Sukses

Pria Diabetes Pasti Mengalami Disfungsi Ereksi?

Benarkah pria yang mengalami diabetes mellitus pasti berakhir pada kondisi disfungsi ereksi? Cari tahu fakta medisnya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Gula darah sangat vital bagi kesehatan, karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel dan jaringan di dalam tubuh. Ketika kadar gula darah terlalu tinggi dalam waktu berkelanjutan, yang akan terjadi kemudian adalah diabetes mellitus.

Diabetes mellitus tergolong sebagai penyakit metabolik berbahaya yang dapat mengancam nyawa penderitanya. Penyakit ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Diabetes tipe 1, dalam kondisi ini sistem daya tahan tubuh menyerang dan menghancurkan sel beta di pankreas yang memproduksi insulin.
  • Diabetes tipe 2, sel beta di pankreas tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau sel-sel tubuh tidak menunjukkan respons terhadap insulin yang diproduksi.
  • Diabetes gestasional, yakni diabetes yang terjadi saat kehamilan.
  • Diabetes tipe lain, yang dapat timbul akibat kelainan hormon, imunologi, infeksi, atau genetik lainnya.

Diabetes tak hanya sekadar masalah gula darah tinggi. Ya, penyakit ini juga dapat menimbulkan beragam komplikasi merugikan, salah satunya disfungsi ereksi pada pria. Keadaan ini ditandai dengan ketidakmampuan penis untuk mempertahankan ereksi.

Menurut dr. Muhammad Anwar Irzan dari KlikDokter, pria dengan diabetes cenderung mengalami disfungsi ereksi 10 sampai dengan 15 tahun lebih awal daripada pria tanpa diabetes.

Pria dengan diabetes memiliki kesulitan untuk ereksi sekitar 35 persen sampai dengan 70 persen dari seluruh populasi laki-laki yang ada. Hal tersebut melibatkan gangguan yang terjadi pada saraf, pembuluh darah, dan fungsi otot.

“Pasalnya, untuk dapat melakukan ereksi, seorang pria membutuhkan pembuluh darah yang sehat, saraf, hormon, dan keinginan untuk dirangsang secara seksual,” kata dr. Anwar.

Diabetes dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang mengontrol terjadinya ereksi. Oleh karena itu, meski memiliki kadar hormon seks yang normal dan keinginan untuk melakukan hubungan seks, kemampuan ereksi penderita diabetes tidak bisa optimal.

Penurunan aliran darah dan kerusakan saraf pada penis merupakan penyebab disfungsi ereksi pada laki-laki dengan diabetes. Biasanya, dapat ditemukan keadaan lain yang berkaitan dengan kerusakan saraf atau sirkulasi darah, seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol darah yang tinggi, atau penyakit jantung.

Mengatasi diabetes dan disfungsi ereksi

Saat pria dengan diabetes mengalami kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi, mereka dapat melakukan terapi intracavernous injection. Selain itu, mereka juga dapat menggunakan obat oral seperti sildenafil (revatio, viagra), tadalafil (adcirca, cialis), avanafil (stendra), atau vardenafil (levitra, staxyn).

“Namun, orang dengan diabetes cenderung memiliki masalah dengan jantung mereka sehingga obat-obatan tersebut tidak tepat untuk digunakan dan dapat menyebabkan interaksi berbahaya dengan beberapa obat jantung yang dikonsumsi,” tutur dr. Anwar.

Atas dasar itu, pengobatan terbaik bagi penderita diabetes yang mengalami komplikasi berupa disfungsi ereksi sangat bergantung pada banyak faktor, termasuk kesehatan dan kemampuannya untuk menoleransi berbagai jenis metode pengobatan. Karenanya, bicarakanlah hal ini dengan dokter untuk menentukan pengobatan yang terbaik untuk disfungsi ereksi karena diabetes yang Anda alami.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar