Sukses

Pentingnya Perlindungan Hak Pasien Kanker Wanita di Era JKN

Advokasi Kanker Perempuan (A2KPI) menggelar seminar untuk menyoroti pentingnya perlindungan hak pasien kanker wanita di era JKN.

Klikdokter.com, Jakarta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi bentuk perlindungan sosial untuk menjamin raykat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak sejak tahun 2014.  Sistem kesehatan ini menjadi salah satu solusi yang mampu menjawab kebutuhan akses pelayanan kesehatan merata.

Dalam pelaksanaannya, JKN kerap diterpa berbagai kejadian penyakit katastropik. Salah satu yang tergolong sering adalah kasus kanker pada wanita, seperti kanker payudara, serviks dan ovarium, yang membutuhkan biaya tinggi dan dapat mengancam jiwa.

Hal tersebut memicu kondisi dilematis pada kerangka akses sistem penatalaksanaan kanker pada wanita. Pembiayaan pengobatan yang tinggi tidak diikuti dengan tingkat pemenuhan hak pasien untuk mendapatkan pengobatan kanker yang berkualitas, oleh sistem yang sedang berjalan saat ini.

Hari Kamis (8/11), Asosiasi Advokasi Kanker Perempuan (A2KPI) menggelar seminar hukum dan kesehatan untuk menyoroti pentingnya perlindungan hak pasien kanker wanita di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Melalui diskusi ini  A2KPI membahas secara lebih mendalam mengenai akses pelayanan kesehatan berkualitas, khususnya bagi pasien kanker perempuan," kata Perwakilan A2KPI, Dr. Nurlina Subair, MSi.

Lebih lanjut, Dr. Nurlina mengatakan bahwa pembahasan dalam diskusi tersebut akan melihat dengan menggunakan kacamata hukum serta perlindungan hak pasien terhadap akses pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau.

“Sebagai tiang negara, beban perempuan dengan kanker tidaklah ringan. Selain tetap harus menjalankan peran sebagai seorang perempuan, mereka juga harus bergulat dengan penyakit yang dialaminya,” tambah Dr. Nurlina.

Hal tersebut, lanjut Dr. Nurlina, menjadikan permasalahan yang dihadapi terkait terhadap informasi yang benar tentang kanker yang dialaminya, akses terhadap penapisan, diagnosis, pengobatan, layanan paliatif, dan rehabilitatif.

Di kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Kanker Indonesia dan Perhimpunan Onkologi Indonesia, Prf. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD-KHOM, FACP juga melontarkan pendapatnya. Ia menyebut bahwa dirinya sangat mendukung aspirasi organisasi pasien yang menjadi mitra pemerintah, seperti yang tergabung dalam A2KPI.

Sekilas tentang kanker pada wanita

Berikut adalah beberapa jenis kanker yang tergolong sering menyerang wanita:

  • Kanker serviks

Ini adalah kanker yang terjadi pada leher rahim alias serviks, yang merupakan bagian dari saluran reproduksi wanita. Kanker jenis ini paling sering menyerang wanita yang aktif secara seksual, meski tak menutup kemungkinan untuk terjadi pada setiap wanita.

Beberapa gejala yang sering dihubungkan dengan kanker serviks, misalnya rasa sakit dan tidak nyaman saat berhubungan seksual, serta keluarnya carian beraroma aneh, berwarna tidak wajar, atau mengandung darah dari vagina.

  • Kanker payudara

Kanker payudara merupakan jenis keganasan yang berkembang pada sel-sel di payudara. Bila sel yang tumbuh secara tidak normal tersebut tidak segera ditangani, maka dapat menyebar melalui kelenjar getah bening ke bagian tubuh lain.

Keluhan yang berhubungan dengan kanker payudara, meliputi: benjolan pada payudara, perubahan pada ukuran; bentuk atau tampilan payudara, serta pengelupasan kulit di sekitar putting payudara.

  • Kanker ovarium

Ini adalah jenis keganasan (kanker) yang tumbuh dan berkembang pada ovarium alias indung telur―dua organ yang ada di sisi kanan dan kiri rahim. Kanker ini biasa terjadi pada wanita usia menengah maupun lanjut.

Kondisi yang sering dihubungkan dengan kejadian kanker ovarium, misalnya pembengkakan pada perut, selalu merasa kembung, nyeri pada panggul, mudah lelah, penurunan berat badan, dan terjadi perdarahan (flek) saat menstruasi.

Dengan dilakukannya seminar oleh Asosiasi Advokasi Kanker Perempuan (A2KPI), diharapkan langkah pengendalian kanker yang mengintai wanita Indonesia bisa lebih baik lagi. Sehingga dengan demikian, hal wanita sebagai pasien kanker dapat dipenuhi dengan baik.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar