Sukses

Kapan Anak Mulai Belajar Menulis? Cek Tahapannya di Sini

Belajar menulis membutuhkan waktu yang lama. Proses ini dimulai saat si kecil mulai bisa membuat tanda-tanda. Apa saja tahapannya?

Klikdokter.com, Jakarta Menulis adalah salah satu tonggak penting dalam perkembangan si Kecil. Semua orang tua tentu tidak ingin sang balita “tertinggal” perkembangannya dibanding anak-anak lain. Lalu bagaimana dengan menulis? Kapan usia yang tepat untuk memperkenalkan aktivitas menulis pada balita?

Belajar menulis membutuhkan waktu yang lama. Proses ini dimulai dengan si kecil membuat tanda-tanda. Misalnya ketika si kecil dengan jarinya membuat pola dalam makanannya yang tumpah di meja. Itu bukanlah kekacauan tanpa arti, tapi bisa jadi si kecil sedang berusaha menggoreskan huruf atau tanda pertamanya.

Usai makanan tumpah, si kecil beralih ke mencorat-coret dengan menggunakan krayon. Dia akan mencoba menggoreskan beragam hal dengan krayon. Misalnya, membuat bentuk lingkaran besar dan kecil, serta garis. Bukan hanya sekadar “iseng”, si kecil sebenarnya sedang belajar.

Tahapan anak belajar menulis

Dilansir dari Living The Bump, tahap anak mulai belajar menulis sebenarnya sudah dimulai sejak usia 15 bulan. Balita biasanya akan memegang spidol atau krayon dengan kepalan tangan dan menggunakan gerakan besar dan acak. Lama-kelamaan mereka akan menguasai lebih banyak kontrol motorik.

Pada sekitar usia 2,5 hingga 3 tahun, balita lebih mampu mengendalikan coretan tangan mereka. Mereka akan menggambar bentuk yang sama berulang-ulang, seperti lingkaran, lagi dan lagi. Mendekati usia 3 tahun, balita akan masuk ke dalam masa transisi dengan memegang krayon antara ibu jari dan jari tengah mereka.

Selanjutnya, sekitar usia 2,5-3,5 tahun, mereka mendapatkan pemahaman tentang bentuk dan pola. Mereka akan menggambar garis dan kurva, serta menghubungkan titik-titik untuk membentuk huruf.

Pada usia 3-5 tahun, anak-anak mulai dapat menggambar sesuatu yang disengaja serta lebih banyak menggunakan warna dan detail. Pada tahap ini, anak usia prasekolah dapat menggambar lingkaran untuk kepala, garis untuk telinga, titik-titik untuk mata, dan garis melengkung untuk mulut. Pada tahap ini, anak-anak mulai belajar bahwa apa yang mereka gambar mewakili sesuatu yang lain atau simbol.

Pada usia prasekolah 3-5 tahun inilah anak-anak belajar menulis. Kebanyakan anak mulai belajar dengan menulis nama mereka dulu. Pada tahap lainnya, anak-anak mulai memahami bahwa beberapa kata lebih panjang dari yang lain, sehingga mereka akan mulai menggambar kelompok huruf dan simbol dengan panjang yang berbeda. Huruf-huruf yang mereka ciptakan itu mungkin tidak sepenuhnya akurat, tetapi tidak masalah. Beri apresiasi dan dorong anak Anda untuk menulis.

Semua langkah ini mengarah pada keterampilan yang dibutuhkan anak Anda ketika memasuki taman kanak-kanak. Pada tahap ini, sebagian besar anak belajar menulis dengan lebih akurat dan membentuk kata bahkan kalimat sederhana.

Kiat stimulasi anak belajar menulis

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membantu si kecil yang mulai tertarik mencorat-coret. Untuk menstimulasi anak belajar menulis dr. Kartika Mayasari kepada Klikdokter memberikan kiat sebagai berikut:

  1. Buatlah ruangan belajar anak sedemikian rupa hingga ia betah berada di ruangan tersebut. Tetapi, jangan beri mainan sedikitpun agar konsentrasi tidak terpecah kepada mainan yang sedang di dekat anak.
  2. Berikan alat tulis termasuk meja dan kursi kesukaan anak. Dengan membeli buku dan pensil serta perlengkapan yang sesuai dengan kesukaan anak, ia akan terdorong untuk menggunakan alat-alat tersebut.
  3. Buat jadwal setiap hari untuk belajar menulis. Dengan jadwal yang rutin, anak tidak akan dengan mudah lupa dengan apa yang dipelajarinya dari hari ke hari.
  4. Coba lakukan permainantebak gambar, yakni dengan menuliskan jawaban dari gambar yang telah Anda buat atau tunjuk dari sebuah buku.
  5. Beri kebebasan kepada anak untuk menceritakan hal-hal yang terjadi di sekolah tiap harinya dalam tulisan. Jangan sungkan untuk memuji anak, hingga ia termotivasi untuk terus menuliskan cerita setiap hari.
  6. Beri dukungan dan hindari menggurui. Apa pun yang anak ingin tuliskan, biarkan mereka menulis. Jangan terlalu mendikte apa yang harus ditulis oleh anak.

Mengajarkan balita Anda menulis pada anak dapat dimulai sejak dini, seperti yang juga dipaparkan dalam artikel ini. Namun ingat, anak membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar. Para orang tua—khususnya ibu—harus bersabar dan terus mendukung setiap proses itu. Nikmati prosesnya dan biarkan anak yang mengatur kecepatan belajarnya.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar