Sukses

Waktu yang Pas untuk Toilet Training pada Bayi

Bagi orang tua, toilet training bisa menjadi momok tersendiri. Kapan waktu yang tepat untuk menerapkan toilet training? Simak ulasannya berikut.

Klikdokter.com, Jakarta Toilet training, atau yang populer juga dengan potty training, telah menjadi perhatian peneliti sejak puluhan tahun lalu. Dilansir dari Parenting Science, pada generasi lalu (sebelum 1984), sebagian besar anak di Amerika meninggalkan popok mereka pada usia 18 bulan.

Namun saat ini, banyak anak yang belum menguasai toilet training sampai berusia 3 atau 4 tahun. Tak cuma Amerika, tren ini juga terjadi di Eropa.

Toilet training sebenarnya punya beberapa manfaat. Tidak lagi memakai popok akan menghindarkan bayi dan balita dari ruam dan infeksi yang disebabkan popok.

Anak-anak yang dilatih ke toilet sejak bayi cenderung tidak akan mengalami infeksi saluran kemih berulang. Hal ini bisa jadi karena mereka belajar untuk mengosongkan kandung kemih mereka sepenuhnya dan menghilangkan sisa urine yang dapat menampung bakteri.

“Mengajarkan toilet training pada balita bermanfaat untuk kemandiriannya, karena ia tidak akan lagi bergantung pada diapers (popok). Anak juga akan terlatih mengontrol kandung kemih dan saluran kencingnya. Selain itu, toilet training sebagai salah satu persiapan masuk sekolah (pre-school atau PAUD),” kata dr. Sepriani Limbong dari KlikDokter.

Ada juga bukti bahwa para bayi yang melakukan toilet training memiliki risiko lebih rendah mengalami incontinence, yakni kondisi tidak dapat mengontrol buang air kecil, di kemudian hari. Jadi, kapan waktu yang pas untuk memperkenalkan toilet training pada buah hati Anda?

Kapan Bayi Siap?

Mengutip dari Baby Centre, seorang anak di bawah usia 2 tahun belum dapat mengontrol kapan mereka buang air kecil dan besar. Otot-otot yang mengontrol kandung kemih dan rektum mereka belum matang hingga mencapai usia sekitar 18 bulan sampai 2 tahun. Itu sebabnya menunggu tanda-tanda mereka sudah siap menjadi kunci keberhasilan dalam hal ini.

Toilet training secara umum bisa dimulai pada usia 18 bulan. Tapi, anak laki-laki dan perempuan memiliki kesiapan berbeda untuk bisa buang air sendiri di toilet. Anak perempuan sekitar usia 20–32 bulan, atau kadang sampai 3 tahun. Mereka cenderung lebih cepat karena tidak ada perbedaan antara BAB (buang air besar) dan BAK (buang air kecil), yakni sama-sama dalam posisi duduk atau jongkok,” kata dr. Sepri.

“Berbeda dengan anak laki-laki, lebih lambat karena ada perbedaan posisi. Berdiri saat BAK dan duduk atau jongkok saat BAB. Mereka biasanya mulai toilet training pada 22–38 bulan,” lanjut dr. Sepri.

Tanda Anak Anda Siap

Tidak ada waktu yang pasti kapan bayi Anda siap melakukan toilet training. Namun, orang tualah yang berperan besar dalam menentukan waktu yang tepat untuk memulai toilet training. Tentu ada tanda-tanda yang dapat Anda perhatikan terkait kesiapan bayi untuk memulai toilet training.

Berikut beberapa tanda yang bisa Anda perhatikan:

1. Secara fisik:

  • anak sudah bisa duduk, jalan, membuka celana dan memakai celana sendiri, serta duduk diam selama setidaknya 10 menit
  • popok anak tetap kering setelah dipakai selama 2 jam
  • anak sudah punya jadwal teratur untuk BAB dan BAK

2. Secara mental/ psikologi:

  • Anak mulai meniru orang tua, misalnya pergi ke toilet saat BAB dan BAK
  • Anak sudah dalam posisi jongkok saat BAB, padahal masih pakai popok

3. Secara bahasa:    

  • Sudah mengerti instruksi bahasa, misalnya omongan ibu untuk pergi ke toilet saat akan BAB atau BAK atau bisa memberitahu orang tua saat akan buang air

Bagi beberapa orang tua—terutama para ibu—toilet training memang bukan hal yang mudah. Dibutuhkan kegigihan, konsistensi, dan kesabaran agar anak dapat buang air dengan benar di toilet. Jadi, terus motivasi dan dukung si Kecil Anda agar bisa lulus ‘ujian toilet training ini, ya.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar