Sukses

5 Alasan Telat Haid Selain Kehamilan

Bukan hanya karena terjadinya kehamilan, ada beberapa alasan penyebab seorang wanita telat haid. Apa saja? Yuk baca selengkapnya di sini!

Klikdokter.com, Jakarta Haid adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi estrogen dan progesteron. Haid memiliki siklusnya sendiri. Ada yang siklusnya teratur tiap bulan, tapi ada juga yang tak teratur, bisa jadi lebih cepat atau sering telat haid. Jika telat haid, jangan langsung mengira Anda hamil! Nyatanya, keterlambatan ini bisa disebabkan oleh berbagai hal.

  1. Penurunan berat badan atau olahraga yang berlebihan

Jika indeks massa tubuh (IMT) Anda berada di bawah normal (yaitu <18), Anda bisa mengalami gangguan haid. Gangguan pola makan seperti anoreksia dan bulimia juga bisa mengakibatkan Anda telat haid.

Gangguan haid juga bisa terjadi jika Anda termasuk orang yang melakukan latihan fisik secara ekstrem atau berolahraga secara berlebihan. Biasanya, ini cenderung terjadi pada orang-orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan dengan cara olahraga lebih ekstra dari biasanya. Nah, kondisi ini akan membuat tubuh Anda mencegah proses ovulasi, sehingga Anda tidak memiliki cukup estrogen, tidak terjadi pembentukan lapisan rahim di dinding rahim, dan pada akhirnya Anda tak mendapatkan haid.

  1. Stres

Saat Anda sedang didera stres, maka area otak hipotalamus akan terganggu. Di area otak tersebut banyak didiami oleh hormon, termasuk hormon yang mengatur siklus haid Anda. Jika ini terjadi, haid bisa jadi terlambat dari jadwal yang seharusnya. Perlu dicatat, kerja hipotalamus mudah sekali dipengaruhi oleh stres.

  1. Gangguan tiroid

Kelenjar tiroid adalah bagian dari sistem endokrin yang berlokasi di leher bagian depan. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang membantu mengoordinasikan banyak fungsi tubuh, sekaligus memengaruhi pertumbuhan dan metabolisme.

Hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid juga berperan dalam perkembangan normal organ seperti jantung dan otak, serta untuk fungsi reproduksi normal. Jadi, bisa dibilang tiroid berfungsi untuk “memastikan” sistem tubuh Anda bekerja dengan seperti yang sudah seharusnya.

Jadi, jika Anda mengalami gangguan pada kelenjar tiroid, baik itu hipotiroid maupun hipertiroid, kondisi ini bisa berdampak pada siklus haid Anda.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

  1. Polycystic ovary syndrome

Polycystic ovarian syndrome (PCOS) merupakan suatu kelainan hormonal dengan beberapa gejala khas yang ditandai oleh adanya sejumlah kista pada ovarium (indung telur). PCOS terjadi pada 5-10 persen wanita dan merupakan penyebab tersering infertilitas pada wanita.

Kondisi ini bisa menyebabkan Anda telat haid atau haid Anda menjadi tidak teratur. Gejala PCOS lainnya antara lain timbulnya bulu halus di wajah dan dada, obesitas, dan masalah kesuburan. Meski demikian, ada beberapa wanita yang tak merasakan adanya gejala khas PCOS selain kesulitan mendapatkan keturunan (infertilitas). Infertilitas pada penderita PCOS terjadi karena indung telurnya tak mampu melepaskan sel telur setiap bulannya.

  1. Penggunaan kontrasepsi

Salah satu efek samping dari penggunaan KB hormonal adalah perdarahan yang tidak teratur. Mulai dari perdarahan bercak atau flek, hingga perdarahan yang berkepanjangan. Bahkan, tercatat bahwa 70 persen pengguna KB suntik tidak mengalami siklus menstruasi.

Meski demikian, setiap individu memiliki respons yang berbeda-beda dalam penerimaan hormon ini. Ketika Anda berhenti menggunakan kontrasepsi, sering kali dibutuhkan waktu untuk siklus haid Anda kembali seperti semula.

Pada pemakaian KB suntik tiap tiga bulan (KB suntik progestin), siklus haid yang teratur akan kembali didapat dalam rentang waktu 6 bulan hingga satu tahun setelah pemakaian KB suntik distop. Sedangkan pada KB suntik tiap sebulan sekali, pengembalian kesuburan tiap wanita biasanya berbeda-beda, dengan rentang waktu adalah 3-12 bulan.

Untuk memperlancar siklus haid, Anda bisa melakukan langkah-langkah ini:

  • Menerapkan pola hidup lebih sehat
  • Istirahat cukup
  • Olahraga secara rutin
  • Hindari olahraga atau aktivitas yang terlalu berat
  • Makan makanan sehat gizi seimbang
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Mengelola stres dengan baik
  • Hindari mengonsumsi jamu atau obat herbal yang tak jelas atau obat-obatan tanpa resep dokter
  • Lakukan pengobatan jika ada penyakit tertentu

Lain kali, jika Anda telat haid, jangan langsung mengira diri Anda mengandung, ya! Selain kehamilan, enam alasan di atas juga bisa menjadi penyebab Anda mengalami telat haid. Jika Anda sudah berusaha agar haid teratur tapi haid Anda tetap saja tak teratur, lebih baik konsultasikan ini dengan dokter kandungan dan kebidanan agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar