Sukses

Mitos tentang Frozen Food yang Perlu Anda Tahu

Frozen food tidak bergizi? Banyak pengawet? Eits! Tunggu dulu. Yuk, simak dulu mitos seputar makanan beku yang harus Anda ketahui berikut ini.

Memiliki stok frozen food, atau makanan beku, bisa menjadi penolong bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak. Tapi mungkin Anda khawatir saat ingin mengonsumsi produk makanan beku.

Pasalnya, ada banyak orang yang menganggap bahwa makanan beku hanya mendatangkan efek negatif bagi tubuh. Padahal, makanan beku tak selalu membahayakan kesehatan Anda, lho!

Di musim pandemi seperti sekarang ini, makanan beku bisa menjadi alternatif stok makanan Anda. Apalagi PSBB membatasi ruang Anda untuk berbelanja di ruang publik demi mencegah penularan virus corona. Nah, berikut beberapa mitos tentang makanan beku yang perlu Anda tahu.

Artikel lainnya: Berapa Lama Sebaiknya Menyimpan Makanan di Dalam Kulkas?

1 dari 6 halaman

Kandungan Gizi pada Makanan Beku Tidak Sebaik Makanan Segar

Fakta

Makanan beku, terutama buah dan sayur seringkali dikambing hitamkan karena kandungan gizi pada buah dan sayur beku tidak sebaik yang segar. Eits.. tunggu dulu! Hal ini merupakan mitos belaka. Kandungan nutrisi buah dan sayur beku justru memiliki kandungan gizi yang lebih baik.

Teknik membekukan makanan memungkinkan makanan seperti sayur dan buah dipetik dalam keadaan puncak kematangan, ketika kandungan nutrisinya sedang maksimal. Makanan ini kemudian akan dibekukan secara cepat sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga.

Di sisi lain, makanan segar sering kali dipetik sebelum matang agar tidak membusuk saat akan dijual. Adanya makanan beku juga memungkinkan Anda untuk memperoleh nutrisi dalam suatu makanan walaupun sedang tidak musim.

Walau Anda sering mengonsumsi makanan beku, jangan lupa imbangi dengan konsumsi makanan segar dan berolahraga ya! Agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

Artikel lainnya: Cara Cerdas Menyimpan Makanan Sisa 

2 dari 6 halaman

Frozen Food Mengandung Pengawet Berbahaya untuk Tubuh

Fakta

Membekukan makanan merupakan salah satu cara alami untuk mengawetkan makanan, sehingga penambahan pengawet sebenarnya tidak selalu diperlukan. Tidak masalah jika Anda membeli daging segar kemudian membekukannya untuk dipakai sesi masak berikutnya.

Hanya saja perlu diperhatikan kualitas dan rasa terbaiknya disarankan dikonsumsi sesegera mungkin dan jangan ditunda terlalu lama. Daging yang belum dimasak memiliki waktu maksimal layak dikonsumsi hingga 4 bulan, daging yang sudah dimasak memiliki batas waktu maksimal layak konsumsi hingga 2-3 bulan, dan daging unggas yang belum dimasak bisa bertahan hingga 9 bulan lamanya.   

Untuk makanan olahan seperti sosis, nugget, atau bakso bacalah kemasan frozen food Anda untuk memastikan lebih lanjut apakah ada tambahan pengawet makanan atau tidak. Ingat, makanan yang mengandung banyak pengawet dapat memicu penyakit jantung bahkan kanker.

3 dari 6 halaman

Frozen food Tidak Boleh Dicairkan Lalu Dibekukan Berulang

Fakta

Jika dicairkan dalam kulkas, seharusnya makanan dapat dibekukan ulang secara aman. Namun, jika dicairkan pada suhu ruangan (suhu yang dianggap tidak optimal adalah 4-60 0C), akan memungkinkan bakteri untuk berkembang biak. Dalam hal ini tidak disarankan untuk membekukan makanan kembali.

4 dari 6 halaman

Frozen Food Aman dari Bakteri karena Membekukan akan Membunuh Bakteri Tersebut

Fakta

Membekukan makanan tidak membunuh bakteri dalam makanan tersebut, tetapi hanya menonaktifkan bakteri. Ketika makanan tersebut dicairkan, bakteri dapat menjadi aktif kembali.

Jika ingin mencairkan makanan beku, jangan mencairkan di suhu ruangan. Pindahkan ke kulkas bagian bawah agar kualitas makanan yang sudah dibekukan tetap baik.

Mengapa? Sebab bila makanan tersebut dicairkan menggunakan udara suhu ruangan selama lebih dari 1 jam, maka akan mendorong pertumbuhan koloni bakteri sehingga mengalami agregasi makanan.

Anda juga tak perlu merendam makanan beku dalam air panas. Hal ini bisa menyebabkan mencairnya makanan secara tidak merata, sehingga tidak semua bagiannya matang saat dimasak.

Sebaiknya, cairkan makanan dalam kulkas atau rendam dalam air dingin yang diganti setiap setengah jam sekali. Untuk memastikan makanan bebas dari bakteri yang berbahaya, masaklah makanan hingga matang sempurna.

Artikel lainnya: Bahaya Makan Es Krim yang Dibekukan Ulang Setelah Mencair 

5 dari 6 halaman

Semua Jenis Makanan Dapat Dibekukan

Fakta

Dari segi keamanan makanan, memang semua jenis makanan dapat dibekukan. Namun, jika melihat aspek kualitas, rasa, dan tekstur, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dibekukan.

Misalnya: sayuran lembut seperti selada yang dapat hancur saat dicairkan, saus berbahan dasar krim yang dapat “pecah” dan mengental jika dicairkan. Minuman kopi -terutama jenis dark roast – juga tidak seharusnya dibekukan, karena pembekuan dapat merusak minyak dalam kopi sehingga mudah menyerap aroma lain.

Selanjutnya, makanan kaleng dan telur sebaiknya tidak dibekukan. Namun, makanan kaleng yang dikeluarkan dari kemasan aslinya dan telur yang dikeluarkan dari cangkangnya dapat dibekukan.

Setelah mengetahui berbagai mitos dan fakta mengenai frozen food yang dipaparkan di atas, Anda kini tida perlu bimbang lagi. Meski demikian, diharapkan Anda dapat menggunakan frozen food dalam pola makan sehari-hari dengan lebih bijak.

Sebelum menghakimi setiap makanan beku sebagai makanan yang kurang sehat, cobalah untuk lebih selektif dalam memilih makanan dan melihat label makanan dengan lebih teliti karena kini juga banyak makanan beku yang memiliki nutrisi yang baik.

Ingin mengetahui info kesehatan lainnya atau ingin menanyakan mengenai mitos makanan beku lainnya? Tanyakan langsung kepada dokter-dokter kami dengan menggunakan layanan Live Chat dengan mengunduh aplikasi KlikDokter. Gratis lho!

[RS/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar