Sukses

Dampak Negatif Konsumsi Asam Folat Berlebih Saat Hamil

Kekurangan maupun kelebihan asam folat saat hamil dapat memberikan efek negatif pada janin. Ini fakta medis selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Sedang hamil? Mungkin dokter sudah berkali-kali mengingatkan Anda untuk tak lupa mengonsumsi asam folat. Ya, zat gizi yang satu ini memang diperlukan ibu hamil agar janin terlindung dari kelainan bawaan lahir.

Asam folat adalah zat penting untuk menunjang fungsi dan tumbuh kembang sel saraf yang normal. Kekurangan asam folat, terutama di 12 minggu pertama kehamilan, terbukti dapat meningkatkan risiko kejadian kelainan bawaan lahir yang disebut dengan defek tabung saraf (neural tube defects).

Kelainan tersebut mencakup gangguan perkembangan pada otak dan saraf tulang belakang. Otak tidak berkembang (anensefali) dan tulang tengkorak tidak menutup sempurna. Tulang belakang dan saraf-saraf yang ada di dalamnya juga tidak terbentuk dan menutup dengan sempurna. Pada akhirnya, kelainan ini dapat mengakibatkan kecacatan permanen hingga kematian.

Meski bisa memberikan manfaat signifikan, konsumsi asam folat ternyata tidak boleh berlebihan. Studi yang dilakukan oleh Raghavan dkk. dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di tahun 2016 menyebut bahwa kadar asam folat yang berlebihan dalam darah ibu hamil dapat meningkatkan risiko bayi mengalami gangguan spektrum autisme alias autism spectrum disorder (ASD). Disebutkan bahwa bayi-bayi dari ibu dengan kadar asam folat darah yang sangat tinggi saat melahirkan, yakni lebih dari empat kali kadar normal, berisiko dua kali lipat mengalami ASD.

Sebetulnya, studi-studi yang mencoba mengonfirmasi hubungan suplementasi asam folat saat hamil dan risiko autisme pada anak sudah dimulai sejak tahun 2012. Namun hingga kini hasilnya masih bertentangan satu sama lain.

Kendati begitu, satu hal yang dapat disimpulkan dari studi yang telah dilakukan sebelumnya adalah: kekurangan maupun kelebihan konsumsi asam folat sama-sama membawa dampak kurang baik bagi kehamilan. Para pakar menyadari hal tersebut, sehingga yang perlu dicari lebih lanjut adalah dosis optimal asam folat yang memberikan manfaat terbesar dan risiko terkecil bagi ibu hamil serta janin dalam kandungannya.

Dosis asam folat yang aman

Sumber asam folat dapat diperoleh dari makanan alami, suplemen, dan produk-produk makanan yang difortifikasi. Oleh karena asam folat (folic acid) adalah bentuk aktif dari folat (folate/vitamin B9), senyawa ini jarang ditemukan di dalam makanan alami.

Simpelnya, asam folat bisa Anda temukan pada multivitamin, vitamin ibu hamil, maupun suplemen tunggal, juga di dalam produk-produk serealia, roti, maupun susu yang sudah difortifikasi. Dalam bentuk alami (folat), zat gizi tersebut bisa Anda peroleh dari sayuran berdaun hijau gelap, polong-polongan, dan jeruk.

Terkait dengan dosis yang dibutuhkan saat kehamilan, pedoman terkini menyebut bahwa ibu hamil perlu mengonsumsi 400–800 mcg asam folat per hari untuk mencegah kelainan defek tabung saraf. Jumlah ini merupakan gabungan asam folat yang diperoleh dari makanan alami maupun suplemen.

Anjuran dosis asam folat saat hamil bisa saja berubah di kemudian hari. Karena pada dasarnya, masih diperlukan studi lanjut untuk menentukan dosis asam folat yang aman namun optimal dalam menunjang kesehatan dan perkembangan janin selama hamil. Karena itu, jangan ragu bila Anda ingin berkonsultasi secara berkala pada dokter terkait pemenuhan kebutuhan asam folat selama kehamilan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar