Sukses

Yuk, Sehatkan Kulit dengan Mengendalikan Pikiran

Pikiran bisa mengontrol dan memberikan dampak terhadap apa pun, termasuk kondisi kulit. Tak percaya? Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Jika Anda perhatikan, pikiran punya andil yang cukup besar terhadap kondisi fisik, terutama kulit. Misalnya saja, saat Anda merasa malu atau marah, pasti kulit wajah akan berubah menjadi merah. Begitu juga saat Anda merasa banyak pikiran alias stres, biasanya akan muncul jerawat di wajah atau kulit terlihat lebih kusam.

Hubungan antara stres dan kesehatan kulit

Hal tersebut sebenarnya bukan tanpa sebab. Menurut Dr. Adam Friedman, direktur penelitian dermatologi dari Montefiore Medical Center, New York, kulit dan sistem saraf pusat saling berkaitan satu sama lain, demikian dilansir US News Health. Karena itu, tak mengherankan bahwa hampir semua penyakit kulit dapat dipengaruhi oleh perubahan sistem saraf.

Contohnya saat Anda stres, biasanya kulit akan lebih banyak menghasilkan sebum atau minyak. Kemudian, cairan minyak itu menyumbat pori-pori sehingga menimbulkan jerawat. Bahkan, bagi yang sedari awal sudah jerawatan, stres akan memperburuk kondisi jerawat tersebut dengan menunjukkan gejala kemerahan dan peradangan.

Sebuah studi tahun 2008 yang dipublikasikan dalam Indian Journal of Dermatology, Venereology, & Leprology mengaitkan antara psoriasis dengan kondisi psikis. Psoriasis merupakan kondisi peradangan kulit yang menahun. Ciri-cirinya adalah keluarnya bintik atau bercak merah, kulit kering dan bersisik, gatal, hingga kerap kali disertai dengan nyeri sendi, kaku, serta bengkak.

Lebih dari seperempat partisipan psoriasis yang diteliti mengalami peristiwa yang tidak mengenakkan dalam hidup, misalnya kehilangan pekerjaan, terdiagnosis penyakit kronis, hingga ditinggal mati oleh orang yang dikasihi. Hal itu pun lantas diperkuat oleh studi Dermatology Research and Practice pada tahun 2012, yang melaporkan bahwa 45% dari 100 pasien psoriasis mengalami kecemasan berlebih.

Sebenarnya, saat Anda tengah terbebas dari stres, kadar hormon dalam tubuh relatif seimbang. Namun ketika Anda sedang stres, tubuh pun merespons dengan cara mengirimkan sinyal untuk memproduksi hormon adrenalin dan kortisol lebih banyak. Sehingga, kadar hormon menjadi tidak seimbang dan kulit menjadi terkena imbas dari respons kimia tubuh tersebut. Ironisnya, kulit adalah bagian tubuh yang paling mudah terlihat.

Menyehatkan kulit dengan memperbaiki pikiran

Langkah yang paling penting adalah Anda harus menyadari dulu bahwa permasalahan kulit Anda itu memang disebabkan oleh kondisi psikis yang kurang baik. Jika sudah, benahilah pikiran Anda dengan menghliangkan segala ketegangan, kecemasan, dan pikiran-pikirann yang rumit.

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu meringankan beban pikiran Anda:

  • Konsultasi dengan psikolog/psikiater.
  • Tidak menunda pekerjaan dan segera menuntaskannya, agar perasaan tertekan juga semakin cepat menghilang.
  • Selesaikan masalah, jangan menghindar terus-menerus.
  • Lakukan hobi Anda yang sempat terbengkalai.
  • Ambil cuti bila perlu. Anda bisa beristirahat menenangkan pikiran di rumah atau jalan-jalan untuk meredakan stres.
  • Lakukan aktivitas bersama sahabat, keluarga, atau orang lain yang Anda anggap asyik dan bisa dipercaya.
  • Jika memungkinkan, peliharalah binatang atau tanaman hias untuk mendistraksi kejenuhan.
  • Berdoa atau meditasi.

Dengan menempuh cara-cara tersebut, Anda jadi bisa meminimalkan kerusakan kulit akibat menumpuknya hormon stres di dalam tubuh. Selain itu, sediakanlah waktu untuk merawat kulit dengan cara rumahan nan mudah, seperti menggunakan skin care harian (pelembap, toner, pembersih, tabir surya), maskeran, hingga mengonsumsi makanan bervitamin C dan E.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar