Sukses

Cara Menghilangkan Skin Tag

Daging tumbuh berukuran kecil serupa kutil di permukaan kulit, alias skin tag bisa bikin tak nyaman. Bagaimana cara menghilangkannya?

Klikdokter.com, Jakarta Apakah Anda memiliki daging tumbuh berukuran sekecil jerawat atau menyerupai tahi lalat tapi sewarna dengan kulit di tubuh? Kondisi ini dinamakan skin tag atau dalam bahasa ilmiahnya dikenal sebagai acrochordon atau polip fibroepitelial merupakan kondisi kulit yang sangat sering terjadi baik pada pria maupun wanita. Meski tak berbahaya, tapi adanya skin tag bisa mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Apakah skin tag bisa dihilangkan?

Skin tag merupakan pertumbuhan kulit jinak yang biasanya berukuran kecil, lembut, dan sewarna kulit yang menggantung. Skin tag juga kerap dianggap sebagai kutil. Pertumbuhan ini adalah jaringan kolagen longgar yang tersangkut dalam area kuit yang lebih tebal. Skin tag terdiri dari jaringan kulit yang normal dan lemak. Skin tag dapat pula bervariasi dalam ukuran maupun warna, dari diameter beberapa milimeter hingga mencapai 5 sentimeter. Hampir 50 persen orang dalam semasa hidupnya pernah mengalami hal ini.

Skin tag biasanya ditemukan pada daerah lipatan kulit atau daerah yang mengalami gesekan berulang seperti pada leher, ketiak, sekitar selangkangan, lipatan bokong, bawah payudara, dan di kelopak mata. Kelainan ini cenderung lebih ditemukan pada orang dengan kelebihan berat badan, penderita diabetes melitus tipe 2, atau pada wanita hamil yang diduga sebagai akibat dari perubahan hormon.

Skin tag biasanya tidak menyebabkan nyeri atau rasa tidak nyaman. Namun, orang-orang yang memiliki kondisi ini biasanya ingin cepat-cepat menghilangkannya, karena ini bisa berdampak pada penampilan. Atau jika skin tag muncul di area tertentu, kadang bisa sering “tersangkut” pakaian atau perhiasan yang akhirnya bisa timbul rasa nyeri maupun perdarahan.

Skin tag memiliki pembuluh darah, sehingga dapat berdarah dan dapat mengalami infeksi jika seseorang meggunakan peralatan yang tidak steril untuk menghilangkannya. Oleh sebab itu, untuk menghilangkan skin tag, sebaiknya lakukan konsultasi dulu dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.

Sebetulnya menghilangkan skin tag sendiri tidak dianjurkan. Ini karena terkadang skin tag hilang dengan sendirinya jika jaringan terlilit sehingga mati karena kekurangan suplai darah.

1 dari 2 halaman

Cara menghilangkan skin tag yang benar

Ada beberapa cara untuk menghilangkan skin tag (yang sebaiknya dilakukan oleh dokter), yaitu:

  1. Pemotongan

Skin tag dapat dipotong dengan pisau bedah atau gunting bedah khusus yang steril. Sebelum prosedur dimulai, dokter akan melakukan anestesi lokal atau pembiusan setempat terlebih dahulu. Teknik ini memiliki risiko perdarahan yang minimal.

  1. Pembekukan

Teknik ini disebut juga cryotherapy. Dokter akan menyeka atau menyemprotkan sejumlah kecil nitrogen cair yang sangat dingin untuk menghilangkan skin tag. Skin tag akan lepas sekitar 10-14 hari setelah terapi. Efek samping dari teknik ini adalah potensi terjadinya iritasi di kulit sekitar yang normal.

  1. Pembakaran dengan menggunakan kauter

Katerisasi menggunakan elektroda yang mengirimkan arus listrik melewati kawat yang menjadi panas dan digunakan untuk membakar skin tag. Suhu panas yang dihasilkan dapat membantu mencegah perdarahan.

Efek samping dan risiko komplikasi

Perlu diketahui bahwa teknik pembekuan atau pembakaran skin tag dapat menyebabkan iritasi dan perubahan warna kulit sementara, dan mungkin tidak hilang sehingga membutuhkan terapi lebih lanjut.

Infeksi dan komplikasi biasanya tidak terjadi setelah tindakan. Beberapa orang dapat mengalami bekas luka setelah tindakan, tetapi akan hilang secara perlahan seiring berjalannya waktu.

Skin tag yang mengalami perubahan warna atau perdarahan membutuhkan evaluasi lebih lanjut oleh seorang ahli, guna memastikan bahwa skin tag ini bukan awal dari keganasan (kanker).

Meski tak berbahaya, tapi kemunculan skin tag bisa bikin tidak nyaman dan mengganggu penampilan seseorang. Skin tag bisa dihilangkan, tapi jangan sampai menghilangkannya sendiri karena bisa menyebabkan perdarahan dan kemungkinan terjadinya infeksi. Langkah paling tepat adalah berkonsultasi dengan dokter untuk menghilangkan skin tag secara benar dan aman, sekaligus untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar