Sukses

5 Penyakit Ini Bisa Dicegah dengan Vaksin untuk Orang Dewasa

Pada orang dewasa, ada lima jenis penyakit yang bisa dicegah dengan sesederhana melakukan vaksin. Apa saja?

Klikdokter.com, Jakarta Vaksinasi tak hanya penting untuk anak-anak, begitu juga orang dewasa. Faktanya, ada beberapa penyakit yang kemunculannya bisa dicegah dengan vaksin untuk orang dewasa, lho!

Vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin ke tubuh manusia untuk mendapatkan efek kekebalan terhadap penyakit tertentu. Vaksin merupakan bakteri dan virus yang telah dilemahkan.

Nah, berikut di bawah ini merupakan beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin pada orang dewasa.

  1. Influenza

Influenza merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami. Penyebabnya adalah infeksi virus. Influenza merupakan bagian dari common cold, yang gejalanya adalah demam, batuk, pilek, meriang, badan lemas, tidak nafsu makan, hingga nyeri tenggorokan. Meski sering dianggap sebagai penyakit ringan, tapi ketika terkena influenza Anda butuh waktu untuk istirahat secara cukup agar bisa kembali pulih.

Vaksinasi influenza disarankan dilakukan kepada dewasa muda (mulai usia 19 tahun) dan diulang setiap tahun. Perlu diingat bahwa vaksin tak lantas membuat Anda tak akan terserang influenza, melainkan bisa membantu membangun kekebalan tubuh.

Dikarenakan penyakit ini diakibatkan oleh virus, selain dengan vaksinasi Anda harus menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup sehat. Lengkapnya adalah menjaga kebersihan diri dan sekitar, konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup.

1 dari 4 halaman

Selanjutnya

  1. Hepatitis A dan B

Hepatitis (atau juga disebut sebagai penyakit kuning) adalah infeksi pada organ hati sebagai akibat serangan virus hepatitis. Terdapat empat strain virus hepatitis, yaitu A, B, C, dan D. Jenis hepatitis yang sering terjadi di masyarakat adalah A dan B.

Hepatitis A ditularkan melalui makanan ataupun minuman yang sudah terkontaminasi oleh virus hepatitis A. Virus ini akan masuk ke dalam sel hati dan terjadilah peradangan di sel hati. Beberapa hari hingga minggu setelah masa inkubasinya, akan muncul beberapa masalah pencernaan seperti mual, muntah, nyeri perut kanan atas, hingga feses berwarna pucat.

Selain mengakibatkan masalah pencernaan, infeksi virus hepatitis bisa menyebabkan demam, lemas, mengakibatkan sklera mata (bagian putih mata) dan seluruh tubuh menguning, dan urine berwarna seperti teh atau kecokelatan pekat.

Infeksi hepatitis A cenderung lebih ringan dan dapat sembuh jika dibandingkan dengan hepatitis jenis lainnya. Meskipun lebih ringan, pada beberapa kasus hepatitis A dapat menyebabkan kerusakan hati yang berat.

Hepatitis B ditularkan melalui cairan tubuh (biasanya kontak seksual) seperti darah, cairan sperma, cairan vagina, hingga air liur. Hepatitis B sendiri bisa menjadi kronis dan bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami sirosis hati (pengerasan hati) dan kanker hati.

Gejala pada hepatitis B hampir sama dengan gejala pada hepatitis A, yaitu mual, muntah, demam, lemas, badan dan mata menguning, hingga urine berwarna kecokelatan gelap.

Orang dewasa sangat dianjurkan untuk melakukan vaksin hepatitis A dan B, terutama bagi tenaga medis dan mereka yang aktif secara seksual. Berdasarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), 95 persen vaksinasi hepatitis B terbukti efektif untuk mencegah infeksi dan perkembangan penyakit menjadi kronis dan berujung pada kanker hati.

Vaksin hepatitis A diberikan dua kali dalam kurun waktu 6-12 bulan, sedangkan vaksin hepatitis B diberikan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 6 bulan.

2 dari 4 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Varicella

Adakah di antara Anda yang belum pernah terkena varicella atau cacar air? Varicella disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Meski umumnya menyerang anak-anak, tapi tak menutup kemungkinan juga bisa menyerang orang dewasa dengan imunitas yang rendah. Penularan cacar air bisa melalui inhalasi droplet pernapasan penderita.

Varicella ditandai dengan munculnya ruam merah pada kulit yang berubah menjadi lentingan-lentingan yang tersebar di seluruh tubuh. Kondisi ini juga disertai demam, badan lemas, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, hingga turunnya nafsu makan.

Bagi Anda yang sudah pernah mengalami cacar air, tubuh Anda sudah memiliki imunitas sehingga risiko terinfeksi lagi sangat rendah. Namun, bagi Anda yang belum pernah kena cacar air, sebaiknya Anda melakukan vaksinasi varicella guna mencegah penyakit ini. Vaksinasi varicella diberikan dua kali dalam kurun waktu 1-2 bulan.

  1. Campak, gondongan, dan campak jerman

Pernah dengar program vaksinasi campak (measles), gondongan (mumps), dan campak jerman atau rubela (MMR)?

Campak dan gondongan sama-sama disebabkan oleh virus paramyxovirus, tapi memberikan gejala yang berbeda. Gejala yang muncul pada penderita campak antara lain adalah demam, nyeri tenggorokan, batuk, pilek, diare, peradangan pada konjungtiva mata, bercak putih di rongga mulut, dan bercak merah pada kulit. Sedangkan pada gondongan, infeksi virus menyerang kelenjar air liur. Ini akan memberikan gejala bengkak pada sekitar pipi disertai dengan demam, lemas, sakit kepala, dan tak nafsu makan.

Rubela disebabkan oleh virus rubela, yang gejalanya hampir mirip dengan infeksi virus yang lainnya. Contohnya adalah demam, pembesaran kelenjar getah bening, ruam merah muda pada kulit, dan nyeri otot ringan. Jika Anda sedang hamil, waspadalah karena infeksi virus rubela dapat menyebabkan keguguran dan kecacatan pada janin.

Vakisnasi MMR dapat dilakukan mulai usia 19 tahun dan diberikan 1-2 kali dengan jeda dosis pertama dan kedua minimal satu bulan. 

3 dari 4 halaman

Selanjutnya (3)

  1. Kanker serviks dan penyakit kutil pada kelamin

Disebabkan oleh human papilloma virus (HPV), kanker serviks sangat ditakuti wanita. Beberapa gejala kanker serviks adalah munculnya perdarahan di luar masa menstruasi ataupun setelah masa menopause, keputihan bercampur dengan darah, nyeri di panggul, nyeri saat berhubungan seksual, hingga penurunan berat badan.

Bagi Anda seorang wanita yang aktif melakukan hubungan seksual, ada baiknya untuk rutin memeriksakan kesehatan organ kewanitaan Anda. Untuk perlindungan secara maksimal, lakukan vaksin HPV. Tak hanya untuk mencegah kanker serviks, vaksin ini juga dapat memberikan perlindungan dalam mencegah terjadinya kutil di area kemaluan.

Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 6 bulan. Para pria juga bisa mendapatkan vaksin ini untuk mencegah kutil di sekitar organ kemaluan.

Menjaga kesehatan tak hanya dengan menerapkan pola hidup sehat. Untuk perlindungan ekstra dari berbagai jenis penyakit, baik anak-anak maupun orang dewasa dianjurkan untuk melakukan vaksinasi. Ada baiknya sebelum mendapatkan vaksin tertentu, konsultasikan ini dengan dokter Anda.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar