Sukses

4 Penyakit yang Rentan Dialami Penyelam

Selain dekompresi, berikut ini beberapa penyakit yang rentan dialami oleh para penyelam.

Klikdokter.com, Jakarta Kisah Syachrul Anto, relawan penyelam yang meninggal dunia pada Jumat (2/11/2018) saat membantu pencarian korban dan puing pesawat Lion Air JT 610 masih menyisakan duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Syachrul harus meregang nyawa saat tengah menjalankan tugasnya di perairan Karawang, Jawa Barat. Menurut berbagai sumber, Syachrul diduga meninggal akibat dekompresi.

Selain berisiko mengalami dekompresi, para penyelam juga rentan mengalami gangguan kesehatan lainnya. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Tinitus (telinga berdenging)

Tinitus bukanlah penyakit melainkan gejala. Pada penyelam, tinitus sering dialami karena adanya cedera pada bagian telinga dalam, biasanya disebabkan oleh masalah pembersihan saluran Eustachia di telinga.

Tekanan yang tinggi dapat masuk ke liang telinga dalam dan menyebabkan robekan membran telinga sehingga menimbukan keluhan tinitus. Karena itulah, penyelam tidak dianjurkan menyelam saat sedang flu atau sedang mengalami sumbatan di hidung dan telinga.

2. Vertigo

Vertigo merupakan rasa pusing berputar, sehingga sekeliling Anda akan terasa berputar. Kondisi ini sering kali dialami oleh para penyelam akibat adanya perubahan tekanan di bawah laut sehingga menyebabkan cedera pada liang telinga tengah dan telinga dalam.

Perasaan berputar ini dapat membuat seseorang mengalami disorientasi saat berada di bawah laut. Kondisi ini tentu saja berbahaya dan dapat mengancam jiwa. Penyelam dapat mengalami kebingungan pada arah mana harus naik ke permukaan laut. Selain itu, panik dan muntah yang sering menyertai vertigo dapat membuat penyelam tersedak dan tenggelam.

Setelah selesai menyelam, biasanya penyelam juga akan kesulitan untuk duduk atau berdiri karena keluhan pusing berputar yang hebat.

3. Hipotermia

Hipotermia adalah menurunnya suhu tubuh di bawah suhu normal. Pada penyelam, kondisi ini dapat terjadi ketika menyelam di suhu yang rendah (dingin). Jika turun 1-2 0C, maka dapat terjadi hipotermia ringan. Sementara jika suhu tubuh turun lebih dari 3 0C, maka derajat hipotermia sudah berat. Penyelam akan mengalami menggigil. Kondisinya bisa ringan bahkan sampai berat, tergantung derajatnya.

Selain itu, gerakan penyelam dapat melambat, mengalami mati rasa, dan tidak jarang terjadi penurunan kesadaran. Untuk mencegahnya, sebaiknya gunakan pakaian selam yang berkualitas dan cukup tebal saat menyelam di suhu yang dingin.

4. Emboli paru

Emboli paru adalah sebuah kondisi ketika substansi tidak larut masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan gangguan pada organ tubuh. Materi tidak larut yang dapat menyebabkan sumbatan bisa berupa bekuan darah, udara, dan cairan amnion. Pada penyelam, emboli paru biasanya disebabkan oleh adanya gelembung nitrogen di dalam aliran darah.

Substansi yang tidak larut  dapat menyumbat laju peredaran darah di pembuluh darah. Kondisi tersebut menyebabkan organ tubuh kekurangan oksigen, sehingga akhirnya terjadi kerusakan jaringan. Gejalanya bisa berupa sesak napas, denyut jantung lebih cepat, dan penurunan tekanan darah.

Keempat penyakit tersebut rentan dialami oleh mereka yang berprofesi sebagai penyelam. Karena itu bagi para penyelam, terutama yang sedang membantu evakuasi pesawat Lion Air JT 610, sebaiknya lebih berhati-hati. Para penyelam harus  memperhatikan kondisi fisiknya sebelum, saat, dan sesudah menyelam agar tidak mengalami hal-hal yang membahayakan kesehatan. 

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar