Sukses

Khasiat Jahe untuk Redakan Pneumonia

Tak cuma melegakan tenggorokan dan menghangatkan badan saat flu menyerang, jahe juga berkhasiat meredakan gejala pneumonia.

Klikdokter.com, Jakarta Selain kanker paru dan tuberkulosis, penyakit pernapasan lain yang juga bisa mengancam jiwa adalah bronchopneumonia atau pneumonia. Menurut dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc Hons dari KlikDokter penyebab pneumonia bisa bermacam-macam, seperti bakteri, virus, bahkan jamur. Meski pneumonia tidak bisa disembuhkan dengan cara rumahan, namun untuk meredakan gejalanya, Anda bisa memanfaatkan rempah dari kebun Anda, jahe.

Terinfeksinya paru-paru oleh organisme bukannya tanpa pemicu. Ada beberapa faktor yang bisa meninggikan risiko untuk terkena infeksi pneumonia. Misalnya saja, kebiasaan merokok, diabetes mellitus, kelainan atau kelemahan struktur organ dada, dan keadaan imunodefisiensi. Penyakit-penyakit ini dapat membuat kesehatan tubuh dan paru melemah, sehingga mudah terserang penyakit.

Adapun gejala yang umumnya ditimbulkan dari pneumonia, meliputi:

  • Demam
  • Batuk tidak berdahak/berdahak kekuningan
  • Nyeri dada
  • Menggigil
  • Napas menjadi pendek dan mudah lelah
  • Nyeri otot dan sendi
  • Nyeri kepala
  • Mual dan muntah
  • diare

Meredakan gejala pneumonia dengan jahe

Meski infeksi pneumonia ini tidak bisa disembuhkan oleh tindakan rumahan, gejalanya bisa diredakan dengan cara rumahan. Salah satunya dengan menggunakan jahe. Khasiat jahe untuk melegakan saluran pernapasan memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Hal itu terbukti dari banyaknya orang Indonesia yang memburu makanan atau minuman jahe hangat saat “musim flu” tiba.

Dilansir dari Medical News Today, jahe dapat meringankan gejala nyeri dada yang disebabkan pneumonia. Biasanya, nyeri dada timbul karena penderita infeksi saluran pernapasan batuk terus-menerus. Apabila Anda meredakan hanya dengan minum air putih saja, gejala batuk memang bisa mereda, tetapi nyeri dadanya tidak. Sementara itu, jika Anda minum teh hangat yang terbuat dari jahe beserta akarnya, rasa nyeri pada dada bisa berkurang. Sebab, akar dari jahe memiliki efek antiinflamasi dan analgesik alami yang bereaksi dalam tubuh.

Cara membuatnya pun tak susah. Dikutip dari Healthline, Anda tinggal melakukan beberapa langkah ini.

  • Didihkan air di panci.
  • Kupas, potong, dan parut beberapa jahe segar ke dalam air mendidih.
  • Panaskan kurang lebih 20 menit.
  • Jika sudah, saring dan tuang ke cangkir. Untuk memberikan rasa yang lebih enak, sebaiknya berikan madu dan lemon.
  • Minumlah secara rutin hingga gejala reda.

Usahakanlah untuk membuat teh jahe sendiri di rumah. Pasalnya, minuman jahe kemasan mengandung banyak gula atau pemanis buatan yang kurang baik untuk kesehatan Anda. Bahkan, bisa menyebabkan sugar rush dan justru membuat Anda sulit beristirahat. Selain jahe, peppermint juga bisa meredakan gejala pneumonia, yaitu batuk terus-menerus. Peppermint dapat membantu meringankan iritasi dan melancarkan keluarnya dahak.

Sama seperti teh jahe, membuat teh peppermint juga sangat mudah, seperti berikut.

  • Cuci dan potong-potong daun mint segar.
  • Masukkan potongan daun mint ke teko atau cangkir.
  • Lalu seduh dengan air mendidih dan diamkan selama 5 menit.
  • Kemudian, saring dan sajikan bersama lemon, madu, atau susu.
  • Dan sebelum meminumnya, usahakan untuk menghirup aromanya dulu agar dapat melegakan hidung yang tersumbat.

Meski minum teh jahe secara rutin dapat meredakan gejala pneumonia, sebaiknya Anda tidak makan jahe secara berlebihan. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, mengonsumsi jahe berlebihan bisa mendatangkan nyeri ulu hati, diare, dan rasa panas. Tentu Anda tak mau kan nyeri dada berubah menjadi nyeri perut? Oleh sebab itu, jangan mengonsumsi jahe lebih dari 2 gram per hari, ya!

Itu dia khasiat jahe untuk meredakan gejala pneumonia. Ingat, jahe bukanlah obat untuk pneumonia. Jahe hanyalah rempah yang dapat membantu mengurangi gejala  infeksi saluran pernapasan tersebut. Selain itu, terapkanlah gaya hidup sehat, seperti istirahat cukup (tidak begadang), mengelola stres, dan tidak merokok, serta tidak berada di lingkungan yang kotor. Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh tidak menurun dan tidak mudah terinfeksi organisme berbahaya penyebab pneumonia.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar