Sukses

Turunkan Risiko Penyakit Jantung dengan Konsumsi Makanan Rebusan

Apakah Anda tahu bahwa mengonsumsi makanan rebusan dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung? Ini fakta medis selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit jantung terus menjadi salah satu kondisi yang menyebabkan banyak kematian di dunia. Penyakit mengerikan ini dapat terjadi akibat berbagai hal, salah satunya pola makan yang tidak sehat.

Penelitian menyebutkan bahwa pola makan tinggi gorengan adalah salah satu yang disebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Hal ini karena makanan yang digoreng mengandung sejumlah lemak tidak sehat, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh. Semakin tinggi kadar LDL yang tertimbun, semakin besar pula risiko terjadinya penyakit jantung.

Lalu harus bagaimana?

Untuk menjaga tubuh tetap sehat, Anda wajib mengonsumsi makanan yang tepat. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan cara memasak makanan yang hendak dikonsumsi. Ini karena cara memasak memiliki dampak terhadap kandungan gizi pada makanan.

Terdapat beberapa cara memasak: rebus, kukus, goreng, atau bakar. Di antara semuanya, merebus atau mengukus adalah cara memasak yang paling sehat.

Faktanya, merebus atau mengukus merupakan cara menyajikan makanan yang umumnya tidak membutuhkan tambahan banyak bahan. Dengan merebus atau mengukus, Anda juga mungkin tidak membutuhkan bantuan penyedap rasa atau garam. Tak hanya itu, merebus atau mengukus juga menjauhkan Anda dari penggunaan minyak yang dapat meningkatkan kadar kolesterol pada makanan.

1 dari 2 halaman

Tips menyiapkan makanan sehat

Selain metode memasak yang tepat, terdapat beberapa prinsip memasak yang perlu Anda ketahui. Beberapa prinsip memasak tersebut, di antaranya:

  • Untuk bumbu, hindari penggunaan garam berlebihan. Ini karena porsi garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Hindari membeli makanan dalam kemasan, seperti makanan kaleng, fast food dan produk olahan lainnya. Berbagai makanan tersebut biasanya mengandung kadar garam dan bahan pengawet, yang berdampak negatif bagi kesehatan Anda. Untuk mengetahui kandungan nutrisi dari makanan yang dibeli, Anda dapat membaca tabel informasi nilai gizi yang tertera pada setiap kemasan.
  • Salad adalah jenis makanan sehat dengan berbagai bahan pangan yang segar atau direbus sementara. Salah satu komponen salad yang perlu Anda waspadai adalah saus salad. Untuk saus salad, akan lebih baik bila Anda memilih minyak zaitun, lemon, atau cuka, ketimbang saus yang mengandung krim atau mentega.
  • Jika Anda hendak mengolah sayur, hindari memasaknya terlalu lama. Ini karena perilaku tersebut dapat menghilangkan zat gizi yang terkandung di dalamnya.

Mulai saat ini, ganti cara memasak Anda dengan rebus atau kukus. Kalaupun Anda ingin tetap menggoreng, hindari metode deep fry dan gunakanlah minyak yang sehat seperti minyak zaitun atau kanola.

Dan yang paling penting, jangan lupa untuk mengombinasikan cara masak yang sehat dengan olahraga rutin dan teratur, cukup istirahat, serta kelola stres dengan baik. Dengan ini semua, risiko penyakit jantung dan keadaan berbahaya lainnya bisa ditekan sekecil-kecilnya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar