Sukses

Ibu Hamil Makan Nanas, Berisiko Lahirkan Bayi Prematur?

Diyakini mengakibatkan keguguran, kini nanas juga dituding dapat menyebabkan ibu hamil melahirkan bayi prematur. Apa kata medis?

Klikdokter.com, Jakarta Nanas tampaknya menjadi musuh bebuyutan para ibu hamil. Sebab buah yang satu ini dituding dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada ibu hamil, mulai dari keguguran hingga risiko melahirkan bayi prematur.

Mengetahui anggapan tersebut, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter angkat bicara. Ia berkata bahwa tidak ada makanan yang sebenarnya bisa menyebabkan terjadinya kelahiran prematur secara langsung, termasuk nanas. Jadi, nanas tidaklah “seseram” itu untuk ibu hamil, apalagi jika Anda mengonsumsinya cuma sedikit.

“Nanas tidak akan bisa membuat keguguran atau kelahiran prematur kalau dikonsumsi dalam batas yang wajar,” jelas dr. Ega.

Nanas itu sendiri mengandung kadar serat tinggi dan lemak yang rendah. Tak cuma itu, nanas juga kaya akan vitamin B1, B6, dan vitamin C yang baik untuk kesehatan jantung, sistem saraf, dan bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Jadi, jangan terlalu “memusuhi” nanas, ya. Karena, kalaupun Anda penggemar fanatik nanas, tinggal dikurangi saja porsi konsumsinya. Dan kalau masih ragu, tinggal konsultasikan saja kepada dokter terkait jumlah aman dalam mengonsumsi nanas selama kehamilan.

Lagipula, menurut dr. Ega, penyebab kelahiran prematur biasanya bukan karena makanan. Beliau mengatakan bahwa kelahiran prematur umumnya disebabkan oleh faktor dari ibu dan bayi.

Untuk faktor dari ibu, antara lain:

  • Ibu yang memiliki gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan minum-minuman beralkohol, berisiko lebih tinggi untuk melahirkan bayi prematur.
  • Wanita yang memiliki inkompetensi rahim atau leher rahim (serviks) yang mudah terbuka berisiko lebih tinggi untuk melahirkan secara prematur

Selain keadaan tersebut, terjadinya preeklamsia selama kehamilan juga turut meningkatkan risiko kelahiran prematur.

“Preeklamsia merupakan kondisi semasa kehamilan yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah (hipertensi) dan adanya protein di urine (proteinuria),” jelas dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Preeklamsia dapat mencegah plasenta mendapatkan cukup aliran darah, sehingga memicu bayi terlahir prematur dan memiliki berat badan rendah. Lebih parahnya lagi, preeklamsia juga bisa menyebabkan kematian di dalam kandungan akibat gangguan pembuluh darah janin.

Tak sebatas itu, preeklamsia juga bisa mengakibatkan komplikasi berupa gangguan ginjal dan serangan sesak napas berat akibat penumpukan cairan di paru alias endema paru. Lebih jauh, bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan preeklamsia cenderung memiliki organ pernapasan yang kecil dan tidak sempurna. Keadaan tersebut membuat bayi memerlukan pemantauan khusus di ruang intensif neonatus.

Sementara itu, untuk faktor risiko dari bayi, adanya kelainan kromosom atau genetika adalah yang menyebabkan tingginya risiko kelahiran prematur. “Biasanya kalau kembar, itu juga bisa tinggi risikonya untuk lahir premature,” tambah dr, Ega.

Mengetahui fakta medis ini, Anda dan ibu hamil lainnya sebaiknya tak lagi menanggap nanas sebagai musuh yang harus dihindari. Karena buah eksotis ini tidak berperan pada terjadinya keguguran atau kelahiran bayi prematur, selama dikonsumsi dalam jumlah secukupnya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar