Sukses

Benarkah Radon Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

Paparan radon yang ada di lingkungan sekitar diduga dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Kanker payudara adalah penyakit multifaktorial. Artinya, penyakit ini dapat timbul dari sejumlah penyebab yang berbeda. Bagi 5 - 10 persen populasi, itu adalah hasil dari mutasi yang diwariskan pada gen BRCA1 atau BRCA2 atau mutasi genetik lainnya. "Namun, bagi 90 persen lainnya, kanker payudara terjadi karena alasan lain," kata Dr. J. Jaime Alberty, ahli onkologi bedah payudara Dubin Breast Centre di Mount Sinai Hospital. Lalu, benarkah materi kimia radon bisa menjadi salah satu pencetusnya?

Paparan kondisi negatif lingkungan, gaya hidup, riwayat pribadi dan keluarga dapat menjadi faktor penyebab. Karena ada begitu banyak pengaruh potensial dalam perkembangan kanker payudara selama masa hidup seseorang, sulit untuk menunjuk ke satu hal sebagai penyebab kasus tertentu.

Untuk mengurangi risiko, dokter menyarankan untuk menjalankan gaya hidup sehat, diet sehat, dan menghindari obesitas. Selain itu perlu juga membatasi paparan terhadap karsinogen (agen penyebab kanker) di lingkungan, termasuk paparan dari radon.

Apa Itu Radon?

Menurut The National Cancer Institute, radon adalah gas radioaktif yang dilepas dari peluruhan normal dari unsur uranium, torium, dan radium di bebatuan dan tanah.

"Radon bisa berdifusi ke dalam air tanah, tidak berbau, tidak berasa, tidak terlihat. Radon juga tidak melakukan apa yang dilakukan zat pada umumnya, yakni membusuk dan terurai menjadi partikel baru," kata Dr. David P. Carbone, Direktur Thoracic Center dan profesor kedokteran di Ohio State University.

"Salah satunya disebut partikel alfa, yang merupakan partikel berenergi tinggi yang dapat melakukan banyak kerusakan DNA," dia menambahkan.

Karena merupakan gas, radon mudah terhirup ke dalam paru-paru, yang berpotensi mengubah mekanisme perbaikan DNA tubuh Anda. Hal ini bisa mengarah pada perkembangan tumor dan kanker.

Alberty setuju bahwa ada potensi ancaman terhadap sel payudara dari paparan radon terkait dengan masalah lokasi. "Secara teoretis, paru-paru dan payudara berada bersebelahan satu sama lain dan bertetangga secara anatomis. Jadi masuk akal kalau radon berpotensi menyebabkan masalah DNA yang bisa berkembang menjadi kanker payudara.”

“Namun, partikel radon tidak menembus sangat jauh ke dalam jaringan," kata Carbone. Karena itulah, radon lebih mungkin menyebabkan kanker paru-paru daripada kanker lainnya.

"Ketika radon terhirup, gas itu di dalam paru-paru Anda berpotensi memicu kanker paru-paru. Tetapi manusia masih memiliki beberapa milimeter kulit sebelum gas radon sampai ke sel-sel payudara Anda. Jadi secara teori, risiko kanker paru akan lebih besar dibandingkan kanker payudara," dia menjelaskan.

Rentan terpapar radon

Sampai saat ini, hanya ada sedikit bukti hubungan antara terpapar radon dan kanker payudara. Apa yang diketahui saat ini berasal dari sebuah studi tahun 2017 di Harvard T.H. Chan School of Public Health. Mereka mendata sekitar 112.000 perawat yang terdaftar di Nurses' Health Study II.

Para peneliti Harvard menghubungkan kejadian kanker payudara dengan peta paparan radon. Hasilnya, mereka tidak menemukan hubungan keseluruhan antara paparan radon dan risiko pengembangan kanker payudara.  Yang lebih  memprihatinkan, tingkat radon yang tinggi banyak ditemukan di permukiman, sekolah, dan bangunan umum.

The Environmental Protection Agency memperkirakan ada sekitar 20.000 kasus kanker paru per tahun di Amerika Serikat yang disebabkan paparan radon. Ini menjadikan radon sebagai penyebab terbesar kedua kanker paru-paru, setelah rokok.

Perokok yang terpapar radon memiliki risiko yang sangat tinggi terkena kanker paru. Begitu pula orang-orang bekerja di ruang bawah tanah untuk pertambangan. Serta mereka yang bekerja atau tinggal di ruangan yang tidak memiliki ventilasi yang baik. Kelompok ini sungguh rentan terpapar radon, menurut Alberty.

Dapat memicu kanker payudara atau tidak, radon jelas berdampak buruk bagi manusia. Cara paling sederhana untuk menghindari paparan radon adalah selalu menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan. Hindari ruangan yang pengap. Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan tes secara berkala. Tingkat radon di rumah, kantor, atau sekolah Anda dapat berubah seiring waktu. Selain itu, lakukan pemeriksaan secara berkala ke dokter untuk lebih memantau kesehatan Anda.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar