Sukses

Kenali Tanda Pola Asuh Toxic Parents

Ternyata, ada pola asuh orang tua yang dikenal sebagai toxic parents. Kenali tanda-tandanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Sengaja atau tidak, ada beberapa perilaku orang tua yang dapat menyebabkan kerusakan emosional dan mental anak. Dampak ini sangat besar, bahkan hingga anak tumbuh dewasa. Jika Anda pernah mengalami situasi pola asuh tersebut ketika kecil, kemungkinan besar salah satu atau bahkan kedua orang tua Anda termasuk kategori toxic parents. Di sisi lain, apakah kini Anda juga melakukan hal yang sama kepada anak Anda?

Kenali ciri toxic parents

Kecenderungan toxic parents bisa sangat melekat dalam ingatan anak. Hal ini tentu saja bisa memengaruhi kepribadiannya kelak ketika dewasa. Untuk itu, Anda perlu mengenali beberapa ciri toxic parents, agar Anda tidak malah membebani anak-anak Anda dengan gaya asuh Anda.

  1. Kelewat kritis. Orang tua dengan ciri toxic parents biasanya sangat kritis. Hal ini rentan membuat anak menjadi seorang pengkritik berat, bahkan pada dirinya sendiri hingga dewasa.
  2. Tidak boleh mengekspresikan emosi negatif. Orang tua toxic parents menolak emosi negatif apa pun yang diekspresikan anak serta kebutuhan emosionalnya. Hal ini akan memicu depresi dan menyulitkan anak ketika menangani kondisi negatif saat mereka dewasa.
  3. Mengabaikan batasan yang sehat. Orang tua biasanya memantau apakah anak mereka aman. Meski demikian toxic parents sering tidak memiliki batasan. Contohnya, orang tua sering kali tidak mengetuk pintu kamar anak terlebih dahulu dan langsung masuk.
  4. Mengatur target serta tujuan anak. Cara seperti ini rentan membuat anak sulit memenuhi tujuan dan harapannya sendiri.
  5. Mengendalikan anak dengan memanfaatkan perasaan bersalah dan uang. Toxic parents akan membuat anak merasa bersalah ketika mereka kecewa oleh anak. Mereka menganggap sudah melakukan segalanya untuk anak.
  6. Mengutamakan perasaan mereka. Orang tua jenis toxic parents sering memutuskan rencana makan malam hingga liburan, tanpa mempertimbangkan pendapat semua anggota keluarga, termasuk anak.

Akibat pola asuh orang tua jenis toxic parents, anak biasanya membawa perasaan takut terhadap orang tua hingga mereka dewasa. Mereka bahkan bisa merasa takut saat menerima telepon atau email dari orang tua. Orang tua yang toxic bisa membuat anak merasa bertanggung jawab terhadap kebahagiaan mereka.

1 dari 2 halaman

Solusi menghadapi toxic parents

Siapa pun tidak bisa memilih bagaimana model orang tua mereka. Bahkan ketika seorang anak memiliki orang tua dengan model toxic parents, anak tidak bisa menolak. Jika Anda pernah menjalani hari-hari Anda bersama orang tua dengan pola demikian, atau saat ini masih tinggal bersama mereka, berikut ini solusinya.

  1. Beri diri Anda ruang untuk bercerita

Anda mungkin merasa sangat marah atas situasi ini, dan harus memiliki ruang untuk curhat. Salah satu hal yang bisa Anda lakukan adalah menulis jurnal, baik di kertas maupun dalam bentuk digital. Simpann jurnal Anda dengan baik dan pastikan tempatnya tidak dapat dijangkau oleh orang tua Anda.

Manfaat menulis jurnal bagi Anda yang harus menghadapi toxic parents antara lain:

  • Jurnal dapat membantu mengidentifikasi pola negatif yang dilakukan orang tua Anda dan cara mengatasinya. Tulislah kejadian yang menimpa Anda, dan cara mengatasinya di kemudian hari.
  • Tulislah hal positif mengenai diri Anda. Jika orang tua membuat Anda merasa tidak baik, penting untuk mengingatkan diri sendiri bahwa Anda bukanlah orang yang tidak berguna. Anda mungkin membuat kesalahan, tapi begitu juga orang lain.
  • Tulislah minimal satu hal baik mengenai diri Anda setiap hari. Anda juga dapat menanyakan hal ini kepada teman dan keluarga.
  1. Ingatlah bahwa ini bukan salah Anda

Sayangnya, kebanyakan orang menjadi toxic karena mereka tumbuh di sekitar orang yang serupa. Perilaku orang tua bukanlah salah Anda. Sebaliknya Anda harus bersyukur karena sudah menyadari hal tersebut. Hal ini membantu Anda untuk memutus siklus. Anda harus paham bahwa kenegatifan orang tua Anda bukan salah Anda.

  1. Minta bantuan orang yang Anda percaya

Untuk memberitahu orang tua mengenai perasaan Anda mungkin tidak akan mengubah banyak hal. Apalagi jika mereka tidak menyadari betapa toxic-nya mereka. Mintalah bantuan anggota keluarga atau profesional, seperti psikolog atau spesialis kedokteran jiwa (psikiater). Siapa pun yang Anda pilih, beritahu apa yang Anda rasakan akibat perilaku orang tua Anda. Mintalah juga saran dari mereka.

  1. Ingatlah bahwa mereka juga manusia

Ya, sangat sulit untuk merasakan empati terhadap orang yang toxic, termasuk jika itu adalah orang tua Anda Namun, ingatlah bahwa mereka tetap manusia, yang kemungkinan besar juga merasakan sedih, baik sadar atau tidak. Ingatlah bahwa kesedihan yang mereka rasakan tidak ada hubungannya dengan Anda. Hal ini mungkin dapat membantu Anda untuk tetap merasakan kasih sayang terhadap mereka ketika Anda butuhkan.

Memang tidak ada model orang tua yang sempurna. Meski demikian, ketika Anda harus mengalami pola asuh toxic parents, hal ini jangan sampai membuat Anda depresi. Lakukan kiat-kiat di atas untuk meringankan beban mental Anda. Jadikan kesehatan Anda sebagai prioritas utama. Dengan mengenali pola asuh toxic parents ini diharapkan Anda dapat lebih menghargai diri sendiri dan bisa memutuskan rantainya. Dengan demikian, Anda tidak akan melakukan pola asuh yang sama terhadap anak-anak Anda.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar