Sukses

Pentingnya Dukungan Keluarga bagi Penderita Diabetes

Selain kedisiplinan dalam berobat, dukungan keluarga juga diperlukan oleh penderita diabetes agar terapi berjalan maksimal.

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes termasuk penyakit seumur hidup yang belum memiliki obat untuk menyembuhkannya. Seseorang yang mengidap diabetes harus meminum obat sepanjang sisa hidupnya untuk mengendalikan gula darah. Melihat hal ini, selain kedisiplinan dalam menjalankan pengobatan, dukungan keluarga juga sangat penting agar terapi berjalan maksimal.

Peran keluarga dalam perawatan diabetes

Bayangkan saja, jika Anda harus bergulat setiap hari dengan diabetes tetapi pasangan (istri/suami) tidak membantu dalam menyiapkan diet sehat dan seimbang. Ia justru mengajak berwisata kuliner tanpa memikirkan kesehatan Anda. Kemungkinan besar Anda malah kehilangan motivasi untuk meminimalkan risiko dan melakukan pengobatan.

Hasilnya? Ya, gejala akan semakin memburuk, dan bahkan bisa berakibat fatal. Seperti yang telah dijelaskan, diabetes membutuhkan pengobatan jangka panjang. Dan akan sangat sulit dilakukan apabila seorang penderitanya hanya “berjalan sendirian” tanpa dukungan yang konkret dari orang di sekelilingnya, terutama keluarga.

“Keluarga sebenarnya bisa memulai untuk memberikan dukungan kepada anggotanya yang terkena diabetes dengan cara mengingatkan dan mengantarnya kontrol kesehatan ke dokter setiap bulan atau setiap minggu, jika diperlukan. Selain itu, mereka juga bisa mengawasi apakah obat-obatan yang diberikan oleh dokter sudah diminum sesuai anjuran atau belum,” jelas dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.

Menjalani pengobatan diabetes tentunya harus dibarengi dengan perubahan pola hidup. Sebagai contoh, Anda yang tadinya tidak pernah olahraga, kini harus berolahraga secara rutin, Lalu, Anda yang dulu masih mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, kini harus membatasi bahkan menghindari aneka makanan tersebut.

Nah, apabila keluarga turut serta menemani Anda berolahraga setiap hari, misalnya saat joging dan membantu menyiapkan menu diet khusus penderita diabetes, pasti pengobatan diabetes akan terasa sangat ringan dan tidak membebani. Ya, sekali lagi karena Anda tidak menghadapi penyakit ini sendirian.

Selain itu, menurut dr. Andika, usahakan untuk tidak memberikan contoh buruk kepada penderita diabetes, khususnya terkait pola makan. Akan sangat tidak baik jika Anda makan makanan yang tidak sehat tepat di depan penderita diabetes yang sedang “puasa”. Sebab, selain tidak menghargai usaha terapi yang tengah dijalankan penderita, hal itu juga secara tidak langsung dapat “menggoda” penderita diabetes untuk melanggar pantangan makan.

Tetap memberikan inspirasi

Sebagai anggota keluarga, Anda juga bisa mengubah pola pikir penderita diabetes. Sederhananya begini, daripada berkecil hati dan tertekan akibat banyaknya pantangan untuk diabetes, sebenarnya pasien diabetes bisa menginspirasi orang banyak dengan menjalankan hidup lebih sehat.

Coba saja, sebarkan gaya hidup sehat ala penderita diabetes dengan memanfaatkan media sosial Instagram. Misalnya dengan mengunggah, menu sarapan sehat khusus penderita diabetes, olahraga untuk penderita diabetes, dan lain-lain. Pasti ada banyak orang yang akan mengikuti pola hidup sehat tersebut

Dukungan keluarga sangat diperlukan oleh penderita diabetes untuk beradaptasi dengan segala perubahan yang ada di dalam hidupnya. Dengan memperingati Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada 14 November 2018 ini, tingkatkan lagi kepedulian Anda terhadap penderita diabetes dan minimalkan risikonya dengan menerapkan pola hidup sehat sedini mungkin. Selain memberikan perhatian dan dukungan kepada penderita diabetes, Anda juga perlu mengecek kondisi fisik dan gula darah Anda secara rutin di pusat pelayanan kesehatan terdekat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar