Sukses

Batasan Usia untuk Melakukan Prosedur Operasi Plastik

Operasi plastik kian marak dilakukan oleh usia muda. Ketahui batasan usia agar prosedur operasi plastik bisa dilakukan secara aman.

Klikdokter.com, Jakarta Cantik itu sifatnya subjektif. Standar cantik tiap orang tentu berbeda. Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mempercantik diri adalah dengan operasi plastik. Tak hanya usia dewasa, kini usia muda pun berbondong-bondong membuat janji dengan dokter bedah plastik untuk meraih kecantikan yang didambakan. Meski demikian, Anda perlu mengetahui batasan usia agar prosedur operasi plastik yang dilakukan berjalan aman.

Operasi plastik sebenarnya bukan hanya tentang kecantikan atau estetika saja. Kata “operasi plastik” berasal dari bahasa Yunani “plastikos” yang artinya adalah “membentuk” (mold atau shape). Inilah kenapa operasi plastik dibedakan menjadi dua kategori utama, yaitu estetika dan rekonstruksi.

Batasan usia bedah plastik rekonstruksi

Operasi plastik juga memiliki aspek yang sangat penting, yaitu rekonstruksi. Rekonstruksi merupakan ilmu bedah yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tertentu demi meningkatkan fungsinya. Pembedahan yang termasuk rekonstruksi adalah pembedahan area wajah dan kranium, tangan, bedah mikro, serta luka bakar.

Pembedahan rekonstruksi sering dikerjakan pada defek kongenital atau cacat bawaan lahir, trauma, atau kondisi medis lain seperti kanker. Pada kasus tersebut, batasan usia tentunya tergantung dari tiap kasus.

Defek kongenital seperti bibir sumbing atau sumbing langit-langit, operasi plastik dapat dilakukan sejak usia dini, yaitu sejak usia 6 minggu hingga 6 bulan.

Operasi plastik rekonstruksi juga dapat dilakukan pada defek setelah operasi lumpektomi (pengangkatan benjolan) atau mastektomi (pengangkatan payudara) pada pasien kanker payudara. Operasi rekonstruksi ini bahkan dapat dikerjakan pada usia lanjut. Meski demikian, risiko terjadinya komplikasi setelah operasi memang lebih sering terjadi pada kelompok lansia.

Operasi plastik rekonstruksi juga sering dilakukan pada kasus luka bakar. Pada kasus ini tidak ada batasan usia untuk dilakukannya operasi rekonstruksi. Namun, tetap saja ada penilaian akan kondisi umum pasien yang perannya sangat penting dalam menentukan apakah pasien tersebut bisa secara aman menjalani operasi rekonstruksi.

Batasan usia bedah plastik estetika

Berbeda dengan rekonstruksi, bedah plastik estetik bukanlah sebuah keharusan dan tidak dibutuhkan secara medis—hanya demi estetika semata. Operasi plastik estetik meliputi operasi plastik payudara, hidung, wajah, sedot lemak, dan masih banyak lagi. Jenis operasi estetika ini mungkin memiliki batasan usia akibat tubuh yang dapat berubah sesuai usia.

Selain itu, tujuan operasi plastik estetik pada remaja dan orang dewasa biasanya berbeda. Remaja ingin melakukan operasi plastik estetik agar dapat diterima di lingkungan sosial teman. Sedangkan pada orang dewasa biasanya ingin tampak mencolok dari sekitarnya.

Operasi plastik estetik hidung misalnya, biasanya baru bisa dilakukan pada usia 15-16 tahun. Ini disebabkan karena dokter harus memastikan bahwa pasien sudah berhenti bertumbuh. Usia yang cukup dewasa juga perlu untuk memastikan bahwa pasien sudah mantap untuk melakukan operasi plastik estetik hidung.

Sementara untuk mereka yang ingin melakukan operasi plastik estetik pada payudara, biasanya batasan usia minimal adalah 18 tahun. Hal ini dikarenakan implan hanya boleh digunakan oleh wanita yang sudah berusia 18 tahun ke atas. Meski demikian, jika ditemukan adanya kelainan pada payudara, seperti salah satu payudara tidak tumbuh sama sekali, maka operasi plastik estetik payudara dini bisa dipertimbangkan.

Operasi plastik estetik agar penampilan tampak lebih muda juga bisa dilakukan mereka yang berusia paruh baya. Misalnya facelift, prosedur ini bisa dilakukan pada usia di atas 45 tahun. Begitu pula dengan operasi kantong mata.

Batasan usia untuk melakukan prosedur operasi plastik bisa berbeda-beda, tergantung dari kasusnya. Namun, operasi plastik rekonstruksi dapat dilakukan pada usia berapa saja alias lebih fleksibel, demi manfaat dan fungsi yang diperlukan sang pasien.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar