Sukses

Tidur Kurang Nyenyak? Mungkin Polusi Udara Penyebabnya

Bukan cuma suara, suhu, dan cahaya ruangan yang bisa mengganggu kualitas tidur Anda, tetapi polusi udara juga!

Klikdokter.com, Jakarta Selama ini, mungkin Anda mengira bahwa hanya kopi yang Anda minum lah yang menjadi penyebab tidur kurang nyenyak. Atau mungkin Anda menyalahkan stres sebagai biang keladi. Namun, studi terbaru menyebutkan bahwa ada faktor lain yang bisa membuat kualitas tidur seseorang buruk, yaitu polusi udara.

Dilansir Healthline, studi yang dipresentasikan di Konferensi American Thoracic Society  2017 di Washington DC, Amerika Serikat, tersebut menunjukkan bahwa paparan polusi udara jangka panjang dapat menyebabkan tidur terganggu.

Sebelumnya, polusi udara memang dikatakan berdampak pada kesehatan jantung dan saluran pernapasan. Namun kini, penelitian menunjukkan bahwa polusi udara juga dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan area otak yang mengontrol pola tidur manusia.

Pada awalnya, para peneliti menyelidiki efek dari dua polutan di atmosfer, yakni nitrogen dioksida (NO2) yang berhubungan dengan lalu lintas dan PM 2,5 terhadap kondisi sampel penelitian (orang-orang di atas 68 tahun). Polutan PM 2,5 itu sendiri berukuran sangat kecil, yakni 1/30 dari sehelai rambut dan dapat memicu penyakit saluran pernapasan akut dan kanker paru.

Hasilnya, mereka yang 5 tahun terpapar NO2 memiliki peluang sebanyak 60 persen untuk mendapatkan gangguan tidur. Sedangkan orang yang terpapar PM 2,5 selama bertahun-tahun, memiliki peluang sebanyak 50 persen untuk terkena gangguan tidur.

Selain itu, ada satu penelitian juga yang telah mengkaji hubungan antara kualitas tidur dan polusi, dan telah dipublikasikan di jurnal Headache pada tahun 2010. Dalam penelitian tersebut, didapati orang lebih rentan terkena migrain di saat kualitas udara sedang buruk. Oleh sebab itu, hindarilah berada di luar ruangan terlalu lama saat kualitas udara sedang buruk jika Anda tak mau terkena gangguan tidur dan migrain.

Efektifkah masker untuk menghalau polusi udara?

Sulit rasanya untuk terbebas sama sekali dari polusi udara, apalagi jika Anda tinggal dan bekerja di kota industri besar, seperti Jakarta. Namun, penggunaan masker merupakan cara terbaik untuk mengurangi risiko terpapar polutan secara langsung. Lalu, masker jenis apa yang efektif untuk menghalau polusi udara?

Apa pun jenis maskernya, baik masker N95 (masker berbentuk moncong), masker kain, maupun masker bedah, asalkan itu terpasang dengan benar di hidung dan mulut Anda, akan dapat menurunkan risiko untuk terkena polutan. Oleh sebab itu, pastikan Anda memasang masker di hidung dan mulut Anda dengan benar, tidak memasangnya terlalu kencang ataupun tidak terlalu longgar.

Jika Anda ingin kualitas tidur tetap terjaga walau polusi udara mengintai, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan masker. Kemudian, jangan terlalu lama berada di luar ruangan apabila kondisi udara sedang buruk-buruknya. Selain itu, konsumsilah vitamin B, vitamin C, vitamin E, serta omega-3 agar tubuh tak mudah sakit akibat polusi udara.

Penting juga untuk menciptakan ruang tidur yang senyaman mungkin dan bebas polusi udara (dalam hal ini, debu, kutu, dan tungau). Jika Anda sudah meredupkan lampu dan mematikan semua gawai, mungkin Anda juga bisa memasang aromaterapi supaya ruang tidur Anda lebih wangi, pernapasan menjadi lebih lancar, dan tubuh menjadi lebih rileks sehingga mudah tertidur lelap.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar