Sukses

Cara Ampuh Kurangi Efek Samping Antibiotik

Antibiotik bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi sembarangan. Lakukan cara ini agar efek samping tersebut tak bertambah parah.

Klikdokter.com, Jakarta Sejak awal penemuannya oleh Sir Alexander Flemming, antibiotik telah menyelamatkan banyak nyawa. Obat ini tebukti manjur untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri. Kini, antibiotik terus berkembang menjadi berbagai jenis dengan kandungan yang lebih spesifik. Hal ini dimaksudkan agar antibiotik tersebut benar-benar mampu mengobati penyakit akibat infeksi bakteri.

“Antibiotik merupakan obat yang berperan dalam menyembuhkan penyakit tertentu, khususnya yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Cara kerja dari obat ini adalah dengan membunuh atau menjaga bakteri tersebut tidak berkembang semakin banyak,” kata dr. Adeline Jaclyn dari KlikDokter.

Lebih lanjut, dr. Adeline menjelaskan bahwa penggunaan antibiotik perlu pengawasan khusus dari dokter. Mengonsumsinya secara sembarangan dapat menimbulkan komplikasi berupa resistensi antibiotik. Pada kondisi tersebut, bakteri-bakteri yang menginfeksi tubuh telah kebal terhadap obat yang diberikan.

Apa saja efek samping antibiotic?

Selain resistensi, Anda perlu mewaspadai efek samping yang timbul akibat konsumsi antibiotik sembarnagan. Efek samping tersebut, antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Rasa tidak nyaman pada perut
  • Sakit perut

Efek samping tersebut berbeda dengan reaksi alergi antibiotik. Perlu Anda tahu, alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya.

Pada kasus alergi, reaksi tidak selalu muncul saat pertama kali konsumsi antibiotik. Ini karena tubuh baru mengenal zat yang terkandung dalam antibiotik tersebut. Saat paparan selanjutnya, barulah muncul reaksi alergi. Tanda dan gejala alergi antibiotik kurang lebih sama dengan keluhan alergi pada umumnya, seperti:

  • Ruam
  • Gatal-gatal
  • Mengi atau gangguan pernapasan lainnya
  • Bengkak
  • Anafilaksis (reaksi yang berpotensi mengancam nyawa)

Kebanyakan kasus alergi antibiotik disebabkan oleh golongan penisilin atau antibiotik yang berhubungan erat dengan penisilin. Bisa juga dipicu oleh golongan lain, misalnya sulfonamide.

Mengatasi efek samping antibiotik

Lelah dengan efek samping yang muncul akibat konsumsi antibiotik? Atasi dengan cara berikut ini:

1. Minum suplemen probiotik

Antibiotik tidak hanya membunuh bakteri penyebab penyakit, tapi juga “menghapus” bakteri baik (probiotik) yang berkontribusi pada kesehatan sistem saluran cerna.

Konsumsi suplemen probiotik dapat membantu mencegah diare terkait antibiotik dengan efek yang terasa 72 jam setelah memulai terapi antibiotik. Jika sulit menemukan suplemen tersebut, Anda juga dapat menemukan probiotik pada makanan fermentasi seperti yoghurt dan kefir.

2. Minum teh herbal

Jika Anda merasa mual saat mengonsumsi antibiotik, cobalah untuk menyesap teh jahe untuk menenangkan perut Anda. Rasa mulas yang muncul bisa hilang dengan cara ini.

Namun, hindari teh hitam yang tinggi kafein. Ini karena teh tersebut dapat meningkatkan intensitas diare terkait antibiotik, serta risiko mual.

3. Terapkan gaya hidup sehat

Untuk mengurangi risiko efek samping lain akibat konsumsi antibiotik, perkuat sistem kekebalan tubuh Anda dengan menerapkan pola diet sehat, berolahraga teratur, tidur cukup, dan kelola stres dengan baik.

Selalu ingat bahwa antibiotik adalah obat yang hanya dapat dikonsumsi dengan resep dari dokter. Jangan sekali-sekali membeli dan mengklaim dosis antibiotik secara sepihak. Hal tersebut berisiko dapat menyebabkan resistensi antibiotik dan efek samping yang mungkin lebih parah lagi.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar