Sukses

Amankah Penderita Diabetes Mengonsumsi Pemanis Buatan?

Penderita diabetes harus menjaga asupan gula. Bagaimana dengan konsumsi pemanis buatan, amankah dikonsumsi?

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes melitus adalah penyakit metabolik menahun karena pankreas tidak memproduksi cukup insulin. Akibatnya, kadar glukosa atau gula dalam darah meningkat (hiperglikemia).

Penyakit diabetes dapat dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu:

  • Diabetes tipe 1, di mana sistem daya tahan tubuh menyerang dan menghancurkan sel beta di pankreas yang memproduksi insulin.
  • Diabetes tipe 2, di mana sel beta di pankreas tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau sel-sel tubuh tidak menunjukkan respons terhadap insulin yang diproduksi.
  • Diabetes gestasional, merupakan jenis diabetes yang terjadi saat kehamilan.
  • Diabetes tipe lain, yaitu penyakit yang dapat timbul akibat kelainan hormon, imunologi, infeksi, atau genetik lainnya.

Pada mulanya, penderita diabetes secara umum memiliki berat badan yang berlebih. Kondisi tersebut menyebabkan resistensi insulin. Pada kondisi ini, hormon insulin yang biasanya berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya.

“Hal ini terjadi karena sel tubuh kurang respons terhadap insulin oleh karena gula darah yang terus menerus tinggi. Kondisi ini dianggap sebagai racun oleh sel, sehingga mereka menolak untuk menerimanya,” kata dr. Fiona Amelia dari KlikDokter.

Kondisi-kondisi yang dijabarkan di atas secara tidak langsung menegaskan pentingnya bagi penderita diabetes mewaspadai asupan gula bagi tubuh. Lantas, bagaimana jika dia mengonsumsi pemanis buatan, baik disengaja ataupun tidak?

Efek Pemanis Buatan bagi Penderita Diabetes

Saat ini, makanan dan minuman ringan yang mengandung pemanis buatan sangat mudah ditemui. Ini menjadi tantangan tersendiri—khususnya bagi penderita diabetes—untuk sama sekali menghindarinya.

Mengonsumsi bahan makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan sebenarnya bukan sama sekali tak boleh, termasuk penderita diabetes. Meski demikian, Anda tetap perlu ingat bahwa secara prinsip, gula darah harus terkontrol dengan baik.

“Upaya menjaga kadar gula darah dapat dicapai dengan melakukan empat pilar pengobatan diabetes, yaitu: edukasi (pemberian informasi terkait penyakit, penyebab, komplikasi, penanganan, pencegahan), pengaturan pola makan, olahraga, dan obat,” jelas dr. Fiona.

“Obat-obatan anti-diabetes banyak jenis dan indikasinya, tergantung beratnya diabetes serta komplikasi yang sudah terjadi,” lanjutnya.

Ada beberapa alternatif yang lebih ‘alami’ sebagai pengganti pemanis buatan. Antara lain, pemanis non-nutrisi yang terbuat dari stevia (herbal), buah-buahan, dan erythritol (alkohol gula). Bahan-bahan ini masih tersedia di sebagian besar toko kelontong dan tak ada larangan spesifik.

Sakit diabetes melitus bukanlah akhir segalanya. Penderita diabetes melitus tetap dapat menikmati beragam makanan. Namun yang terpenting, konsumsilah makanan dan minuman, apalagi yang mengandung pemanis buatan, pada taraf yang normal.

Mengonsumsi pemanis buatan memang tak dilarang, tapi ingatlah bahwa konsumsi yang terlalu banyak dapat meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. Selain itu, penting juga bagi penderita diabetes untuk mendiskusikan asupan makanannya pada dokter.

[HNS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar