Sukses

Bagaimana Membedakan Flu dan Pneumonia?

Flu dan pneumonia memiliki gejala yang hampir mirip. Cari tahu perbedaannya untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Klikdokter.com, Jakarta Saat kepala terasa berputar, hidung mampat seperti terasa penuh, serta batuk dan bersin terus-menerus, Anda mungkin merasa sedang terkena flu. Hati-hati, karena yang Anda alami bisa lebih dari itu. Sebab, Anda mungkin saja terkena pneumonia atau paru-paru basah. Ketahui perbedaannya agar Anda dapat berjaga-jaga.

Hingga kini masih banyak orang yang menganggap pneumonia sebagai flu biasa. Hal ini bisa terjadi karena gejala kedua penyakit ini memang hampir mirip. Bahayanya, anggapan tersebut bisa membuat penyakit paru-paru Anda semakin parah karena tak diobati secara tepat. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui  perbedaan di antara keduanya.

Yang terjadi saat Anda terkena flu

Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Meski mirip dengan pilek, tapi flu menyebabkan gejala yang jauh lebih parah. Hal ini dijelaskan oleh Aaron M. Milstone, MD, asisten profesor penyakit menular pediatrik di Johns Hopkins Children's Center di Baltimore. "Influenza tak seperti pilek, bahkan bisa lebih parah. Karena flu benar-benar dapat melemahkan tubuh, bahkan pada orang yang sehat sekalipun," ujarnya.

Menurut dr. Kartika Mayasari kepada KlikDokter, flu disebabkan karena infeksi yang menyerang hidung, tenggorok dan paru-paru. Sedangkan pilek adalah penyakit yang menyebabkan keluarnya cairan dari rongga hidung yang ditandai dengan peradangan pada hidung. Beberapa gejala flu antara lain:

  • Kelelahan ekstrim pada tubuh dan otot terasa sakit
  • Sakit kepala
  • Tidak nafsu makan
  • Demam tinggi
  • Menggigil dan berkeringat
  • Hidung tersumbat dan batuk

Agar terhindar dari penyakit flu, Anda dapat melakukan vaksinasi influenza. Namun bila terlanjur terkena flu, Anda pun tak perlu cemas. Seperti penyakit lain yang disebabkan oleh virus, flu dapat sembuh sendiri tanpa memerlukan pengobatan tertentu. Bahkan, flu bisa semakin cepat reda dengan asupan sehat yang meningkatkan daya tahan tubuh, serta istirahat cukup dan rutin berolahraga.

“Pengobatan atas flu biasanya hanya bersifat simtomatik atau per gejala. Misalnya hanya untuk meredakan hidung tersumbat dengan pseudiefedrin atau meredakan demam dengan parasetamol,” ucap dr. Kartika.

 

 

1 dari 2 halaman

Bagaimana dengan gejala pneumonia?

Menurut Mayo Clinic, pneumonia adalah infeksi yang memicu inflamasi pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru. Kantung udara tersebut dapat diisi dengan cairan atau nanah, sehingga menyebabkan batuk berdahak atau nanah, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas. Berhati-hatilah, berbagai organisme, termasuk bakteri, virus dan jamur, juga dapat menyebabkan pneumonia.

Pada orang yang berusia lanjut atau bahkan anak-anak, pneumonia dapat menjadi masalah serius hingga menyebabkan gangguan paru-paru yang kronis. Hal ini jugalah yang membedakan pneumonia dengan penyakit flu biasa. Anda boleh mulai khawatir bila anak, keluarga atau kerabat dekat Anda mengalami gejala pneumonia berikut ini:

  • Batuk lendir atau bahkan darah
  • Kelelahan ekstrim
  • Sesak bernapas
  • Nyeri dada yang memburuk ketika Anda bernapas dalam-dalam atau batuk
  • Demam tinggi disertai menggigil
  • Sakit kepala
  • Sering berkeringat dengan kulit lembap
  • Tidak nafsu makan
  • Bertingkah seperti orang bingung

Perbedaan antara gejala pneumonia dengan flu

Berdasarkan beberapa gejala yang disebutkan di atas, flu dan pneumonia bisa jelas dibedakan. Jika Anda mulai merasakan gejala flu seperti telah dipaparkan di atas tapi disertai batuk berlendir hingga mengeluarkan darah, dada terasa nyeri ketika menarik napas, dan bertingkah seperti orang bingung, tandanya Anda terkena pneumonia.

Beberapa jenis flu dan pneumonia dapat dicegah dengan vaksin dan diobati dengan obat-obatan. Tak hanya mencegah komplikasi serius, tetapi upaya pencegahan ini juga akan membuat Anda cepat merasa lebih baik.

Kini Anda telah mengetahui bagaimana membedakan flu biasa dengan kondisi pneumonia atau paru-paru basah. Jika Anda mulai merasa ada yang tidak beres dengan organ paru Anda, lebih baik segera temui dokter. Sebab, jika dibiarkan lebih lama, tingkat kesembuhan pasien pun akan semakin berkurang.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar