Sukses

Bahaya Pneumonia pada Lansia seperti Stan Lee

Pneumonia bukanlah penyakit yang ringan, apalagi bila terjadi pada lansia, seperti yang dialami Stan Lee.

Klikdokter.com, Jakarta Tokoh pencipta komik-komik Marvel, Stan Lee, meninggal dunia pada usia 95 tahun, Selasa (13/11), atau Senin (12/11) waktu Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Pria kelahiran New York ini disebut telah berjuang melawan pneumonia selama setahun belakangan. Pada bulan Februari 2018 lalu ia sempat dilarikan ke Cedars-Sinai Medical Center. Jika dilihat dari sisi medis, penyakit pneumonia memang lebih berat bila terjadi pada lansia.

Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang menyerang organ paru. Infeksi pada pneumonia bisa disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Terdapat dua kelompok usia yang paling berat kondisinya bila terserang pneumonia. Kelompok usia tersebut adalah anak berusia di bawah 2 tahun serta orang-orang yang berusia di atas 65 tahun.

Insiden tahunan pneumonia (jenis community acquired pneumonia/CAP) pada orang-orang berusia lanjut sekitar 25-44 kasus per 1000 orang. Jumlah ini kira-kira 4 kali lebih besar dibanding populasi usia yang lebih muda. Semakin tua usia, maka angka kematian juga makin besar.

Tanda dan gejala yang muncul saat seseorang terkena pneumonia adalah sebagai berikut:

  • Batuk, umumnya berdahak
  • Demam tinggi (biasanya lebih dari 38 derajat Celsius)
  • Dapat pula mengalami suhu rendah/ hipotermia (kurang dari 35 derajat Celsius)
  • Sesak napas
  • Susah payah bernapas sampai menggerakkan otot dada
  • Berdebar-debar
  • Tampak kebiruan
  • Kesadaran menurun, gelisah

Mengapa pneumonia terjadi lebih berat pada lansia?

Beberapa mekanisme diyakini memengaruhi kondisi tersebut. Contohnya, perubahan fisiologi paru akibat penuaan sehingga mudah terjadi infeksi. Selain itu, berkurangnya refleks batuk dan penurunan imun juga mempermudah terjadinya kondisi pneumonia yang berat.

Kondisi akan semakin memberat bila pasien pneumonia berusia lanjut tersebut sudah memiliki beberapa penyakit penyerta lain. Misalnya telah memiliki penyakit gagal jantung, stroke, dan penyakit liver kronis.

Faktor risiko lain yang mempermudah seorang lansia terkena pneumonia adalah kebiasaan merokok, mengalami imunitas yang menurun, serta sedang dirawat di rumah sakit.

Saat terdapat kecurigaan pneumonia, pemeriksaan penunjang sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pengobatan. Pemeriksaan penunjang tersebut antara lain pemeriksaan rontgen dada, pemeriksaan dahak, serta pemeriksaan darah.

Adapun penanganan pneumonia akan bergantung sekali dengan penyebabnya. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri (penyebab yang paling sering), membutuhkan antibiotik untuk menghilangkan  kuman. Namun, pengobatan pneumonia pada lansia dapat lebih kompleks jika mereka memiliki penyakit penyerta lainnya.

Karena itu, hal yang paling baik adalah dengan pencegahan agar lansia tidak terkena pneumonia. Beberapa langkah pencegahan berikut dapat diandalkan:

  • ●      Memperoleh vaksinasi

Saat ini telah tersedia vaksinasi untuk beberapa jenis kuman penyebab pneumonia. Dengan begitu, beberapa tipe pneumonia dapat dicegah dan tidak perlu menjangkiti orang lanjut usia. Umumnya jenis vaksinasi ini dilakukan setiap tahun.

  • ●      Cuci tangan rutin

Kuman penyebab penyakit pneumonia dapat masuk ke tubuh lewat sentuhan tangan terhadap permukaan benda yang mengandung kuman. Oleh sebab itu, rajinlah mencuci tangan untuk memutus rantai penularan kuman pneumonia.

  • ●      Jangan merokok

Merokok telah diketahui dapat merusak sistem pertahanan jaringan paru terhadap infeksi. Maka kebiasaan merokok meningkatkan kemungkinan seseorang terkena pneumonia.

  • ●      Jaga sistem imun tetap kuat

Bila sistem imunitas kuat, kemungkinan terkena penyakit infeksi apa pun akan berkurang. Pastikan jumlah waktu tidur cukup, hindari stres, berolahragalah secara rutin, konsumsi makanan sehat, serta minum air secukupnya. Bagi lansia, konsultasikan pilihan olahraga yang tepat pada dokter untuk menghindari hal yang tidak diharapkan.

Pneumonia dapat terjadi lebih berat pada lansia. Kondisi ini  seperti yang dialami oleh legenda komik Marvel,  Stan Lee, yang meninggal karena penyakit ini di usia 95 tahun. Perubahan fisiologi paru akibat penuaan, berkurangnya refleks batuk, dan penurunan imun mempermudah terjadinya kondisi pneumonia yang berat pada lansia.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar