Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengenal Anhidrosis, Ketika Tubuh Tidak Bisa Berkeringat

Mengenal Anhidrosis, Ketika Tubuh Tidak Bisa Berkeringat

Tubuh Anda tidak bisa berkeringat meski telah melakukan aktivitas berat? Waspada, jangan-jangan Anda mengalami anhidrosis. Kenali gejalanya!

Berkeringat adalah mekanisme normal tubuh untuk melepaskan panas. Sebagian besar manusia akan berkeringat saat udara panas, berolahraga, dan lain sebagainya

Namun, ada juga sebagian orang yang tidak bisa berkeringat sekalipun berada di cuaca panas atau melakukan aktivitas berat. Mereka adalah orang-orang yang mengalami anhidrosis.

1 dari 5 halaman

Anhidrosis, Penyebab Tidak Bisa berkeringat

Anhidrosis adalah suatu kondisi ketika tubuh tidak dapat berkeringat dengan normal. Kondisi ini dapat terjadi akibat kondisi genetik, atau dipengaruhi oleh penyakit saraf maupun kulit. 

Anhidrosis juga bisa terjadi meski tidak mengalami kondisi-kondisi tersebut. Adapun beberapa kondisi yang diketahui berhubungan dengan anhidrosis adalah sebagai berikut:

  • Kekurangan cairan, misalnya akibat muntah atau diare hebat yang dapat membuat produksi keringat berkurang. Namun kondisi tersebut hanya sementara. 

Apabila kebutuhan cairan sudah kembali terpenuhi, fungsi kelenjar keringat akan kembali normal.

  • Kerusakan kulit, misalnya akibat luka bakar, terapi radiasi (radioterapi), atau penyakit yang dapat menyumbat pori-pori kulit seperti psoriasis.
  • Kerusakan pada kelenjar keringat akibat operasi, cedera, atau bekas luka.
  • Kerusakan saraf akibat diabetes, alkoholisme, dan sindrom Guillain-Barre.
  • Penyakit Fabry, yakni gangguan pada sistem metabolisme yang sifatnya diturunkan.
  • Sindrom Sjogren, yaitu penyakit jaringan ikat/penyambung yang ditandai dengan mata dan mulut kering.
  • Obat-obatan yang dapat mengganggu fungsi kelenjar keringat, seperti botoks tipe A, morfin, dan obat-obatan antipsikotik

Artikel Lainnya: 5 Kondisi Kesehatan yang Bisa Ditunjukkan oleh Keringat Anda

2 dari 5 halaman

Gejala Anhidrosis

Orang dengan anhidrosis umumnya merasakan gejala saat melakukan aktivitas fisik yang cukup berat atau ketika berada di lingkungan yang panas. 

Gejala anhidrosis yang paling kelihatan, antara lain:

  • Tubuh terasa panas, namun hanya sedikit atau sama sekali tidak berkeringat. 
  • Sensasi melayang.
  • Kulit wajah dan tubuh memerah (flushing).
  • Kram otot.
  • Kelemahan tubuh.

Bila masih ada bagian tubuh yang berkeringat, maka bagian tersebut akan berusaha mengeluarkan lebih banyak keringat. 

Jadi, mungkin saja ada salah satu bagian tubuh yang berkeringat sangat banyak, sementara bagian lainnya sangat sedikit atau tidak sama sekali.

Artikel Lainnya: Punya Masalah dengan Keringat Berlebih? Ini Cara Mengatasinya

3 dari 5 halaman

Bisakah Anhidrosis Dicegah?

Kemunculan anhidrosis tidak dapat dicegah, kecuali akibat dehidrasi, diabetes, alkoholisme, dan penggunaan obat-obatan tertentu. 

Untuk penyebab-penyebab ini, tindakan yang dilakukan berkaitan dengan upaya pencegahan penyakit utamanya.

Hal yang pasti bisa dicegah adalah kemunculan komplikasi anhidrosis, yang berhubungan dengan suhu tubuh terlalu tinggi. 

Komplikasi paling serius dan dapat mengancam nyawa adalah heat stroke, yaitu ketika suhu tubuh mencapai lebih dari 40,5 derajat Celcius dan dapat disertai dengan penurunan kesadaran.

Anak-anak jauh lebih rentan mengalami heatstroke, karena suhu tubuh lebih cepat meningkat ketimbang orang dewasa. Pengeluaran panas tubuh mereka pun masih belum efisien.

Artikel Lainnya: Manfaat Berkeringat bagi Kesehatan Tubuh

Oleh sebab itu, jika mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan saat beraktivitas, Anda sebaiknya segera melakukan beberapa hal di bawah ini untuk mencegah komplikasi anhidrosis: 

  • Segera cari tempat untuk berteduh. 
  • Masuklah ke dalam ruangan yang sejuk.
  • Bila memungkinkan, berdiamlah di ruangan yang memiliki kipas angin atau AC.
  • Longgarkan pakaian. 
  • Tempelkan kain basah dingin atau gunakan botol semprot berisi air untuk mendinginkan tubuh.

Usahakan juga untuk selalu menggunakan pakaian longgar dan ringan saat cuaca panas. Batasi aktivitas di luar ruangan, dan pantau intensitas kegiatan agar tidak berlebihan. 

4 dari 5 halaman

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter apabila gejala-gejala tidak membaik setelah mencoba cara-cara untuk mendinginkan tubuh. 

Begitu pun bila Anda kurang atau tidak berkeringat kala cuaca panas atau saat melakukan aktivitas fisik yang cukup berat.

Ada baiknya, Anda pun segera mengunjungi dokter apabila keringat yang keluar dirasa kurang dari biasanya. 

Bila anhidrosis dikenali sejak dini, Anda jadi tahu bagaimana caranya agar tubuh terasa lebih nyaman. Konsekuesi yang membahayakan pun dapat dicegah.

Kenali penyebab tidak bisa keluar keringat dari tubuh lebih dalam dengan bertanya secara langsung kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar