Sukses

Tes Genetik, Langkah Jitu Antisipasi Kanker Sejak Dini

Selain untuk mengetahui garis keturunan seseorang, tes genetik ternyata dapat digunakan untuk mencegah kanker. Bagaimana bisa?

Fenomena seputar tren, makanan, dan fesyen mungkin sudah biasa. Namun, kini ada tren baru di dunia kesehatan yang dipopulerkan oleh aktris cantik Angelina Jolie, yaitu tes genetik. Aktris yang naik daun berkat perannya sebagai Lara Croft di film Tomb Raider ini menjalani tes genetik untuk kanker payudara.

Selain untuk mengetahui garis keturunan seseorang, tes yang disebut juga dengan tes DNA ini ternyata dapat digunakan untuk mencegah kanker. Bahkan juga bisa mendeteksi kanker sejak dini!

Tren Menjalani Tes Genetik akibat “Angelina Jolie Effect”

Angelina Jolie kehilangan sang ibu yang meninggal karena kanker ovarium dan payudara. Tidak sampai di sana, neneknya juga meninggal karena kanker payudara. Atas dasar itu, Jolie pun memutuskan untuk melakukan tes DNA.

Pada 2015, Jolie menjalani operasi pencegahan kanker dengan mengangkat payudara, ovarium (indung telur), dan tuba falopi (saluran telur) untuk menghindari tumbuhnya kanker pada bagian-bagian tersebut.

Artikel Lainnya: Pentingnya Tes Genetik sebelum Menikah

Keputusan melakukan operasi pengangkatan tersebut berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter. Hasil tes menunjukkan Jolie memiliki risiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh BMJ, jumlah orang yang melakukan tes genetik meningkat drastis tak lama setelah Jolie membuka kisahnya kepada publik mengenai tes genetik kanker payudara yang dijalaninya.

1 dari 3 halaman

Tes Genetik untuk Mendeteksi Gen Kanker

Tes genetik merupakan suatu tes dalam dunia kedokteran yang dilakukan untuk mendeteksi adanya perubahan pada kromosom, gen, atau protein yang menyusun materi genetik di dalam tubuh seseorang. Salah satu manfaat tes DNA, yakni dapat memperkirakan kemungkinan seseorang mengalami kanker tertentu di kemudian hari.

Diagnosis pada prosedur tes dapat dilakukan sebelum kelahiran, yakni sejak bayi masih ada di dalam kandungan, atau kapan saja dalam kehidupan seseorang. Meski demikian, tidak semua penyakit dapat dideteksi oleh tes ini.

Artikel Lainnya: Kanker Diwariskan secara Genetik dalam Bentuk Sama?

Secara umum, tes DNA dapat mendeteksi berbagai jenis kanker berikut:

  • Kanker payudara
  • Kanker ovarium
  • Kanker usus besar
  • Kanker tiroid
  • Kanker prostat
  • Kanker pankreas
  • Melanoma, sarkoma
  • Kanker ginjal
  • Kanker lambung
2 dari 3 halaman

Proses Pengambilan Sampel Hingga Hasil Tes

Tes genetik biasanya dilakukan setelah pasien berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, perlu adanya kesepakatan bersama antara dokter dan pasien, karena tes ini membutuhkan sampel seperti darah, rambut, atau kulit untuk dianalisis di laboratorium. Sementara pada janin, spesimen yang dibutuhkan adalah cairan ketuban ibu.

Spesimen akan diperiksa di dalam laboratorium melalui serangkaian prosedur untuk mengetahui apakah terdapat perubahan genetik yang terjadi, sesuai dengan kelainan atau penyakit yang dicurigai.

Artikel Lainnya: Mengungkap Pentingnya Tes Genetik pada Janin

Jika hasil tes menunjukkan adanya perubahan genetik, pasien tidak serta-merta langsung menjalani tindakan pembedahan. Hasil tes tersebut akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Perlu diingat bahwa tes DNA tidak dapat menunjukkan kemungkinan keparahan penyakit.

Bila hasil yang ditunjukkan negatif, pasien berarti tidak memiliki risiko terhadap suatu penyakit tertentu dan tidak membawa gen terhadap penyakit tersebut. Namun, baik positif maupun negatif, hasil tes tetap harus dikonsultasikan dengan dokter karena sering kali hasilnya membingungkan.

Tes genetik kanker payudara yang dilakukan oleh Angelina Jolie memang ramai dibicarakan sebagai tindakan pencegahan terhadap penyakit tertentu. Namun perlu diingat, tidak semua kondisi memerlukan tes genetik. Terlebih lagi, pemeriksaan ini termasuk dalam pemeriksaan yang membutuhkan biaya yang sangat mahal.

Tes genetik lebih dianjurkan untuk orang-orang yang berisiko mengalami kanker. Misalnya, pada orang yang memiliki anggota keluarga yang mengalami kanker.

 

Keputusan untuk melakukan tes ini harus melalui konsultasi yang baik dengan dokter dan diputuskan bersama. Hal ini bertujuan agar pasien dapat memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari pemeriksaan tersebut.

Jika memiliki pertanyaan seputar penyakit kanker atau informasi kesehatan lainnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter kami menggunakan layanan Live Chat di aplikasi KlikDokter.

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar