangan, diet bebas gluten marak diterapkan oleh siapa saja, lebih seperti gaya hidup.

Memang, diet bebas gluten sangat meningkat pelakunya dalam 30 tahun terakhir. Setidaknya 15.5 milar dolar dihabiskan per tahun untuk membeli makanan bebas gluten. Jumlah yang fantastis, padahal tidak semua orang paham betul apa manfaat di baliknya.

Adakah pengaruhnya pada tumbuh kembang anak?

Sampai saat ini, belum ada penelitian yang secara tegas menyatakan bahwa konsumsi gluten akan memengaruhi psikologis anak, khususnya menjadi hiperaktif. Maraknya diet bebas gluten di berbagai negara, justru dapat menimbulkan risiko negatif apabila dilakukan oleh seseorang dengan tidak tepat. Apa sajakah gejala yang dapat terjadi?

1. Kekurangan mikronutrien

Bahan makanan gandum mengandung vitamin, terutama pada bagian terluarnya. Tidak mengonsumsi bahan makanan ini akan menimbulkan risiko kekurangan vitamin, apalag jika anak tidak memenuhi asupan vitamin dari makanan lain.

2. Kekurangan serat

Bahan makanan gandum juga mengandung serat yang tinggi. Konsumsi gandum sesungguhnya baik untuk mengoptimalkan fungsi saluran cerna dan memperbaiki pola buang air besar anak.

3. Bisa meningkatkan konsumsi gula

Konsumsi gandum akan menurunkan risiko peningkatan kadar gula darah dan kelainan profil lemak darah. Ini karena gandum mengandung rendah gula dan rendah lemak, tetapi cepat membuat kenyang.

Bila anak sama sekali tidak mengonsumsi gandum, kemudian menggantinya dengan sumber makanan lain yang kurang tepat (misal, nasi putih yang tinggi karbohidrat dan gula), maka dapat memicu gangguan kesehatan lainnya.

Diet bebas gluten direkomendasikan kepada anak-anak yang memiliki penyakit celiac. Pada anak dengan celiac, terjadi intoleransi terhadap gluten. Anak tersebut tidak dapat menyerap gluten dengan baik, malahan konsumsi gluten dapat menyebabkan kelainan pencernaan.

Ya, gluten pada anak dengan celiac akan merangsang peradangan di permukaan usus, sehingga tidak hanya bahan makanan bersumber gluten, bahan makanan lain pun dapat terganggu penyerapannya.

Penyerapan makanan yang terganggu akan menyebabkan berat badan anak menjadi lebih rendah. Bila tidak dikoreksi, lama-kelamaan tinggi badannya juga ikut terkena, anak dapat lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya. Keluhan lain seputar pencernaan seperti nyeri perut, mual dan muntah juga sering terjadi.

Asupan nutrisi yang tidak terpenuhi juga akan memengaruhi perkembangan anak. Sebab otak membutuhkan nutrisi yang memadai supaya dapat berfungsi dengan baik. Otak merupakan organ kompleks yang membutuhkan banyak zat gizi. Tak hanya kecerdasan kognitif, kekurangan zat gizi seperti asam folat, vitamin D, dan asam lemak esensial dapat menimbulkan kelainan pola pikir, perilaku, dan mood.

Jadi, memang benar bahwa diet bebas gluten dapat memperbaiki tumbuh kembang anak, bila dilakukan pada anak dengan kecenderungan intoleransi terhadap gluten. Namun bila tidak, sebaiknya tidak diterapkan. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan, ya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar