Sukses

Menggunakan Kain Gurita pada Bayi, Bermanfaatkah?

Penggunaan kain gurita pada bayi telah menjadi tradisi turun-menurun di Indonesia. Lalu adakah manfaat menggunakan kain gurita pada bayi?

Klikdokter.com, Jakarta Kain gurita hingga sekarang masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, baik untuk ibu hamil maupun bayi baru lahir. Gurita merupakan kain pembalut dada yang biasa diikatkan atau dibebat di bagian perut bayi. Pada ibu hamil, kain gurita dipakai dengan harapan bisa membuat perut ibu kembali langsing seperti sebelum hamil.

Kebiasaan untuk membedong dan memakaikan gurita pada bayi baru lahir sudah berlangsung turun-temurun. Konon, pemakaian gurita penting untuk mengecilkan perut bayi baru lahir dan mencegah agar pusar bayi tidak bodong. Benarkah itu?

Gurita untuk bayi tidak dianjurkan?

Perut bayi yang terlihat buncit segera setelah lahir merupakan sesuatu yang normal. Apabila kita perhatikan, rongga dada bayi memang lebih pendek dibandingkan dengan rongga perutnya. Kondisi tersebut karena otot dinding perut bayi mempunyai fungsi yang lebih dominan dibandingkan otot dada. Hal tersebut disebabkan paru-paru dan rongga dada bayi masih membutuhkan waktu untuk berkembang secara sempurna.

Oleh karena itu, bayi masih membutuhkan otot-otot dinding perut untuk membantunya dalam bernapas. Pernapasan bayi juga masih didominasi oleh pernapasan perut sampai rongga dada dan paru-paru berkembang dengan sempurna. Perut bayi yang sering kali terlihat kembung bisa disebabkan bayi menelan terlalu banyak udara, misalnya ketika menangis terlalu lama atau cara minum susu dari botol yang kurang tepat.

Berdasarkan penjelasan tersebut, membelit perut bayi dengan gurita sebenarnya sangat tidak dianjurkan. Namun, masih banyak orang tua yang menganggap bahwa penggunaan kain gurita dapat membuat bayi lebih hangat. Padahal, apabila otot-otot perut dibebat dengan sangat ketat, sedangkan bayi masih banyak bernapas dibantu melalui pernapasan perut, bisa berakibat fatal.

Apabila gerakan perut dibatasi dengan penggunaan gurita, maka pernapasan bayi dapat terhambat pernapasannya dan bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dokter saat ini tak menganjurkan pemakaian gurita pada bayi baru lahir karena bentuknya yang ketat dan bisa membuat bayi menjadi sesak napas.

Pemakaian gurita terlalu kencang berisiko untuk bayi

Selain itu, beberapa orang tua juga mengkhawatirkan pusar bayi akan bodong. Mereka lantas menggunakan gurita agar pusar bayi tidak bodong. Padahal sebenarnya, pusar bodong tidak akan mengakibatkan kondisi kesehatan yang serius.

Pusar bayi yang bodong merupakan proses yang sudah berlangsung dari awal karena tali pusat bayi yang memang cenderung lebih besar dari biasanya. Hal ini tidak berhubungan dengan penggunaan kain gurita. Untuk tali pusat yang belum puput, kain kasa saja sebenarnya sudah cukup membantu, tidak perlu menggunakan gurita.

Pemakaian gurita yang terlalu kencang juga dapat menyebabkan aliran balik makanan yang telah masuk ke dalam lambung. Hal ini dapat menyebabkan bayi menjadi muntah berulang. Selain itu juga bayi dapat mengalami keluhan kulit seperti gatal karena keringat yang berkumpul di bawah kain gurita. Iritasi di kulit bayi pun dapat terjadi.

Jadi alih-alih mengikuti tradisi turun-temurun dengan memilih kain gurita pada bayi, gunakanlah pakaian yang nyaman untuk bayi Anda. Para orang tua dapat memilih pakaian yang membuat anak bebas bergerak dan nyaman, terutama di bagian perut.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar