Sukses

Siapa Saja Orang yang Perlu Diet Bebas Gluten?

Apakah Anda termasuk orang yang membutuhkan diet bebas gluten? Cek di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Dahulu, tak banyak orang yang memperhatikan kandungan gluten dalam apa yang mereka makan. Namun beberapa tahun belakangan, diet bebas gluten semakin diminati. Hal ini didukung oleh banyaknya selebritas mancanegara yang menjalani program diet ini, seperti Kim Kardashian, Gwyneth Paltrow, dan Russel Crowe.

Gluten adalah nama untuk dua jenis protein, gliadin dan glutenin, yang biasa ditemukan pada produk yang berasal dari biji-bijian, padi-padian, atau serealia. Lebih sederhana lagi, gluten bisa diibaratkan seperti perekat yang mempersatukan berbagai produk makanan, seperti roti, pasta, berbagai saus, dan serealia.

Ada berbagai alasan mengapa orang mengikuti diet bebas gluten. Sebagian mencoba menurunkan berat badan, sedangkan lainnya ingin meningkatkan kondisi kesehatan. Tapi sebenarnya, apakah diet bebas gluten baik untuk semua orang?

Mereka yang membutuhkan diet bebas gluten

Diet bebas gluten sesungguhnya dirancang untuk orang-orang dengan kondisi medis tertentu. Meski banyak orang mengklaim bahwa mereka berhasil menurunkan berat badan dan merasa lebih bugar setelah menjalani diet ini, berikut ini adalah beberapa kelompok orang yang benar-benar memerlukan diet bebas gluten:

  • Penyakit celiac

Penyakit celiac merupakan kondisi ketika usus halus meradang dan kehilangan kemampuan untuk menyerap nutrisi selama proses pencernaan makanan. Gejala-gejalanya beragam, mulai dari diare, nyeri perut, dan kembung.

Kondisi autoimun pada penyakit celiac menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang kandungan dalam gluten sehingga menyebabkan reaksi radang. Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kondisi ini. Namun, para ahli mencurigai kombinasi variasi genetik dengan faktor lingkungan sebagai salah satu faktor risiko.

Karena mekanisme perlawanan sistem kekebalan tubuh tadi, maka salah satu bagian dari terapi penderita penyakit celiac adalah dengan sama sekali menghindari produk-produk yang mengandung gluten. Setelah menghindari gluten, gejala-gejala akan langsung membaik. 

  • Intoleransi gluten

Meski tidak mudah dibedakan, intoleransi gluten berbeda dengan penyakit celiac. Intoleransi gluten bukanlah reaksi autoimun tubuh terhadap sel atau senyawa yang normal, melainkan reaksi yang berlebihan terhadap suatu zat, dalam hal ini gluten. Tubuh orang dengan intoleransi gluten tidak dapat mencerna atau memecah protein gluten dengan baik.

Orang dengan intoleransi gluten kerap mengalami keluhan ketika makan atau minum produk yang mengandung gluten. Namun, gejala akan segera membaik setelah mereka menghindari konsumsi produk gluten tersebut.

  • Alergi gandum

Pada orang dengan alergi gandum, juga bisa mengalami gejala yang  serupa dengan pengidap penyakit celiac atau intoleransi gluten. Orang dengan alergi gandum juga bisa mengalami gejala di luar sistem pencernaan layaknya alergi makanan lainnya, seperti bibir yang bengkak atau gatal-gatal di kulit.

Untuk kondisi alergi gandum, diet bebas gluten (dan bebas gandum) juga sangat disarankan.

Bagi Anda yang tidak memiliki kondisi medis di atas tapi ingin mencoba menjalani diet bebas gluten, ketahuilah bahwa tidak semua orang cocok menjalani diet ini. Anda dapat berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter spesialis atau ahli gizi untuk mengetahui lebih jauh tentang profil tubuh, kecocokan dengan diet bebas gluten, dan apakah ada program lain yang lebih efektif untuk Anda jalani.

[RS/ RVS]

1 Komentar