Sukses

Perlukah Anak Diet Bebas Gluten?

Diet bebas gluten disinyalir bisa mendatangkan beragam manfaat sehat pada setiap orang yang melakukannya. Perlukah anak menerapkannya juga?

Klikdokter.com, Jakarta Akhir-akhir ini diet bebas gluten sedang marak diperbincangkan. Pasalnya, metode diet tersebut dianggap dapat mendatangkan beragam manfaat sehat sehingga sangat dianjurkan untuk diterapkan oleh setiap orang termasuk anak.

Perlu Anda ketahui, diet bebas gluten adalah metode diet yang mewajibkan pelakunya untuk tidak mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan gluten. Ini berarti, mereka yang diet bebas gluten wajib menghindari jenis protein yang ditemukan dalam gandum, jali (barley), dan gandum hitam (rye).

Dalam pelaksanaannya, diet bebas gluten memiliki beberapa prinsip yang harus dipatuhi oleh orang yang melakukannya. Beberapa prinsip yang dimaksud, meliputi:

  • Hindari semua makanan yang mengandung gandum, gandum hitam, dan jelai (oat umumnya aman).
  • Hindari malt, kecuali dibuat dari jagung. Dalam penggunaan tepung, gunakan hanya yang terbuat dari beras, jagung atau maizena, buckwheat, millet, bayam, quinoa, sorgum, kentang, kacang kedelai, tapioka, teff, dan kacang.
  • Pati gandum dan produk yang mengandung pati gandum hanya boleh dikonsumsi jika kandungannya kurang dari 20 ppm gluten dan berlabel bebas gluten.
  • Sebelum mengonsumsi makanan yang sudah diproses, terlebih dahulu baca label dan pelajari komposisi di dalamnya.
  • Hati-hati terhadap obat-obatan, suplemen, zat aditif makanan, emulsifier, atau stabilizer makanan yang mungkin mengandung gluten

Pro dan kontra diet bebas gluten

Diet bebas gluten terbukti dapat memberikan manfaat signifikan untuk penderita penyakit celiac. Ini adalah penyakit yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap paparan gluten, di mana hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan lapisan usus halus dan menghambat penyerapan gizi. Pada anak, penyakit celiac dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang.

Di sisi lain, manfaat diet bebas gluten untuk orang yang sehat masih belum dapat dipastikan hingga saat ini. Dengan kata lain, diet tersebut belum terbukti dapat memberikan manfaat sehat untuk saluran pencernaan pada orang yang tidak mengalami penyakit celiac.

Lebih dari itu, karena metode diet bebas gluten mengharuskan pelakunya memilih asupan secara ketat, maka mereka lebih berisiko mengalami kekurangan zat gizi harian. Hal ini tentu tidak baik, apalagi jika berlangsung dalam waktu lama.

Atas alasan itu, diet bebas gluten sebaiknya tidak dilakukan oleh individu yang sehat. Ya, anak yang tidak memiliki penyakit celiac atau keadaan medis khusus juga tidak dianjurkan untuk menerapkan diet bebas gluten.

Mengetahui fakta medis ini, Anda sebaiknya tidak sembarang menerapkan metode diet bebas gluten atau lainnya untuk anak, apalagi tanpa adanya indikasi yang jelas dari dokter atau ahli gizi. Ini karena komposisi diet yang salah berpotensi mengambat tumbuh kembang si Kecil. Anda tak ingin sang buah hati mengalami hal tersebut, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar