Sukses

Tidak Bisa Berkeringat, Apa Penyebabnya?

Anda jarang atau sama sekali sulit berkeringat? Ketahui kemungkinan penyebabnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Tidak adanya keringat yang keluar dari satu bagian tubuh atau lebih disebut dengan anhidrosis. Bila ini hanya terjadi di sebagian kecil area pada tubuh, kemungkinan besar tidak berbahaya. Akan tetapi, kalau terjadi di seluruh bagian tubuh, panas dalam tubuh tidak dapat dikeluarkan sehingga dapat menyebabkan kondisi-kondisi terkait suhu tubuh yang terlalu tinggi.

Penyebab anhidrosis

Penyebab anhidrosis amat beragam. Sebagian orang sudah terlahir dengan kondisi ini. Bisa juga, anhidrosis baru dirasakan di kemudian hari akibat gangguan pada saraf atau kulit. Kadang-kadang, penyebabnya tidak diketahui.

Hingga kini, anhidrosis diketahui dapat terjadi pada kondisi-kondisi berikut:

  • Kekurangan cairan, misalnya akibat muntah atau diare hebat, dapat membuat keringat berkurang bahkan tidak ada. Namun untuk penyebab ini, sifatnya hanya sementara. Bila kebutuhan cairan sudah kembali terpenuhi, fungsi kelenjar keringat akan kembali normal.
  • Kerusakan kulit akibat luka bakar, terapi radiasi (radioterapi), atau penyakit yang dapat menyumbat pori-pori kulit seperti psoriasis.
  • Kerusakan pada kelenjar keringat akibat operasi, cedera, atau bekas luka.
  • Kerusakan saraf akibat diabetes, alkoholisme, dan sindrom Guillain-Barre.
  • Penyakit Fabry, yakni gangguan pada sistem metabolisme yang sifatnya diturunkan.
  • Sindrom Sjogren, yakni penyakit jaringan ikat/penyambung yang ditandai dengan mata dan mulut yang kering.
  • Obat-obatan yang dapat mengganggu fungsi kelenjar keringat, seperti botoks tipe A, morfin, dan obat-obatan antipsikotik.
1 dari 2 halaman

Apa saja gejalanya?

Orang dengan anhidrosis umumnya merasakan gejala saat melakukan aktivitas fisik yang cukup berat atau di lingkungan yang panas. Gejala yang paling kelihatan adalah tubuh terasa panas namun hanya sedikit atau sama sekali tidak berkeringat. Gejala lain yang dapat menyertai, yakni rasa melayang, kulit wajah dan tubuh memerah (flushing), kram otot, hingga kelemahan tubuh.

Bila masih ada area tubuh yang mampu berkeringat, maka area itu akan berusaha mengeluarkan lebih banyak keringat. Jadi mungkin saja ada salah satu bagian tubuh yang berkeringat sangat banyak, sementara di bagian lain sangat sedikit atau tidak berkeringat sama sekali.

Bagaimana mencegahnya?

Kemunculan anhidrosis tidak dapat dicegah, kecuali akibat dehidrasi, diabetes, alkoholisme, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Untuk penyebab-penyebab ini, pencegahan anhidrosis berkaitan dengan upaya pencegahan penyakit utamanya.

Yang pasti bisa dicegah adalah kemunculan komplikasi anhidrosis yang berhubungan dengan suhu tubuh yang terlalu tinggi. Komplikasi yang paling serius dan dapat mengancam nyawa adalah heat stroke, ketika suhu tubuh mencapai lebih dari 40,5 derajat Celcius dan dapat disertai dengan penurunan kesadaran.

Anak-anak khususnya, jauh lebih rentan mengalami heatstroke karena suhu tubuh lebih cepat meningkat ketimbang orang dewasa. Pengeluaran panas tubuh mereka pun masih belum efisien.

Oleh sebab itu, bila mulai mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan saat beraktivitas, segera cari tempat untuk berteduh atau masuklah ke dalam ruangan yang sejuk. Bila memungkinkan, ruangan dengan kipas angin atau AC. Longgarkan pakaian dan bila ada, tempelkan kain basah dingin pada tubuh atau gunakan botol semprot berisi air untuk mendinginkan tubuh.

Selanjutnya, selalu gunakan pakaian yang longgar dan ringan saat cuaca panas, batasi aktivitas yang dilakukan di luar ruang, dan pantau tingkat aktivitas fisik Anda agar tidak berlebihan. Anda juga perlu mengenali tanda-tanda gangguan akibat suhu tubuh yang terlalu tinggi dan bagaimana langkah awal mengatasinya.

Kapan harus ke dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter apabila gejala-gejala tidak membaik setelah mencoba cara-cara untuk mendinginkan tubuh. Begitupun bila Anda kurang atau tidak berkeringat kala cuaca panas atau saat melakukan aktivitas fisik yang cukup berat.

Ada baiknya, Anda pun mengunjungi dokter apabila keringat yang keluar dirasa kurang dari biasanya. Bila anhidrosis dikenali sejak dini, Anda jadi tahu bagaimana caranya agar tubuh terasa lebih nyaman. Konsekuesinya yang membahayakan pun dapat dicegah.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar