Sukses

Kiat Bebas Toksoplasma bagi Pencinta Kucing

Salah satu hal yang ditakutkan oleh para pencinta kucing adalah terkena toksoplasma. Berikut ini tips memelihara kucing yang aman.

Klikdokter.com, Jakarta Toxoplasma gondii merupakan parasit hidup di dalam tubuh hewan, terutama kucing. Parasit ini dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan di berbagai organ tubuh manusia. Fakta inilah yang kadang bikin banyak orang khawatir ketika ingin – atau memang sudah – memelihara hewan berbulu manja ini di rumah.

Manusia dapat terinfeksi Toxoplasma gondii melalui beberapa cara. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dengan tinja kucing, atau melalui lingkungan yang terkontaminasi dengan tinja kucing. Misalnya dari tanah yang terkontaminasi tinja kucing atau karena membersihkan tempat buang air besar kucing peliharaan.

Jika Toxoplasma gondii menyerang orang yang memiliki gangguan pada sistem kekebalan tubuh maka infeksi yang terjadi mungkin lebih parah. Kondisi ini bisa menyebabkan gejala seperti demam serta pembesaran kelenjar getah bening. Namun, pada beberapa orang tidak muncul gejala dan baru terdeteksi saat melakukan tes darah.

Kondisi di atas tentu saja bisa menjadi sumber kekhawatiran bagi Anda yang memelihara kucing. Untuk itu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar Anda tetap bisa memelihara kucing dengan tenang dan terhindar dari risiko terinfeksi parasit toksoplasma.

Penanganan kotoran kucing yang benar

Karena parasit toksoplasma dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui kontak dengan lingkungan yang tercemar tinja kucing, maka penanganan tinja kucing harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Pada saat para pencinta kucing akan membersihkan tempat buang air besar kucing peliharaan, sebaiknya gunakan sarung tangan. Tujuannya agar tangan tidak berkontak langsung dengan kotoran tersebut.

Setelah membersihkan tempat buang air besar kucing, Anda juga diwajibkan untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Selain itu, jika Anda memiliki tempat buang air besar untuk kucing atau tempat bermain pasir di tempat terbuka, beri penutup. Tujuannya agar ketika tidak digunakan oleh kucing, tempat-tempat tersebut bisa ditutup.

Tempat buang air besar dan tempat bermain kucing perlu dibersihkan setiap hari. Untuk ibu hamil, Anda tidak disarankan untuk memberihkan tempat buang air besar atau tempat bermain kucing. Ini karena infeksi toksoplasma pada ibu hamil bisa berdampak pada kecacatan calon bayi.

Hindari mengadopsi kucing liar

Dalam kacamata medis, mengadopsi kucing liar tidak disarankan karena pada dasarnya Anda tidak mengetahui apakah kucing tersebut bebas dari toksoplasma atau tidak. Hal ini terkait dengan kebiasaan kucing liar yang biasanya minum di sembarang tempat dan makan makanan (daging) mentah. Khususnya ibu hamil, ini harus dihindari karena risiko yang sangat tinggi jika terkena toksoplasma.

Lebih lanjut lagi, para pencinta kucing juga perlu memperhatikan makanan yang diberikan kepada kucing. Pasalnya, kucing dapat terinfeksi toksoplasma karena mengonsumsi air minum atau makanan yang mengandung kista toksoplasma. Untuk itu, sebaiknya, kucing peliharaan hanya makan makanan kaleng atau makanan kering komersial yang dijual bebas, atau makanan matang yang dimasak sendiri.

Jangan biasakan binatang peliharaan untuk makan makanan mentah. Selain itu, jangan biarkan kucing peliharaan berkeliaran di luar rumah untuk mencegahnya terinfeksi toksoplasma karena minum air yang tercemar, atau berburu tikus yang terinfeksi toksoplasma.

Satu hal yang tak kalah penting bago pencinta kucing adalah untuk selalu biasakan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, pada beberapa waktu krusial. Misalnya, sebelum makan dan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut. Sebagai tambahan, berikan vaksin untuk kucing sesuai usianya, seperti vaksin tokso dan vaksin rabies. Dengan demikian, para pencinta hewan, khususnya kucing, dapat terhindar dari berbagai macam penyakit yang bisa ditularkan dari hewan seperti toksoplasma.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar