Sukses

Tangan Sering Terasa Dingin? Mungkin Ini Penyebabnya

Jangan anggap remeh saat tangan sering terasa dingin, karena bisa jadi ini tanda adanya penyakit serius. Kenali penyebabnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Tangan Anda sering terasa dingin? Kondisi ini bisa jadi tanda adanya gangguan kesehatan di dalam tubuh Anda. Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, sebenarnya kondisi tangan dingin yang terjadi saat gugup, marah, atau sedih adalah suatu hal normal. Itu karena, saat seseorang sedang gugup, gelisah, atau marah, tubuh banyak dipengaruhi hormon adrenalin yang membuat tekanan darah menjadi lebih tinggi. Akibatnya, jantung pun berdetak semakin kencang.

“Hormon ini membuat ukuran pembuluh darah mengecil, sehingga pada ujung-ujung tangan dan kaki terlihat lebih pucat dan dingin,” kata dr. Mega menambahkan.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tangan dingin bisa terjadi saat Anda cemas atau merasa gelisah. Namun ketika kondisi tersebut sering terjadi dan sukar dihentikan, Anda patut waspada. Bisa jadi ini kondisi Raynaud!

Apa itu Raynaud?

Raynaud adalah kondisi ketika area tubuh seperti jari tangan dan kaki terasa kebas atau mati rasa dan juga dingin akibat suhu dingin atau stres. Dalam kondisi ini, pembuluh darah kecil yang mengalirkan darah ke kulit menyempit atau terjadi vasospasm. Akibatnya, sirkulasi darah ke area tersebut pun berkurang.

Raynaud dapat diklasifikasikan menjadi dua. Pertama, Primary Raynaud’s Phenomenon (Raynaud primer), dimana tidak ada penyakit penyerta atau idiopatik. Biasanya, Raynaud primer dianggap sebagai suatu hal fisiologis akibat lingkungan.

Yang kedua adalah Secondary Raynaud’s Phenomenon (Raynaud sekunder). Jenis  Raynaud ini biasanya diikuti oleh penyakit penyerta, seperti Lupus Eritematosus Sistemik, skleroderma, sindrom karpal tunel, penyakit pada jaringan ikat, atau adanya konsumsi obat-obatan yang membuat vasokontriksi pembuluh darah.

Pada penderita Raynaud primer, gen kemungkinan memainkan peran. Sekitar sepertiga orang dengan Raynaud primer (tipe yang paling umum) memiliki kerabat dekat dengan gangguan yang sama. Adapun penyebab Raynaud primer antara lain kerusakan saraf, cedera tangan dan kaki, paparan bahan kimia tertentu, stres berulang, obat-obatan yang memengaruhi tekanan darah, serta nikotin.

Sementara itu, Raynaud sekunder kurang umum, dan biasanya tidak muncul pada orang dewasa di atas 40 tahun. Penyakit ini cenderung berkembang lebih serius, sehingga penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejalanya.

Pengobatan gangguan ini bergantung pada tingkat keparahan dan kondisi kesehatan secara umum. Penyakit Raynaud biasanya tidak menyebabkan kecacatan, tapi dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Bila tak ditangani, komplikasi yang terjadi bisa meliputi kerusakan jaringan, ulkus, gangrene, bahkan amputasi.

Kaum wanita ditemukan lebih sering menderita gangguan kesehatan ini. Penyakit Raynaud juga lebih sering terjadi pada mereka yang tinggal di daerah yang memiliki iklim dingin.

Mencegah penyakit Raynaud

Dokter dapat menentukan diagnosis penyakit Raynaud dari tanda dan gejala serta riwayat medis penderita. Pemeriksaan fisik terhadap kulit pada jari tangan dan kaki akan dilakukan. Selain itu, pemeriksaan penunjang juga akan dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis lain yang memiliki gejala serupa.

Pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi intensitas terjadinya serangan, mencegah kerusakan jaringan, dan mengobati penyebab medis yang menjadi penyebab Raynaud sekunder. Beberapa obat dapat digunakan untuk memperbesar pembuluh darah sehingga memperbaiki sirkulasi darah seperti golongan calcium channel blockers dan vasodilator.

Pada beberapa kasus, ada kalanya dibutuhkan prosedur pembedahan saraf, jika memang disebabkan oleh kelainan saraf. Pemberian suntikan seperti anestesi atau botulinum toxin (botox) juga dapat dipertimbangkan untuk menghambat reaksi saraf simpatis pada jari tangan dan kaki.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mencegah penyakit Raynaud.

  • Dalam cuaca dingin, gunakan pakaian dan aksesori, seperti topi, syal, sarung tangan, kaus kaki, jaket, penutup telinga, dan masker untuk menghangatkan tubuh,
  • Menghangatkan kendaraan ketika sedang musim dingin,
  • Menggunakan sarung tangan ketika akan mengambil sesuatu dari freezer, dan
  • Mengatur suhu yang cukup hangat atau tidak terlalu dingin pada air conditioning (AC).

Oleh karena itu, jangan abai terhadap kondisi diri sendiri. Jika Anda merasakan gejala tangan dingin yang terlalu sering dan di luar kondisi normal, segera temui dokter. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindarkan Anda dari dampak buruk penyakit Raynaud.

[HNS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar