Sukses

9 Manfaat Bermain untuk Anak

Bermain tak hanya membuat anak bahagia. Tapi ternyata, kegiatan menyenangkan ini juga baik untuk menunjang kesehatannya.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi anak, bermain adalah sesuatu yang sangat normal dan alami. Bahkan, Komisi HAM PBB menyatakannya sebagai salah satu hak asasi setiap anak. Hal ini tertuang dalam Konvensi Hak-hak Anak tahun 1989. Lalu, apa saja manfaat bermain bagi si Kecil?

Dunia bermain, dunia anak

Secara garis besar, ada dua macam pola bermain, yakni yang terstruktur (structured) dan tidak terstruktur (unstructured). Yang dianggap sehat untuk menunjang tumbuh kembang anak yakni unstructured play atau disebut juga child-driven play.

Pola bermain yang seperti ini diinisiasi oleh anak sendiri, dimana anak bebas memilih dan menentukan apa yang ingin dimainkannya, termasuk cara ia memainkannya (free play). Tidak ada tujuan tertentu yang ingin dicapai melalui unstructured play.

Anak tidak dituntut apapun atau mendapat pengarahan dari orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya. Lewat permainan tersebut, anak bisa mendapatkan kebebasan dan kontrol.

Sehingga anak dapat belajar memahami dirinya, mempelajari apa yang disukai dan tidak disukai, melatih keterampilan membuat keputusan, hingga berani mengambil risiko atau berbuat kesalahan tanpa takut dicela, merasa tertekan maupun takut gagal.

1 dari 3 halaman

Manfaat bermain untuk anak

Secara spesifik, bermain memiliki manfaat langsung bagi kesehatan otak dan perkembangan emosional anak. Berikut ini adalah sederet manfaatnya.

  1. Meningkatkan fungsi kognitif

Bermain membuat fungsi kognitif anak terasah. Otak menjadi lebih cepat dalam menangkap sesuatu, serta lebih mampu berpikir dan berlogika. Daya ingat pun menjadi lebih baik. Sebuah studi bahkan menemukan bahwa anak yang mulai bermain sejak bayi memiliki tingkat kecerdasaan yang lebih tinggi pada usia 3 dan 4,5 tahun.

  1. Menjadi lebih kreatif

Unstructured play mendorong anak untuk memiliki pola pikir yang divergen, yakni terbuka untuk berbagai kemungkinan. Anak dipacu untuk menjadi kreatif dan mampu berimajinasi karena baginya selalu ada alternatif dalam memecahkan sesuatu.

  1. Mengasah kemampuan komunikasi dan berbahasa

Bermain, khususnya bermain peran atau role play, akan mengasah kemampuan anak-anak prasekolah dalam berbahasa dan memahami sesuatu. Mereka pun secara otomatis akan belajar banyak kosakata baru melalui bermain.

  1. Melatih pengendalian diri dan emosi

Pengendalian diri merupakan salah satu hal penting agar anak bisa sukses secara akademis maupun sosial. Sebuah studi menemukan bahwa bermain dapat mendukung kestabilan emosi dan sosial anak hingga 33-67 persen.

  1. Mengasah keterampilan sosial dan empati

Bermain menyediakan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar berinteraksi sosial. Melalui bermain bersama, anak belajar untuk bekerja sama dalam tim, mengikuti aturan, berbagi, bernegosiasi, dan belajar bergaul dengan orang lain.

Hal ini merupakan modal penting agar kelak anak mudah beradaptasi dan bekerja sama dengan orang lain di berbagai situasi sosial.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Memiliki hubungan interpersonal yang lebih baik

Selain dapat berinteraksi sosial secara positif, bermain juga menjadi salah satu cara yang amat baik untuk menjalin kedekatan dengan orang-orang terdekat, seperti orang tua dan kakek nenek, maupun dengan teman sebaya si Kecil.

  1. Membuat tubuh lebih sehat

Berbeda dengan hiburan yang pasif seperti video game atau menonton dari layar gawai, bermain yang dilakukan dengan bergerak aktif membuat tubuh anak lebih sehat. Kontrol, keterampilan dan kekuatan motorik anak pun akan diasah.

Faktanya, permainan yang menggerakkan tubuh merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang menyenangkan untuk mencegah maupun mengatasi obesitas pada anak.

  1. Belajar keterampilan hidup

Mensimulasikan masalah-masalah yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari melalui permainan dapat membantu anak belajar menghadapinya dengan cara mereka sendiri. Anak juga belajar untuk berbicara dengan terus terang atau lebih berani mengungkapkan perasaannya dalam berbagai situasi.

Cara ini akan mengembangkan rasa percaya diri, keberanian dan ketekunan anak dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa depan.

  1. Membuat anak lebih bahagia

Tak ada anak yang tak suka bermain. Anda bisa melihat mereka tersenyum lebar saat sedang bermain. Bagi anak, bermain adalah salah satu cara paling sederhana untuk mendapatkan kebahagiaan. Itulah mengapa momen bermain di masa kecil ini penting untuk menunjang perkembangan jiwa dan emosinya. Anak yang bahagia cenderung memiliki jiwa yang sehat dan kelak tidak akan mencari kesenangan semu yang dapat berdampak buruk kala dewasa.

Sekian banyak manfaat bermain di atas dapat tercapai apabila anak mendapatkan waktu bermain sedikitnya dua jam dalam sehari untuk melakukan unstructured play.

Jadi mulai sekarang, berikan anak kesempatan untuk bermain untuk membantunya tumbuh menjadi anak yang selalu ingin tahu, kreatif, sehat, dan bahagia serta menguasai berbagai keterampilan dalam hidup. Kelak saat dewasa, bermain akan selalu menjadi bagian yang dikenang dari masa kecilnya.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar