Sukses

Kekurangan Zink Rentan Picu Anak Jadi Autis?

Zink sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan anak. Ada pendapat, kekurangan zink bisa picu anak jadi autis. Benarkah demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Zink (seng) merupakan salah satu nutrisi esensial untuk menunjang tubuh sehat. Zat ini berperan untuk membantu sistem imun melawan virus dan bakteri, membentuk protein dan DNA. Zink juga berguna untuk pertumbuhan yang normal dan perkembangan manusia dari masa kehamilan, anak-anak, hingga dewasa. Lalu, bagaimana jika anak kekurangan zink sejak dalam kandungan? Benarkah kondisi ini rentan memicu anak jadi autis. Adakah fakta medis di baliknya?

Sebenarnya, penyebab pasti autisme belum diketahui. Meski demikian perkembangan autisme pada anak telah dikaitkan dengan faktor genetik dan lingkungan, termasuk kekurangan (defisiensi) zink.

Namun, masih belum jelas seberapa besar pengaruh kondisi kekurangan zink ini memicu autisme pada anak. Namun para ilmuwan dari Stanford University School of Medicine, Amerika Serikat, telah mendefinisikan mekanisme mengenai kemungkinan peran kekurangan zink terhadap autisme pada anak. Hasil penelitian ini diterbitkan di jurnal medis “Frontiers in Molecular Neuroscience”.

Kaitan antara defisiensi zink dan autisme pada anak

Pada penelitian ini, para peneliti mendemonstrasikan bagaimana zink membentuk koneksi, atau sinapsis, antara sel-sel otak (neuron) yang terbentuk selama perkembangan awal melalui mesin molekuler kompleks yang dikendalikan oleh gen yang terkait dengan autisme.

Autisme cenderung muncul dalam tiga tahun pertama kehidupan. Selama masa ini, sinapsis terbentuk dan berubah dengan cepat.

"Autisme dikaitkan dengan varian gen tertentu yang terlibat dalam pembentukan, pematangan, dan stabilisasi zink selama perkembangan awal," kata Dr. Sally Kim, penulis utama penelitian kepada Newsweek.

Namun mengonsumsi terlalu banyak zink dapat mengurangi jumlah tembaga yang diserap tubuh, yang dapat menyebabkan anemia dan melemahnya tulang. Selain itu, defisiensi zink tidak selalu berarti karena pola makan, tetapi juga bisa disebabkan oleh adanya masalah dengan penyerapan di usus.

Selain adanya kemungkinan memicu autisme pada anak, anak yang kekurangan zink juga bisa mengalami:

  • Kelemahan fungsi neurologis, gangguan motorik dan kurang fokus yang berlangsung sampai dewasa.
  • Lemahnya kekebalan tubuh, karena pengaruhnya terhadap sistem imun.
  • Diare, karena terganggunya sistem imun.
  • Alergi, karena terjadi peningkatan histamin (zat penyebab alergi).
  • Penipisan rambut, disebabkan oleh kurangnya hormon tiroid yang merupakan dasar dari penyerapan zink.
1 dari 2 halaman

Penuhi kebutuhan zink anak

Zink bisa didapat dari berbagai jenis makanan seperti daging sapi tanpa lemak, tiram, biji-bijian, kacang-kacangan, serta produk susu dan olahannya. Kebutuhan zink harian bergantung pada usia.

  • Bayi baru lahir hingga 6 bulan: 2 mg
  • Bayi 7-12 bulan: 3 mg
  • Balita 1-3 tahun: 3 mg
  • Anak 4-8 tahun: 5 mg
  • Anak 9-13 tahun: 8 mg
  • Remaja laki-laki 14-18 tahun: 11 mg
  • Remaja perempuan 14-18 tahun: 9 mg

Perlu diingat, asupan zink untuk bayi 4-6 bulan cukup dari ASI saja. Ini karena ASI sudah mengandung zink yang cukup (2 mg per hari). Pada bayi 7-12, selain diberikan ASI bayi juga harus konsumsi MPASI yang direkomendasikan sesuai usia.

Autisme adalah cacat perkembangan seumur hidup yang bisa memengaruhi seseorang memandang dunia dan berinteraksi dengan orang lain. Karena adanya kemungkinan bahwa kekurangan zink rentan picu anak jadi autis, Anda harus mewaspadai ini. Memang belum ditemukan cara untuk mencegah autisme. Namun, ada beberapa cara untuk menurunkan risikonya. Jika Anda sedang hamil, hindari alkohol, kafein, dan merokok. Selain itu, perbanyak konsumsi sayuran dan buah, serta jalani pemeriksaan rutin ke dokter.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar