Sukses

Kenali Perbedaan Pribadi Psikopat dan Sosiopat

Pembunuhan satu keluarga di Bekasi bikin gempar. Pelakunya yang sadis diduga merupakan psikopat. Lalu apa beda psikopat dan sosiopat?

Klikdokter.com, Jakarta Kasus pembunuhan satu keluarga di kawasan Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi, pada hari Selasa lalu (13/11) kini tengah menyita perhatian masyarakat. Para korban adalah pasangan suami istri dan dua anaknya. Polisi telah menetapkan seorang tersangka berinisial HS, yang dikatakan masih merupakan saudara dan sering menginap di kediaman korban. Tak sedikit orang yang percaya bahwa pembunuh memiliki kepribadian psikopat dan sosiopat. Apa perbedaan di antara keduanya.

Melansir dari Liputan6.com, korban tewas adalah Diperum Nainggolan (38), istrinya Maya Ambarita (37), dan keduanya anaknya, Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan. Diperum dan Maya ditemukan di ruang tamu dengan luka sayatan di leher, sedangkan Sarah dan Arya ditemukan di kamar tidur, diduga dibekap hingga kehabisan napas.

Pihak kepolisian masih mendalami motif pembunuhan ini. Dugaan sementara adalah karena dendam. Pasalnya, tersangka tidak mengambil harta benda lainnya yang ada di dalam rumah. Hanya mobil yang dibawanya untuk kabur.

Kasus ini ramai dibicarakan di media dan media sosial. Banyak yang menyebut pembunuhnya memiliki kepribadian psikopat atau sosiopat, atau keduanya.  Sebenarnya, apa perbedaan antara psikopat dan sosiopat?

Perbedaan antara psikopat atau sosiopat?

Sebagian besar ahli percaya psikopat dan sosiopat memiliki sifat yang sama. Orang-orang seperti ini memiliki pengertian yang buruk soal benar atau salah. Mereka juga tampaknya tidak dapat memahami atau membagikan perasaan kepada orang lain. Namun, ada beberapa perbedaan.

Seorang psikolog di Pusat Perawatan Kesehatan Mental Sacramento, Amerika Serikat - L. Michael Tompkins, EdD – memiliki pendapat yang menarik. Menurutnya ada perbedaan dalam hal hati nurani, yakni suara kecil di dalam hati yang memungkinan seseorang tahu ketika ia melakukan sesuatu yang salah.

Tompkins kemudian menjelaskan bahwa seorang psikopat tidak memiliki hati nurani. Saat seseorang dengan kepribadian psikopat berbohong atau mencuri uang Anda, ia tidak akan merasa bersalah. Bisa jadi ia akan berpura-pura. Seorang psikopat mungkin mengamati orang lain dan kemudian bertindak dengan cara mereka sendiri sehingga tidak ketahuan.

Sementara itu, seorang sosiopat biasanya memiliki hati nurani, tetapi sangat lemah. Ia mungkin tahu bahwa mencuri adalah hal yang salah, dan dia mungkin merasa bersalah atau menyesal. Akan tetapi, itu tidak akan menghentikan perilakunya.

Baik psikopat atau sosiopat kurang mampu menunjukkan rasa empati. Mereka tidak bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain, apalagi memahami perasaan mereka. Menurut Aaron Kipnis, PhD, penulis buku “The Midas Complex”, seorang psikopat kurang menghargai orang lain. Seseorang dengan karakter psikopat melihat orang lain sebagai objek yang dapat dia gunakan untuk kepentingannya sendiri.

1 dari 2 halaman

Psikopat dingin hati, sosiopat mudah panas

Tidak mudah mengidentifikasi dan menyatakan seseorang sebagai psikopat. Psikopat bisa sangat cerdas, menawan, dan pandai menduplikatkan emosi. Mereka mungkin berpura-pura tertarik pada Anda. Namun, kenyataannya mereka sama sekali tak peduli. Menurut Tompkins, mereka adalah aktor terampil yang mahir memanipulasi orang untuk keuntungan pribadi.

Nah, dari penjelasan di atas sepertinya sosiopat lebih mudah ditebak ketimbang psikopat. Orang dengan karakter sosiopat, akan terang-terangan tidak tertarik pada siapa pun, kecuali diri mereka sendiri. Si sosiopat juga sering menyalahkan orang lain dan memiliki alasan atas perilaku mereka.

Beberapa ahli melihat sosiopat sebagai "kepala panas" atau mudah meledak-ledak. Mereka bertindak tanpa berpikir bagaimana orang lain akan terpengaruh. Sementara itu, psikopat lebih "dingin" dan penuh perhitungan. Mereka dengan hati-hati merencanakan setiap gerak-gerik mereka, dan menggunakan agresi dengan cara yang direncanakan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Dalam film, psikopat atau sosiopat biasanya selalu digambarkan sebagai penjahat yang membunuh atau menyiksa orang yang tidak bersalah. Dalam kehidupan nyata, beberapa orang dengan gangguan kepribadian antisosial dapat melakukan kekerasan, tetapi sebagian besar tidak. Sebaliknya, mereka menggunakan manipulasi dan perilaku sembrono untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. "Paling buruk, mereka ‘dingin’, membunuh dengan penuh perhitungan," kata Kipnis

Jika Anda mengenali beberapa sifat ini dalam anggota keluarga atau rekan kerja, teman, atau orang lain di sekitar, Anda mungkin tergoda untuk berpikir bahwa Anda hidup atau bekerja dengan psikopat atau sosiopat. Namun, hanya karena orang yang Anda lihat itu jahat, egois, bossy, atau suka memanipulasi, tapi bukan berarti ia secara klinis merupakan psikopat atau sosiopat.

Sejauh ini memang belum bisa diidentifikasi apakah pembunuh satu keluarga di Bekasi itu seorang psikopat, sosiopat, atau memiliki gangguan kejiwaan lainnya karena penyelidikan masih berjalan. Namun, kini Anda menjadi tahu apa perbedaan antara dua kepribadian tersebut.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar