Sukses

6 Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Kanker Penis

Kasus kejadian kanker penis di Indonesia mungkin tidak setinggi di negara lainnya. Tapi, waspadai beberapa hal terkait kanker ini.

Klikdokter.com, Jakarta Meskipun tidak terlalu umum seperti kanker prostat, kanker paru, atau kanker kolorektal, kanker penis bisa sama berbahayanya. Bagi Anda para pria, ada beberapa hal yang harus diketahui soal kanker penis, agar Anda dapat lebih berhati-hati. Terutama, bila Anda memiliki kondisi tertentu yang memicu kanker penis.

Jika Anda tidak disunat, memiliki riwayat kutil pada penis, positif menderita HPV (Human papillomavirus), atau terdapat tanda-tanda abnormal pada penis, Anda mungkin perlu waspada terkait penyakit ini. Sebab, seluruh tanda tersebut bisa meningkatkan risiko Anda terkena kanker penis.

Namun, ada hal lain yang harus Anda tahu soal kanker penis. Menurut James S. Wysock, seorang urologis dari Rumah Sakit NYU Langone Health di New York, Amerika Serikat, berikut ini adalah 6 poin kunci yang harus diketahui setiap orang tentang kanker penis:

  1. Kasusnya cukup tinggi terjadi

Secara global, terutama di negara-negara yang sumber daya perawatan kesehatannya masih belum memadai, tingkat diagnosis kanker penis dapat mencapai 10-20 persen lebih tinggi dibanding kanker lain.

  1. Tidak sunat dan paparan HPV adalah faktor risiko utama kanker penis

Kanker penis hampir tidak pernah terdengar pada pria yang telah disunat. Namun, pria dengan kulup yang utuh hampir 2 kali lebih berisiko terkena penyakit ini. Hal ini bisa terjadi karena kondisi yang dikenal sebagai phimosis, dimana kulit kulup penis sulit untuk ditarik sepenuhnya.

Faktor risiko lain adalah terdapat infeksi pada kutil kelamin. Kondisi ini sering muncul akibat dari paparan virus HPV, terutama jika area kulup tidak dibersihkan secara rutin.

  1. Kanker penis biasanya didiagnosis pada pria yang lebih tua

Pria berusia 60 ke atas adalah populasi usia paling berisiko untuk terkena kanker penis. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa risiko pengembangan phimosis meningkat sedikit, sehingga paparan kepala penis terhadap kemungkinan karsinogen seperti HPV bisa menjadi lebih parah.

  1. Gejala yang paling umum adalah perubahan kulit pada penis

Meskipun biasanya muncul sebagai kutil, tumor penis juga biasanya muncul sebagai ruam merah yang bertekstur datar di kepala penis, atau di sepanjang tubuh penis dan kulupnya. Teksturnya sangat tegas jika disentuh dan relatif tidak menimbulkan rasa sakit.

Kanker penis ini dapat bermanifestasi lebih sebagai ruam atau lesi yang terinfeksi, mirip dengan penyakit menular seksual seperti herpes. Lesi ini bisa lebih menyakitkan dan menimbulkan demam. Jika penyakitnya lebih parah, penyumbatan saluran kemih atau penyebaran metastasis ke kelenjar getah bening dan selangkangan juga bisa saja terjadi.

  1. Penghilangan sebagian atau seluruh penis adalah pengobatan yang manjur

Strategi pengobatan biasanya dimulai dengan mengambil biopsi jaringan dari penis untuk memastikan apakah kutil, ruam, atau lesi yang ada memang merupakan gejala kanker penis. Setelah itu, pasien umumnya menjalani salah satu dari dua operasi penghilangan kelenjar penis, yakni operasi penektomi parsial (sebagian) jika kanker terdeteksi lebih awal, atau tindakan penektomi lengkap jika kanker penis tertangkap pada stadium yang lebih lanjut.

Tujuan dalam perawatan dengan penektomi parsial adalah untuk mempertahankan panjang penis yang memungkinkan pria untuk buang air kecil dengan berdiri. Pada kondisi tertentu, terkadang seluruh penis harus diangkat. Kemoterapi topikal biasanya juga digunakan untuk mempertahankan penis.

  1. Diagnosis awal bisa menyembuhkan

Jika terdeteksi pada tahap awal, kemungkinan untuk sembuh sangat besar. Namun jika kanker penis terdeteksi sudah cukup parah, tingkat kesembuhan pasien menjadi kecil. Ahli urologi biasanya akan meningkatkan pemahaman pria tentang faktor risiko seperti phimosis dan kutil kelamin, sebagai faktor kunci untuk membantu diagnosis dan intervensi dini.

Meski di Indonesia kasus kanker penis jarang terjadi, Anda tetap harus mewaspadai gangguan kesehatan yang satu ini. Deteksi awal bisa membuat peluang menjadi sangat tinggi. Satu hal penting yang harus selalu Anda lakukan, jagalah kondisi kebersihan penis Anda agar terhindar dari kanker penis.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar