Sukses

Waspada, Efek Pneumonia pada Ibu Hamil

Pneumonia bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali ibu hamil. Berikut ini dampak yang akan terjadi pada ibu hamil bila mengalaminya.

Klikdokter.com, Jakarta Pneumonia adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman pada organ paru. Meski umumnya terjadi akibat infeksi bakteri, pneumonia juga dapat disebabkan oleh virus atau jamur. Akan lebih berbahaya lagi bila ibu hamil yang mengalaminya.

Pneumonia pada ibu hamil

Jika infeksi sudah terjadi, maka proses peradangan dan pembengkakan pada kantung udara (alveoli) dalam paru dapat terjadi. Pada kondisi ini, alveoli dapat pula terisi dengan cairan atau nanah.

Penyakit yang lebih dikenal dengan sebutan paru-paru basah ini dapat menyerang siapapun, salah satunya ibu hamil. Dalam dunia medis, pneumonia yang terjadi pada ibu hamil disebut maternal pneumonia.

Salah satu faktor risiko yang membuat ibu hamil lebih rentan mengalami pneumonia adalah menurunnya kapasitas paru karena berkembangnya ukuran rahim dan janin dalam kandungan. Hal ini dapat meningkatkan stres pada fungsi paru ibu hamil.

Ibu hamil yang mengalami masalah kesehatan seperti anemia atau asma selama kehamilannya ternyata lebih berisiko mengalami pneumonia. Selain itu, melemahnya sistem imun dan kebiasaan merokok juga dipercaya dapat meningkatkan risiko terjadinya pneumonia pada ibu hamil.

Gejala pneumonia pada ibu hamil

Pada kebanyakan orang, pneumonia diawali dengan flu atau selesma. Salah satu gejala pneumonia pun menyerupai flu. Namun pada ibu hamil, gejala pneumonia yang timbul dapat berbeda pada setiap trimester. Ada pun beberapa gejala pneumonia yang dapat dialami oleh ibu hamil, yaitu:

  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Pegal-pegal
  • Sesak napas
  • Napas terlalu cepat
  • Kelelahan yang berlebihan
  • Demam atau panas dingin
  • Nyeri dada
  • Batuk yang semakin berat

Jika tidak segera ditangani dengan baik, pneumonia dapat mengancam jiwa ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Sebab, pada kondisi pneumonia, pertukaran oksigen di paru dapat terganggu, sehingga suplai oksigen ke seluruh tubuh secara otomatis pun berkurang, termasuk ke janin dalam kandungan.

1 dari 2 halaman

Dampak yang mungkin terjadi

Pada masa kehamilan, pneumonia dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan janin, bayi dengan berat lahir rendah, hingga keguguran. Tidak hanya itu, infeksi yang terjadi pada paru juga dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui peredaran darah. Ketika hal tersebut terjadi, tentu dapat mengganggu berbagai fungsi sistem organ tubuh ibu hamil.

Tidaklah mudah untuk mendeteksi pneumonia pada ibu hamil. Namun, jika seorang ibu hamil mengalami gejala flu, sebaiknya segera temui dokter. Bukan tidak mungkin gejala flu tersebut dapat berlanjut menjadi pneumonia.

Pada beberapa kondisi, ibu hamil harus segera mencari pertolongan medis, yaitu ketika  mengalami nyeri atau kram pada perut, nyeri dada, sesak napas, demam tinggi, muntah-muntah lebih dari 12 jam, pusing, pingsan, keluar darah dari vagina, dan menurunnya pergerakan janin dalam kandungan.

Upaya penanganan dan pencegahan yang bisa dilakukan

Penanganan medis yang sebaiknya dilakukan sebenarnya tergantung dari penyebab pneumonia, apakah disebabkan bakteri, virus, atau kuman lainnya. Pada pneumonia akibat bakteri, perlu diberikan obat antibiotik. Sedangkan, pada pneumonia akibat virus, dapat diberikan obat antivirus.

Selain itu, ada pula pengobatan yang aman bagi ibu hamil untuk meredakan gejala yang timbul pada pneumonia. Jadi, Anda tak perlu khawatir bila mengalaminya di saat hamil.

Sebelum terjadi pneumonia, alangkah lebih baik bila para calon ibu melakukan beberapa upaya pencegahan seperti vaksinasi, menjaga kebersihan diri (sering cuci tangan) dan lingkungan, hindari paparan dengan orang sakit, serta tidak merokok. Kemudian, ibu hamil juga harus berupaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan olahraga secara rutin. Dengan demikian, wanita hamil pun terbebas dari incaran pneumonia.

Bagi Anda para calon ibu, persiapkan kehamilan Anda sebaik mungkin. Hindari berbagai faktor yang dapat meningkatkan masalah-masalah selama kehamilan. Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter tentang bagaimana cara menjaga kehamilan agar tetap sehat. Dengan kontrol rutin, gangguan kesehatan yang dialami ibu hamil dapat dideteksi sedini mungkin. Lakukanlah yang terbaik untuk calon buah hati Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar